38

364 63 5
                                        

Jungkook duduk diranjang nya memperhatikan Baby Jinan yang sedari tadi nangis terus, dia bingung mau melakukan apa untuk menenangkan anaknya.

Selama ini jika bayi mereka nangis, Seokjin yang memenangkan nya, sekarang si tampan itu tidak ada jadi Jungkook bingung mau melakukan apa, karena Jinan nangis terus dari tadi, padahal sudah dikasih susu.

"Hiks anak Kookie kenapa nangis huweeeee. "

Yahh malah induknya ikutan nangis😭😭😭

Jungkook pun kemudian langsung lari ke ruang kerja Daddy nya, dimana si tampan tua sedang rapat dengan Soobin, NamJoon dan Yoon-gi tentang pekerjaan mereka, tanpa salam, ketuk pintu dan aba-aba Jungkook masuk ke ruang kerja Seokjin.

Brak!!

"Daddy huweeee"

Seokjin panik begitu melihat Jungkook masuk sambil menangis kemudian langsung di pangku nya bayik gede itu untuk ditenangkan.

"Sayang, kenapa nangis? "

"Papa, kenapa nangis. " Ucap Seokjin dan Soobin ikut panik melihat Jungkook nangis histeris begitu masuk.

"Beomgyu gigit pipi gemoy Papa lagi iya? "

"Atau si anjing curi biskuit kesukaan Kookie? "

Seokjin dan Soobin kompak bertanya hal random yang ada dikepala mereka, menerka apa kiranya penyebab Jungkook menangis.

"No! Kookie sedih hiks Baby Jinan nangis terus dari tadi huweeee. "

"Ohhh cuma gara-gara Baby Jinan nangis toh, "

Setelah itu hening, Seokjin dan yang lain lanjut pekerjaan tanpa mengerti maksud dari kata-kata Jungkook tadi.

5detik kemudian...

"Mwo! Nangis? Sayang kenapa ditinggal sendiri. " Seokjin langsung keluar ruangan ke kamarnya diikuti oleh yang lain.

Begitu masuk, di sana tuan Jeon ada di sana duduk menimang sang cucu.

"Kenapa cucu ku ditinggal bermain sendiri dikamar? " Ucap Tuan Jeon menatap anaknya yang masuk dengan mata sembab.

"Jinan tadi nangis Pa? " Tanya Seokjin kemudian mengambil Jinan kedalam gendongan nya.

"Tidak, dia malah tertawa terus bermain sendiri. " Tuan Jeon memberikan Jinan pada Seokjin kemudian dia menatap anaknya yang sekarang menatap mereka lugu.

"Kenapa Kookie tinggalin Baby Jinan sendiri sayang? Kasihan anaknya gak ada teman, untung Jinan belum bisa gerak sana sini, kalau tidak mungkin sudah gelindingan di lantai kayak bola. " Ucap Tuan Jeon membuat Jungkook cemberut.

"Jinan nangis, Kookie panggil Daddy untuk nenangin Jinan tapi Daddy malah lambat loading! Sebel. " Ucap Jungkook menatap suaminya kesal.

Seokjin terkekeh lalu mendekati Suaminya.

"Daddy maaf sayang hmm. " Seokjin minta maaf lalu mencium bibir kesukaan nya.

"Astaga, memang kau tidak bisa menenangkan anakmu sendiri?" Tanya nya lagi dibalas gelengan oleh Jungkook.

"Hahahah, maaf Papa sejak sikembar lahir Jin yang biasanya menenangkan kalau Baby lagi nangis, makanya Kookie kadang bingung dan panik kalau Baby nangis dan Jin sedang tidak ada bersamanya. "

Astaga, Tuan Jeon menghela nafas frustasi salahnya mendidik anaknya bak bayi kecil sampai sekarang, jadinya sifatnya sampai sekarang masih seperti bayi imut menggemaskan meskipun sudah punya anak 4.

"Inilah akibatnya menikah dengan bayi baru gede sedikit, anaknya nangis bukan menenangkan malah ikut nangis. " Komen Yoon-gi.

Jungkook mendengar itu menatap tajam Yoon-gi.

Funny FamilyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang