Si kembar lagi anteng main siang ini di kamar bermain mereka, ada Jena juga ikut menonton dua Oppa nya main Lego tapi yang namanya anak bayi yang penuh rasa ingin tahu Jena malah mengambil bagian Lego yang belum di pasang oleh Jeha.
"Ihh Jenaa jangan nakal! Oppa lagi main sana Jena main sama bayi-bayi kecil saja. " Seru Jeha kesal adik nya ganggu kegiatan main mereka.
"Naaaa! " Jena malah menjerit karena dilarang ikut main, karena kesal pada Oppa nya Jena malah melempar Lego itu yang tepat mengenai dahi Jeha.
Bugh!
Tidak puas melempar Jena juga memukul sang Kakak dengan tangan mungilnya.
Si Jena meskipun paling dekat dengan Daddy nya tapi sifatnya itu paling mirip dengan Jungkook tidak heran kalau dua bayi beda generasi itu disatukan bisa membuat Seokjin pusing karena tingkah mereka.
Jeha mencebik sedih kepala nya di timpuk mainan oleh Jena.
"Jena itu sakit! Papa Jena nakal Huwaaaaaa. "
Jeha lari keluar kamar bermain sambil menangis ngadu pada sang Papa.
Jungkook yang tengah asik nonton pororo setelah tadi selesai menidurkan Jinan dibuat terkejut dengan tangisan Jeha, begitu juga Jinan yang terbangun gara-gara suara tangisan Hyung nya.
"Astaga Baby. " Jungkook mengambil Jinan ke gendongan kemudian memperhatikan Jeha yang masih nangis di hadapan nya.
"Kenapa Jeha? Kok nangis sih hmm. " Tanya Jungkook selembut mungkin tidak mau membuat anaknya ini makin kejer nangis nya.
"Jena nakal pukul Jeha. " Adunya sembari terisak sedih.
Jungkook kemudian menatap Jena yang datang bersama Hwan.
"Hwanie kenapa Jeha dan Jena bisa bertengkar? Jeha nya sampai nangis begitu. " Jungkook lebih memilih bertanya pada Hwan karena tidak mungkin bertanya pada Jena yang bicara saja belum lancar.
"Papa baby, Jena tadi nakal ambil mainan Jeha. " Ucap Hwan menjelaskan duduk perkara nya bagaimana makanya Jeha bisa menangis.
Jungkook pun menghela nafas, untungnya Jinan sudah anteng lagi ketika dia gendong tadi jadi Jungkook tidak pusing mengurus empat anak sekaligus dimana dua diantara nya sedang bertengkar.
"Jena gak boleh gitu, mainan Jena kan ada kenapa masih ganggu Oppa main eoh. " Ujar Jungkook menasehati anaknya tapi yang dinasehati malah menatap Jungkook dengan polos tidak merasa bersalah sama sekali.
"Maaa!! Na didak kal! "
Jungkook kembali menghela nafas, apa yang bisa diharapkan dari bayi satu 1 Tahun 10 bulan?
"Sudahlah, kalian bobo siang saja sana pusing Kookie sama kalian huft. " Seru Jungkook merajuk.
Pusing menghadapi tiga anak aktif ini yang belum mengerti apapun.
Mau lanjut dimarahin Jungkook tidak tega melihat wajah polos mereka.
"No! Papa Baby saja yang bobo kami masih mau main Jena gak boleh ikut wleee. "
Kan lihat kelakuan mereka, bagaimana Jena gak nakal kedua Oppa nya saja begitu.
"Jena sini aja main sama Papa dan Baby Jinan. " Ucap Jungkook membawa Jena duduk di sofa dekat dengan nya agar bisa bermain dengan sang adik.
"Ohh tumben Papa akur sama Jena. " Kemudian Yeonjun datang dengan Soo Yeon di gendongan nya.
"Hmm kasihan Jena gak diajak main sama si kembar makanya main sama Kookie aja. " Ucap Jungkook menjelaskan kenapa Jena ada bersama nya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Funny Family
HumorKeluarga Kim yang lucu melebihi pelawak Hanya sebagai selingan saat gak ada ide jadi update gak menentu. Tidak ada berkesinambungan antara chap 1 ke yang lain. Seperti one-shot tapi bukan. Paham kan hehehe 🤣🤣🤣
