Part 19

793 84 21
                                        

Tiga gadis duduk di meja makan, saling bercanda dan tertawa pelan sambil menunggu teman mereka yang sibuk di dapur. Salah satu dari mereka, berambut hitam panjang, bermain-main dengan ujung rambutnya sambil mengamati ponsel. Gadis kedua, berambut pirang, menopang dagunya dengan tangan, tampak sabar tapi sesekali melirik ke dapur dengan senyum penasaran. Gadis ketiga, dengan kacamata besarnya, menggoyang-goyangkan kaki di bawah meja, sambil bersenandung ringan. Aroma masakan dari dapur mulai menguar, membuat perut mereka semakin lapar.

Tak lama kemudian, Pansa muncul dari dapur, dengan sebuah teflon di tangannya yang mengeluarkan asap dan aroma yang harum. Ketiga gadis yang sedang menunggu di meja makan langsung menegakkan tubuhnya masing-masing. "Benar-benar cuman bisa nunggu ya kalian!" omel Pansa sambil meletakkan seteflon spaghetti aglio olio.

Senyuman langsung merekah di wajah ketiga gadis itu.

"Ya habis gimana, Sa. Cuman kamu yang bisa masak di sini," ucap June sambil mencapit spaghetti dan memindahkan ke piringnya.

"Kalian bukan gak bisa, tapi gak mau belajar!" omel Pansa lagi.

"Bukan gak mau belajar, Sa. Kami gak punya waktu buat belajar. Sibuk kerja. Iya kan, Love?" sangkal View, sambil meminta dukungan Love di depannya.

Love mengangguk-angguk. "Betul, View. Maaf ya, Milk. Kami sibuk kerja, jadi gak punya waktu buat belajar masak."

"Kata 'sibuk kerja' itu gak berlaku buat kamu ya, Love. Kamu yang paling santai ya di sini!" balas Pansa.

"What!? Aku paling santai!?"

"Semenjak kamu mutusin kontrak dengan S-Stars, udah berapa lama kamu gak ngapa-ngapain!?"

"Aku gak ngapa-ngapain!? Aku lagi ada projek solo, Milk!"

"Oh, oh! Si paling projek solo. Trus kamu ngapain di sini makan spaghetti!? Sana pergi meeting. Bukannya diwakilin Bu Sulis!" Omelan Pansa berlanjut.

"Penyanyinya kan tinggal syuting video klip sama nyanyi di studio aja, Milk! Ngapain aku ikutan bahas-bahas kontraknya segala macam. Udah percayain aja ke Bu Sulis."

Pansa hanya bisa geleng-geleng sambil berdecak. Sementara June sudah mulai makan dan View menyerahkan penjepit kepada Pansa.

Dua bulan sudah Love berhenti dari S-Stars yang membesarkan namanya. Agensi beserta keempat anggotanya memutuskan untuk tidak melanjutkan S-Stars, karena beban kerja yang terlalu berat. Apalagi setelah kasus Love depresi sampai bunuh diri. Jadi mereka sekarang hanya menjalani karir secara sendiri-sendiri.

"Itu baju-baju kamu aku liat makin banyak di kamar ya, Love," sindir Pansa sambil mengambil spaghetti.

Love hanya bisa menyengir pura-pura bodoh.

"Trus kenapa kamu makin sering nginep di sini?! Bukannya pulang ke apartemen mewah kamu itu," lanjut Pansa sambil meletakkan sepiring spaghetti di depan Love.

"Gak mau, Milk. Di sana sepi. Enakan di sini, rame." Love tersenyum melihat spaghetti di depannya. "Makasih, Milk," ucapnya lembut.

"Sama-sama, Love," balas Pansa dengan lembut juga, lalu mulai mengambil spaghetti untuk dirinya sendiri.

"Serius. Kalian kenapa gak pacaran aja sih?" tanya View tiba-tiba, sambil menatap Love dan Pansa, serta mengunyah spaghetti-nya. Sementara June langsung tersenyum lebar sambil menggulung spaghetti-nya menggunakan garpu.

View dan June sudah mengetahui perasaan Love kepada Pansa. Awalnya, bukan Love yang menceritakannya, namun mereka berdua yang memperhatikan Love ketika di dekat Pansa. Setelah itu, mereka menanyakan itu kepada Love di saat Pansa tidak ada di rumah. Tentu saja mereka terkejut dengan pengakuan Love, sekaligus mengasihaninya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 22, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bunga-Bunga Kecil Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang