Chapter 19

1 0 0
                                        

SEMENTARA AKU MENANTI

°°°

°°°

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

°°°

Hari itu, Zeline berada di titik paling lelah dalam hidupnya. Sudah berbulan-bulan Gavin tak menghubunginya. Tak ada pesan, tak ada panggilan, bahkan sekadar kabar singkat pun tak datang. Lelaki yang dulu begitu dekat, kini seakan menghilang tanpa jejak.

Dengan hati berat, Zeline memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di Bandung. Ia mengemas barang-barangnya perlahan, seperti pikirannya yang berjalan setengah sadar.

Setelah semuanya siap, ia masuk ke mobil dan melaju perlahan, membiarkan pikirannya berkelana bersama jalanan yang panjang.

Sesampainya di rumah, sambutan hangat langsung menyergapnya. Kedua orang tuanya dan kakaknya menyambut dengan senyum dan pelukan, membuat dadanya yang sempit sedikit lega. Untuk sesaat, hatinya terasa tenang. Namun ketenangan itu tak bertahan lama bayangan Gavin kembali menyeruak, membuat senyumnya memudar.

Sesampainya di rumah, Zeline disambut hangat oleh orang tuanya. Bunda langsung memeluknya erat.

"Aduh adek, bunda sama ayah kangen banget sama kamu. Udah lama kamu nggak pulang," ucap bunda sambil menepuk punggung Zeline lembut.

"Aku juga kangen, Bun," jawab Zeline sambil tersenyum tipis.

Ayahnya ikut tersenyum, menepuk bahu Zeline. "Gimana kabar kamu selama di sana? Baik-baik aja kan? Ceritain dong sama ayah bunda."

Zeline menarik napas pelan, mencoba menenangkan diri. "Baik, Bun, Ayah. Kalian nggak perlu khawatir kok. Sekarang aku juga udah kerja dan punya toko sendiri, jadi di sini aku nggak akan terlalu lama."

Bunda tersenyum hangat. "Apapun keinginan kamu, kami dukung, asal kamu bahagia dan sehat di sana."

Zeline mengangguk pelan, hatinya terasa hangat. Baru setelah itu ayahnya menatapnya serius tapi lembut.

"Kapan kamu kenalin pacar kamu ke Ayah sama Bunda? Katanya mau dibawa ke rumah." Zeline menelan ludah, hatinya berdebar.

"Kak Gavin sibuk, jadi belum bisa ke rumah dulu," jawabnya singkat.

"Eh, serius kamu udah punya pacar?" tanya Zayren terkejut.

"Hah, kamu nggak bohong kan? Kok udah punya pacar sih," sahut Arka, kakak keduanya.

"Emang kenapa? Gak boleh kah?" Zeline membalas, sedikit kesal.

"Bunda, kok biarin nih bocah pacaran, gimana kalau dapet cowok brengsek?" Arka adu.

Bunda terkekeh. "Ya gapapa adek mu pacaran, orang adek sekarang sudah dewasa kok," ucap Safira santai.

"Dewasa apaan, tubuh kecil gitu dibilang dewasa?" Arka menahan tawa.

FOREVER MINE (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang