14

483 76 9
                                        

Jungkook duduk di sofa taman belakang sambil memainkan ponselnya, dia sedang santai karena anaknya yang biasa selalu merepotkan nya kini tengah bermain dengan para anak muda, Suami nya sudah pergi kerja tadi setelah sarapan pagi, jadi ini adalah waktu nya Jungkookie santai.

"Papa." Soobin datang langsung memeluk Jungkook dengan manja.

Jungkook terkejut, tidak biasa nya Soobin bersikap manja padanya, padahal disini sedang ada Yeonjun dan para sepupunya.

"Kenapa Soobin? Ada yang nakal cubit pantat Soobin? " Tanya Jungkook membuat pemuda berusia 19 Tahun itu terkekeh.

"Aniya, tidak ada yang nakal, cuma Soobin hanya ingin bermanja saja dengan Papa. " Jawab nya makin membuat Jungkook heran,

"Soobin sedang tidak kerasukan siluman kelinci kan? " Tanya nya heboh sambil mengusap dahi Soobin untuk mengeluarkan Siluman kelinci yang merasuki tubuh anaknya.

"Hahahah, Papa bukan begitu astaga. " Tawa Soobin makin tidak terkendali karena kelucuan Papa nya tersebut.

Jungkook pun kemudian diam, tangannya mengusap rambut Soobin dengan sayang lalu menuntun sang anak untuk duduk didepan nya.

"Soobin tahu kan, kalau Papa adalah Temannya Soobin, bukan sekedar Papa tiri untuk Soobin. " Ujar Jungkook dibalas anggukan oleh Soobin.

"Jadi, Soobin bisa cerita apa yang mengganjal dihati Soobin sekarang pada Papa. " Ucap Jungkook membuat Soobin tersenyum.

Hal inilah yang membuat Soobin makin sayang pada Jungkook, dia bisa menempatkan dirinya sebagai sahabat juga orang tua diwaktu bersamaan, bahkan Jungkook selalu tidak ambil pusing jika Soobin memanggilnya Hyung seperti saat Daddynya baru menikah dengan Jungkook dulu.

"Soobin hanya tidak suka Eomma yang menelepon Soobin dan terus memaki Papa. " Jungkook terdiam kemudian tersenyum tulus untuk kesekian kali.

"Memang apa yang Irene bilang pada Soobin ditelepon tadi hmm? "

"Katanya Papa itu menjijikkan karena menikahi Daddy, dan katanya Papa menikahi Daddy itu untuk ambil harta nya, padahal keluarga Papa juga tidak kalah kaya dari Daddy, bisa-bisanya Eomma bilang begitu. "

Jungkook tertawa mendengar penuturan anaknya tersebut hingga rasanya perutnya kram akibat banyak tertawa.

"Astaga, dia bilang gitu hahahahah, Soobin harusnya tidak terlalu memikirkan itu, Papa tidak masalah mau di katai seperti apa oleh dia, karena yang dia katakan itu tidak benar, sudah jangan difikirkan, itu dia hanya sedang mencari cara agar Soobin membenci Papa dan akhirnya Papa akan menceraikan Daddy mu, itu tidak akan pernah terjadi okee, nanti siapa yang jajanin Kookie dan Baby's kalau Papa cerai dari Daddy. "

Soobin terkekeh mendengar penuturan sang Papa.

Jungkook ini memang memiliki daya tarik yang tidak dimiliki oleh siapapun di dunia.

"Soobin, kau disini rupanya. " Yeonjun pun muncul sambil menggendong Jena yang sedang menangis.

"Anak Papa kenapa nangis? " Tanya Jungkook mengambil Jena tapi anak itu tidak mau, tangannya menjulur pada Soobin, membuat Jungkook yang ditolak cemberut.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Funny FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang