Sl-20. Ini akhirnya

153 4 2
                                        

"Mengapa semua terjadi, sikapmu selama ini ternyata bukan karena kamu tidak mampu untuk mencoba, tetapi memang tidak akan pernah mau mencoba. Terima kasih."

***

Kapan waktunya orang-orang mulai berpikir tentang masa depan, masa lalu dan masa masa yang lainnya? jawabannya hanya satu yaitu di tengah malam. Saat malam tiba dan masih terjaga, pikiran akan melayang ke tempat yang  masih abu-abu. Semua orang akan merasakan hal yang sama, terutama Rony. Malam ini dia berbaring di kasurnya dengan memikirkan masa depan yang indah, karir yang berjalan dengan baik, pasangan yang selalu berada di sampingnya. 

Dengan wajah yang sumringah, senyum yang terukir, membayangkan jika Salma menjadi bagian hidupnya. Saat Rony bangun akan ada Salma di sampingnya, saat akan tidur akan ada Salma yang menemaninya, bukannya itu sudah cukup untuk usia tuanya nanti?

Bayangan menyenangkan terus saja hadir, tanpa sadar dia tertidur dengan senyum yang masih bertahan. Semoga saja Rony bermimpi indah malam ini.

Orang yang menjadi objek masa depan Rony, sedang sibuk di dunianya. Berjalan kesana kemari, mempersiapkan sesuatu yang bahkan terkesan mendadak bagi dirinya, tapi  tak mampu menolak. Ada bagian hati yang menerima semuanya.

Salma menatap karangan bunga biru dan putih yang terpasang pada dinding, begitu indahnya. Namun, dia sadar akan ada ribuan hati dan satu hati yang harus dia hancurkan.

Inisial nama terukir begitu mencolok, semakin menegaskan bahwa hari ini hari akhirnya. Salma tidak tahu mengapa  mengambil tindakan ini dengan cepat, ada apa dengan dirinya? bahkan Salma sendiri tidak sadar.

***
"Ron! Bangun!" Mimpi indah itu terpotong karena suara keras dari seseorang disampingnya. Sial sekali, padahal dikit lagi dia akan ijab kabul.

"Apa sih," ujar Rony dengan memperbaiki selimutnya, ingin memejamkan mata kembali untuk menyambung mimpi. Tidak peduli dengan kehadiran tiba-tiba teman disampingnya.

"Ron, bangun. Ada hal penting yang harus diomongi." Alvan terus saja menggertak Rony untuk segera bangun.

"Seberapa penting, sih? Dapat tawaran kontrak agensi, kah?" ujar Rony dengan mata yang terbuka perlahan.

"Lebih dari itu, ini tentang Salma." Mendengar nama Salma, Rony langsung bangun dengan mendadak. Tak peduli dengan pusing yang menyerangnya tiba-tiba.

"Salma kenapa? ada hal buruk lagi? Dia di serang sama netizen lagi?"

"Lebih dari itu, Ron. Ini tentang Lo dan dia," ujar Alvan dengan tak enak hati.

"Ada apa?" Tanpa basa-basi kembali, Alvan langsung menunjukkan ponselnya kepada Rony, memperlihatkan potongan video yang sangat jelas.

Didalam ponsel itu terlihat seperti menyenangkan dan begitu mengharukan. Seseorang dengan kebaya birunya tampil begitu menawan, bahkan make up yang dia pakai hari ini sangat sangat membuat aura yang begitu terpancar. Dia Salma, Salma  berdiri dengan memegang sekumpulan bunga dengan senyum yang tidak ada paksaan.

Hati Rony teriris melihatnya, hingga dia tidak mampu untuk berkata-kata lagi. Dia menggulir video dan menemukan video yang sama.

"Are you okay?" Alvan menatap Rony dengan prihatin. Perjalanan cinta dalam menyukai pujaan hatinya, Alvan ketahui.

"Itu beneran?" mendapat respon anggukan, membuat Rony terdiam.

Selama ini dalam beberapa bulan dia mengejar, menenangkan, membahagiakan, itu menjadi hal yang sia-sia? Salmanya tunangan, Salmanya jadi milik orang lain , Salmanya begitu cantik tapi saat bersama orang lain, bersama lelaki lain. Lalu bagaimana dengan dirinya?

"Sakit hati gue, Al. Gue butuh tidur lagi kayaknya, Lo boleh pulang deh sekarang." Alvan menurut, dia keluar dari kamar Rony tetapi tidak akan meninggalkan rumah Rony, dia akan tetap tinggal dalam beberapa waktu sebab Rony akan membutuhkannya nanti.

Lelaki boleh menangis, sangat boleh. Rony menitikkan air matanya, sungguh ini sangat menyakitkan.

Salma yang selama ini bimbang dengan perasaannya terhadap Rony, berhasil Rony sadarkan dan akhirnya mereka menjadi pasangan.

Salma yang takut akan karirnya saat mereka melangkah jauh, berhasil Rony yakinkan bahwa hubungan mereka tidak akan menggangu karir.

Tapi, ternyata itu tidak berhasil. Semua yang Rony anggap berhasil ternyata gagal total. Salma lebih memilih dengan pria lain tanpa takut akan perjalan karirnya, tanpa ba-bi-bu dia langsung mengumumkan pertunangannya disaat mereka masih memiliki hubungan. Bagaimana dengan kehidupan Salma setelah ini?

Rony yakin, penggemarnya tidak akan mengucapkan selamat dengan aman dan damai, akan ada hati yang tersakiti dan Rony tidak bisa mencegah hal ini terjadi. Lebih dari itu dia mulai memikirkan perjalan Salma, dia baru saja keluar masih tidak ada penghargaan atau nominasi yang dia dapatkan, masih belum ada single lagu, tapi berani memilih langkah ini. Tetapi itu jalannya, Rony hanya berharap perjalan Salma lancar, rezeki dan jodoh adalah aturan Tuhan, dan inilah jalannya.

Salma tunangan, masih menjadi dua kata yang ingin Rony hilangkan. Tetapi sangat tidak bisa, semuanya selesai. Selama ini Salma bukan takut untuk melangkah tapi enggan untuk melangkah karena mungkin ada seseorang yang lebih dari Rony.

Tidak apa, jika dia tidak ingin melangkah bersamanya, tapi Rony harap Salma dapat melangkah lebih baik nantinya.

"See you, Sayang."

Semuanya berakhir disini. Untuk kedepannya, Rony akan mengikuti alur kehidupan yang sudah dia rancang.

***

I'm sorry to say, berakhir disini. Gak pernah update tiba-tiba selesai, tp aku udah bener bener gak mau meneruskan kisah ini disaat visual kita sudah memiliki pasangan (yang benar-benar pasangan) awalnya akan move ke visual lain, tp dipikir-pikir aku nulis ini karena Salma dan Rony, ingin mengabadikan hubungan mereka (hubungan yang kita lihat) but it's okey. Kita berhenti disini dan see you di cerita cerita yang lain.

Tulisan ini juga akan abadi, menjadi pertanda bahwa semuanya (dalam fiksi maupun kehidupan nyata) hal ini benar benar terjadi. Pertunangan Salma dengan kekasihnya. Karir dan pasangan dapat berjalan bersama² sesuai yang dikatakan Rony fiksi, tp karena ini konteks fiksi dimana Salma masih belum apa² (Sekali lagi, KONTEKS FIKSI) maka cukup diperhatinkan.

Sekali lagi, ini fiksi. Jika ada tulisan yang berbeda dengan pendapat kalian, maka mohon maaf. Kejadian ini sebagian nyata dan narasi hanya diciptakan oleh pengarang. Terima kasih🙏🏻🙏🏻

See you....

Probolinggo, 12-01-2025

Sa(l)maTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang