Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
SEBUAH HARI YANG PENUH KEJUTAN.
°°°
Di sore hari yang cerah itu Zeline dan Gavin menghabiskan waktu bersama di sebuah akuarium yang tenang dan menenangkan. Rasanya seperti dunia hanya milik berdua, terpisah dari kebisingan luar.
Zeline selalu kagum dengan tempat ini. Begitu masuk, dia langsung terpukau oleh suasana redup dan cahaya biru lembut yang memancar dari dinding kaca besar. Di balik kaca itu, ikan-ikan berenang anggun dengan warna-warni menakjubkan. Air yang bergelombang lembut menambah kesan damai, seolah menghipnotis siapa pun yang memandang.
Gavin tampak begitu nyaman berada di sampingnya. Kehadiran Zeline selalu membuatnya merasa lebih tenang, lebih berani untuk berbicara. lelaki itu sesekali tersenyum sambil menatapnya, dan itu cukup membuat pipi Zeline hangat.
Mereka berjalan berdua sambil saling berbagi cerita kecil. Zeline yang jarang keluar rumah, merasa begitu nyaman dengan percakapan ringannya.
Hingga akhirnya, terhenti di depan sebuah kaca besar. Di sana, ikan-ikan warna-warni berenang perlahan, berkilau di bawah cahaya lampu. Gadis itu terpukau, matanya berbinar, seolah semua itu menari hanya untuknya.
Di samping lelaki itu tersenyum, diam-diam mengambil ponsel dan memotret. Perempuan itu tidak sadar saat itu. Namun Gavin hanya ingin mengabadikan momen ini karena momen bersama sangat jarang, dan baginya ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai.
"Ikannya indah ya, Ka Gavin," bisik Zeline sambil terus tersenyum menatap ikan-ikan itu.
tentunya Gavin ikut tersenyum, matanya terus menatap gadis itu dengan penuh kehangatan. "Iya, tapi itu tidak seindah kamu," jawabnya sambil mengelus kepala gadis nya dengan lembut.
Zeline langsung menatapnya dengan mata terbelalak. "Apaan sih, Kak Gavin? Jangan bilang gitu! Kalo aku baper gimana hayo? Mau tanggung jawab?" Zeline memanyunkan bibir, wajahnya memerah.
Namun malah Gavin mendekat, jarak mereka hanya beberapa senti. "Tentu saja aku tanggung jawab, apasih yang nggak buat Zeline," ucapnya tegas, penuh keyakinan.
Zeline menunduk, menatap lantai karena merasa gugup dan malu. "Ih udah ah, topiknya jangan gini, geli…" akhirnya ia mengalihkan pandangan, menahan senyum malu.
Lalu Gavin pergi mendekati seorang pengunjung yang sedang berdiri di dekat mereka. Zeline bingung, menatap Gavin sambil memiringkan kepala. "Kak Gavin mau ngapain?"
"Mau minta tolong fotoin kita, Ayo foto bareng Zel!" katanya sambil mengulurkan tangan pada Zeline.
"Hah? Buat apa foto? Nggak ah, nggak mau," jawabnya cepat sambil menahan malu.
"Kenapa nggak mau? Ini kan buat kenang-kenangan, Zel. Masa kamu nggak mau abadiin momen ini?" Ia menatap gadis itu dengan serius.
Zeline gelisah. "Ya kan aku malu, Kak. Ntar orang-orang ngiranya kita pacaran. Kan nanti yang ada cewek-cewek yang suka sama Kakak gimana perasaannya coba?"