Chapter 1

50 27 3
                                        

AWAL YANG TAK TERDUGA

°°°

°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°

Langit pagi tampak cerah, angin berhembus sepoi-sepoi menerpa wajah seorang gadis yang tengah berjalan menuju sekolah. Namanya Zeline, seorang siswi kelas 11 yang memilih berjalan kaki karena jarak rumahnya tak begitu jauh. Dengan langkah ringan, ia menikmati perjalanan, membiarkan angin menyentuh rambut panjangnya yang tergerai.

Namun, langkahnya terhenti ketika matanya menangkap pemandangan yang tak menyenangkan. Seorang lelaki berseragam sekolah tengah digoda oleh seorang gadis dengan sikap yang terlalu agresif.

"Nat, udah deh ga usah ganggu."

"Ih kamu mah gitu!"

"Kamu yakin gak suka cewek kayak aku?"

Suara merayu dan sikap memaksa gadis itu terdengar jelas di telinga Zeline. Gadis itu bahkan dengan percaya diri membanggakan tubuhnya, berharap bisa menarik perhatian lelaki itu. Namun, respons yang diberikan justru dingin.

"Udah deh gak usah berulah, aku bilang gak ya gak!"

Lelaki itu, meskipun terlihat risih, tetap berusaha bersikap tenang. Zeline yang mengamati dari kejauhan tak bisa tinggal diam. Diam-diam, ia mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam kejadian itu. Ia tahu, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.

Benar saja. Ketika ia telah berjalan cukup jauh, tiba-tiba terdengar suara keributan dari arah tadi. Ia menoleh, dan matanya membelalak saat melihat lelaki itu dikerumuni warga, dipukul tanpa ampun. Wajahnya penuh luka memar, sedangkan gadis yang tadi menggoda malah menangis dan berteriak histeris, menuduh bahwa dirinya telah dilecehkan.

Zeline tak berpikir lama. Dengan langkah cepat, ia menghampiri dan menarik lengan lelaki itu, memisahkannya dari kerumunan.

"Berhenti! Kalian salah paham!" serunya tegas.

Semua mata tertuju padanya. Dengan napas sedikit tersengal, Zeline segera menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ia menyebutkan bahwa sejak awal, gadis itu yang terus menggoda dan memaksa, sementara lelaki itu hanya berusaha menghindar.

Namun, warga masih ragu.

Tanpa ragu, Zeline mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video rekaman yang tadi ia ambil. Semua orang terdiam melihat bukti nyata itu. Perlahan, satu per satu warga mulai meminta maaf kepada lelaki tersebut.

Gadis yang tadi menuduh tampak sangat malu dan kesal.

"Sekarang saya sudah memberikan buktinya. Jadi, kalian percaya, kan?" ujar Zeline dingin.

FOREVER MINE (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang