*hanya khayalan author.
Beberapa hari kedepan nya mereka berdua masih dengan rutinitas masing masing, phuwin yang berdiam di rumah sesekali mengerjakan pekerjaan rumah di bantu pelayan lain nya. Dan pond yang pergi kerja pagi mau pun siang dan pulang selalu malam.
Disisi phuwin kini ia dengan semangat yang entah datang dari mana selalu berjalan kesana kemarih entah membawa barang atau sekedar berjalan biasa. Phuwin mentap kepala pelayan yang tengah menata barang barang yang baru saja ia bersihkan.
Phuwin berjalan kesana dan memunculkan kepala nya membuat kepala pelayan itu terkejut.
"Astaga!"kaget nya mengelus dada nya.
"Hehe, maaf maaf phuwin sedang bosan. Phuwin ingin membantu mengerjakan pekerjaan rumah"ucap nya menggulung unjung baru nya menatap imut kepada kepala pelayan.
"Tuan phuwin bukan nya sudah mengangkat beberapa barang?"ucap kepala pelayan.
"Ihh itu beda, itu kan barang yang memang mau di taruh di kamar. Phuwin mau bersih bersih!"ucap nya menghentakan kaki nya pelan secara bergantian.
"Aduh tuan phuwin, kami tidak berani tuan phuwin. Jika tuan pond tau saya bisa kena marah"ucap nya.
"Yah udah ga usah bilang bilang"
"Kami ga berani tuan phuwin..."
Phuwin menatap kepala pelayan itu dengan mata yang sudah berkaca kaca, membuat kepala pelayan itu panik harus bagai mana.
"Baik lah tuan phuwin saya mengizinkan, asal tuan phuwin tidak kenapa kenapa"ucap kepala pelayan itu membuat phuwin tersenyum senang lalu pergi dari sana.
Phuwin tengah membersihkan dapur mengelap meja di sana lalu membuatkan sarapan untuk nanti malam, selesai dengan pekerjaan memasak phuwin beralih ke piring kotor mencici nya hingga bersih menyusun nya secara perlahan.
Tiba tiba saja pandangan nya memburam membuat gelas yang ia pegang terjatuh pecah di lantai membuat para pelayan yang ada di sana berlari menahan tubuh phuwin yang oleng hampir tumbang. Mereka bersama sama menjauhkan phuwin terlebih dahulu dari pecahan gelas yang berserakan.
Kepala pelayan segerah datang dengan tangan gemetaran membawa ponsel nya dan menelvon pond dengan panik.
Panggilan telvon terjawab...
"Ad-"
"Tuan pond! Tuan phuwin jatuh pingsan!!"
Tanpa ada balasan telvon segerah mati membuat kepala pelayan itu membantu memindahkan phuwin ke sofa agar lebih nyaman.
Tak butuh waktu lama pintu terbuka kencang, pond berlari kearah phuwin yang baring di sofa memegang tangan phuwin mengecek suhu tubuh yang normal normal saja.
Pond menatap para pelayan di sana termasuk kepala pelayan yang hanya menunduk tak berani menatap tatapan nya.
"Telvon dokter jimmy sekarang juga"ucap pond menatap kearah asisten nya dengan tajam.
"Baik pak"
"Kenapa phuwin bisa seperti ini!?"marah pond menatap kepala pelayan.
"Maaf kan saya tuan pond... tuan phuwin meminta untuk melakukan pekerjaan rumah kepada saya. Saya tak ada pilihan karena tuan phuwin saat itu ingin menangis dan saya mengizin kan nya..."ucap nya takut takut.
"BODOH!"ucap pond ingin berjalan ke arah kepala pelayan itu namun tangan nya di tahan oleh phuwin yang menatap nya sambil menggelengkan kepala.
KAMU SEDANG MEMBACA
perjodohan Pondphuwin
Romance⚠️YANG HOMOPHOBIA MENJAUH⚠️ ALUR CERITA SESUAI MOOD AUTHOR YAH PHI/NONG KU😁 PONDPHUWIN ONLY NA... semoga suka yah bingung soal nya mau buat apa ):) [#🥇lgbtq] [#🥇ohmpawat] [#🥇nanon] [#🥇phuwintangsakyuen] [#🥇earth] [#🥈mix] [#🥈lengso] [#🥇joong...
