Minggu pagi, di dalam kamar Pansa, Love sedang duduk di atas kasur sahabatnya itu. Sementara di belakangnya, Pansa sedang mengepang rambut Love. Wajah Love terlihat cerah dan ceria, sesekali terdengar dia bersenandung ringan. Sedangkan Pansa malah terlihat kesal.
"Kan aku udah bilang, semalam tidurnya jangan malam-malam, Love!" omel Pansa sambil mengepang rambut sahabatnya itu.
"Salahin June, Milk. Dia yang ngajakin aku begadang nonton drakor!" Love menyanggah dengan cepat.
Pansa menjitak pelan kepala Love. "Salah sendiri! Udah tau kamu susah dibangunin, malah begadang! Sekarang kita kesiangan, kan!"
Love menggosok-gosok bekas jitakan Pansa. "Mau naik pesawat aja, Milk?" tanya Love dengan polos.
Pansa menghela nafas pelan. "Naik pesawat itu, kita harus nunggu satu jam di ruang tunggu, lalu tiga puluh menit di dalam pesawat. Belum keluar dari bandara, naik kreta atau taxi ke tempat tujuan. Jadi, apa bedanya sama naik mobil kalau jaraknya cuman tiga jam, Love!?" omel Pansa dengan panjang.
Love hanya menyengir sambil tertawa bodoh. "Iya juga sih."
Pansa menatapnya sebal sambil mendengus singkat. "Selesai. Yuk kita berangkat, Love," ajak Pansa sambil beranjak cepat dari kasur.
Love juga beranjak dari kasur, mengambil tas tangannya, lalu mengekor Pansa keluar dari kamar. Di ruang makan, dia melihat June yang sedang duduk sambil menguap lebar di meja makan. "Itu dia pelakunya, Milk!" tuduh Love sambil menunjuk June.
Sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan setelah menguap, June menatap bingung ke arah Love. "Pelaku apaan?" tanyanya tidak mengerti.
"Kata Love, kamu yang ngajakin dia begadang nonton drakor," jawab Pansa sambil menggulung dan mengikat asal rambutnya di depan cermin.
"Apaan!? Kamu yang minta next next trus ya, Love!" sanggah June cepat.
"Iya, tapi kan kamu yang nanya, 'next gak, Love? next gak, Love?', June!" balas Love, tak kalah cepat.
View yang berjalan dari dapur dengan dua gelas kopi di tangannya hanya bisa melihat kebingungan. "Ada apaan sih kalian ribut pagi-pagi?"
"June ngajakin aku begadang nonton drakor."
"Love ngajakin aku begadang nonton drakor."
Balas keduanya secara bersamaan.
Pansa, yang telah selesai mencepol rambutnya, berdecak kesal sambil berjalan ke arah lemari makanan. "Udah ayo berangkat. Pusing aku dengerin dua bocah ribut pagi-pagi."
June dan Love saling mencemberutkan wajah masing-masing. Namun…
"Nanti malam kita lanjut lagi drakornya ya, Love," ucap June tanpa dosa.
Love menunjukkan jempolnya sambil tersenyum dan menaikkan alisnya. "Oke. Aku penasaran mereka selamat gak dari gedung Jepang itu."
Pansa yang sedang memasukkan beberapa bungkus camilan ke kantong, hanya bisa geleng-geleng sebelum dia menyadari sesuatu. "Love, topi kamu, astaga!" omelnya.
Love menyentuh-nyentuh kepalanya. "Oh iya. Ketinggalan di kamar," ucapnya sambil cepat-cepat masuk ke kamar Pansa, lalu kembali dengan sebuah summer hat berwarna coklat muda di tangannya.
Love segera menuju ruang tamu, di mana Pansa sedang memakai sepatu kets-nya. Dia menghampiri Pansa, lalu mengenakan flat shoes-nya. June dan View juga menyusul dan duduk di sofa sambil menyalakan televisi.
"Kami berangkat dulu ya, June, View," pamit Pansa sambil mengikat tali sepatunya.
"Oke. Hati-hati nyetirnya, Sa," balas June.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bunga-Bunga Kecil
FanficSahabat masa kecil yang terpisah akhirnya bertemu kembali saat remaja. Namun, bukannya menjadi akrab kembali, yang satu malah menjadi pelaku pem-buli-an, sedangkan yang satunya lagi menjadi korbannya. Setelah berpisah lagi selama sepuluh tahun, kedu...
