Jungkook dan Jimin saat ini tengah bersiap untuk pergi ke sekolah Soobin dan Yeonjun, sesuai dengan yang mereka bicarakan saat itu di restoran.
Mereka berdua bersiap menggunakan mobil Jimin, saat sudah sampai di pelataran sekolah, kedua orang dewasa beda usia tersebut turun dengan gaya masing-masing.
Beberapa siswa di sana dengan terang-terangan menggoda Jungkook dan Jimin yang terlihat begitu mempesona. Mereka mengira jika keduanya adalah calon murid baru yang ingin mendaftarkan diri.
"Hay manis, mau kemana? Mencari Oppa ya? " Tiba-tiba seorang anak berpakaian tidak rapih, dasi yang miring juga rambutnya yang dicat blonde mendatangi mereka.
Seringaian nya membuat Jungkook dan Jimin merinding seluruh badan.
"Maaf bisa menyingkir? Kami ada keperluan dengan wali kelas 12A." Ucap Jimin memandang datar anak berandal didepan nya.
Jungkook hanya diam, memperhatikan sosok anak itu dengan seksama, dari atas kebawah seolah sedang menilai.
"Ehey mau apa kalian anak-anak berurusan dengan kelas 12A , mereka saat ini sedang bersiap untuk pengambilan nilai ujian akhir sekaligus nilai masuk universitas. " Ucap sang murid bengal sambil memberikan kedipan maut pada keduanya.
"Hyungie sudah jangan ladeni, ayo kita pergi anak-anak pasti sudah menunggu kita. " Ujar Jungkook menengahi saat dia rasa Jimin hampir terbawa emosi akibat anak tidak sopan didepan mereka.
Jimin mengangguk kemudian mereka pun hendak beranjak pergi dari sana tapi si kunyuk kecil itu malah mencekal tangan Jungkook kuat, menahan nya agar tidak pergi.
"Berani sekali kau ingin mengacuhkan seorang Kang Minghyuk. " Ucap siswa tersebut marah.
Jungkook pasang seringai, kemudian melotot seram Tapi jatuhnya malah lucu, membuat Jimin tiba-tiba jadi gemas sendiri pada adik beda keturunan nya itu.
"Memang kau siapa? Anak presiden kah? Atau mentri ahh atau raja? Tidak kan jadi jangan halangi kami awas!." Ucap Jungkook membuat semua disana sontak tahan tawa.
"Berani kau menghinaku hah!. " Minghyuk murka dia dengan cepat melayangkan tamparan pada Jungkook, namun tiba-tiba ada sebuah tangan yang menghalangi pergelangan tangan nya.
Jungkook membuka matanya yang tadi sempat dia tutup saat hampir menerima pukulan, begitu dia buka ada sosok Soobin yang berdiri menjulang didepan mata nya.
Sontak saja karena melihat Soobin, Jungkook langsung menangis histeris.
"Huweeeee Soobin dia nakal pukul-pukul Kookie huweeee. " Tangisannya kencang.
Soobin langsung memeluk sang Papa untuk menenangkan nya, mata nya tidak lepas menatap tajam adik kelasnya itu.
Semua disana dibuat makin bingung, ada hubungan apa Soobin dengan yang mereka duga itu adalah calon siswa baru di sekolah mereka.
Jimin lega akhirnya Soobin datang tepat waktu sebelum Jungkook terkena pukulan, jika Seokjin sampai tahu bisa dibakar satu sekolah ini untuk membumihanguskan seekor Kang Minghyuk saja.
"Kau datang tepat waktu Soobin. " Ujar Jimin mengusak rambut calon menantu nya gemas.
"Tadi Aku lihat ada keributan jadi kusamperi, dan yang kulihat hampir membuat jantung ku lepas, jika saja aku telat sedetik, Daddy mungkin akan menghancurkan sekolah ini. " Jelas nya membuat Jimin tertawa.
"Papa!!. " Yeonjun datang berlari menghampiri Papanya kemudian memeluk nya dengan manja.
"Uhhh Papa tidak apa-apa kan? Mana Appa dan Daddy kenapa mereka tidak menemani kalian. " Oceh si manis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Funny Family
HumorKeluarga Kim yang lucu melebihi pelawak Hanya sebagai selingan saat gak ada ide jadi update gak menentu. Tidak ada berkesinambungan antara chap 1 ke yang lain. Seperti one-shot tapi bukan. Paham kan hehehe 🤣🤣🤣
