Chapter 10

19 23 0
                                        

KUE YANG TAK PERNAH SAMPAI

°°°

°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


°°°

Matahari sore mulai meredup, langit berwarna jingga menghiasi halaman sekolah. Zeline menghela napas dalam-dalam sebelum akhirnya berdiri dari kursinya.

"Eh, kamu mau pergi ke mana, Zeline?" tanya Adara, menatapnya dengan curiga.

"Aku mau pergi ambil pesanan kue dulu," jawab Zeline santai.

Adara mengernyitkan dahi. "Tapi kita kan nggak boleh keluar gerbang dulu, Zel. Kita sebentar lagi ulangan."

"Nanti kalau kamu ketahuan keluar gerbang, kamu bisa dihukum," tambahnya, mencoba memperingatkan.

Zeline menghela napas. "Tapi nanti takutnya nggak keburu, soalnya setelah pulang sekolah aku ada acara keluarga."

"Jadi mending ambil pesanan kue dulu, biar nggak lupa," lanjutnya.

Adara masih menatapnya dengan ragu. "Bukannya agak jauh ya tempatnya?"

"Ya mau gimana lagi, Adara," sahut Zeline dengan sedikit cemberut.

Adara menghela napas. "Emangnya kamu beli kue buat siapa sih?"

"Hari ini ulang tahun Kak Gavin," jawabnya dengan senyum kecil.

Adara terdiam sejenak. "Bukannya Gavin sedang kuliah ya? Emangnya dia mau ke sini?"

"Setidaknya aku pengen ngerayain ulang tahunnya di sini, meskipun kita LDR," ujar Zeline pelan.

"Kamu effort banget ya, Zel," kata Adara, sedikit kagum.

Zeline tersenyum kecil. "Ya sudah, aku pergi dulu ya."

Tanpa menunggu balasan, Zeline segera melangkah keluar, menyalakan motornya, lalu pergi dengan hati-hati. Kebetulan, satpam sedang tidak ada, dan guru-guru pun tak tampak di luar.

Adara menatap kepergiannya dengan cemas. "Duh, Zeline, aku harap nanti kamu nggak ketahuan, ya," gumamnya. "Andai Gavin tahu, Zeline udah se-effort ini buat ngerayain ulang tahunnya..."

°°°

Setelah berhasil mengambil kue, Zeline kembali ke sekolah. Namun, begitu sampai di depan gerbang, ia mendapati sesuatu yang membuatnya panik, gerbang sudah terkunci.

Zeline mencoba membuka gerbang itu dengan sekuat tenaga, tapi tetap saja tak berhasil.

Tiba-tiba, terdengar suara berat dari belakangnya. "Eh, Neng Zeline, kenapa ada di luar? Bukannya harusnya ada di dalam kelas ya?"

Zeline terkejut dan berbalik. "Mang Toni!" serunya, lalu segera memasang wajah memelas. "Mang, tolong bukain gerbangnya dong, saya mohon."

Satpam itu mengernyit. "Lho, kok bisa ada di luar?"

FOREVER MINE (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang