Special chapter

12.1K 427 10
                                        

*hanya khayalan author.

Beberapa bulan telah berlalu pondphuwin masih seperti biasa nya, pond tengah duduk di sofa dengan tablet di tangan nya melihat pemasukan perusahan yang ia pegang. Dengan phuwin yang berbaring di bahu nya menonton televisi.

"Phi pond.."panggil phuwin pelan.

"Iya sayang?"jawab pond.

"Phuwin pengen punya teman bicara di rumah, rumah ini sangat sepih jika phi pergi bekerja..."sedih phuwin menatap pond di samping nya yang sudah menatap nya.

"Kamu akan segerah mendapatkan teman untuk bicara sayang, jangan dipikirin dulu. Sabar yah nanti kita buat. Tapi nanti jangan salahin phi kalo kamu ga bisa jalan, dan jangan larang phi untuk tak melakukan semua nya"ucap pond mengecup bibir phuwin.

"Iya engga, terserah phi"

"Yah udah kalo gitu. Phi berangkat kerja dulu yah sayang" cup kecup pond pada dahi sang istir.

"Khap, hati hati phi"ucap phuwin lalu mengantar pond sampai mobil.

Phuwin melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah, ia mendudukkan pantat nya di sofa kembali. Lalu panggilan telvon membuat nya mengambil ponsel nya di atas meja.

Dunk bini joong

"Halo? Ada apa dunk?"

"Phuwin!! Gue mau nunjukin sesuatu. Gue di luar rumah mu sekarang"

"Hah?! Okey bentar bentar gue suruh penjaga bukain gerbang"

Panggilan berakhir...

Phuwin menyuruh penjaga membukakan gerbang untuk dunk dan duduk di sofa dengan santai sambil menunggu dunk yang masuk dengan kotak di tangan nya dan beberapa bungkusan belanjaan.

"Apa ini dunk?"tanya nya menatap dunk yang sudah menaruh barang belanjaan yang ia bawa.

"Gue beli ini buat lo"ucap dunk menyerahkan kotak merah pada phuwin.

"Bukan yang aneh aneh kan?"curiga phuwin.

"Udah buka, biar lo bisa nih"ucap dunk dengan senyum mencurigakan nya.

"Lo kalo macam macam gue bakar rumah lo yah!"ucap phuwin lalu membuka kotak itu ketika ia mendapat paksaan lagi dari dunk.

"SHIAA?! INI APA DUNK?"teriak phuwin laku memukul belakang kepala dunk.

"Awww! Sakit goblok."ucap nya mringis kesakitan mengelus belakang kepala nya yang barusan di pukul phuwin.

"Lo sih! Ini apaan sih?"ucap phuwin.

"Buat nanti malam, godain aja pond kalo habis pulang kerja. Di jamin pond bakal gila liat lo pake ini"

Satu pukulan lagi mendarat di kepala dunk membuat nya kembali meringis.

"Jangan aneh aneh pikiran lo dunk"ucap nya.

"Ga asik lo, dah lah mau liatin itu aja sih. Nah sisa nya lo liat sendiri gue ga mau di pukul sama lo lagi"ucap dunk lalu berlari keluar dari sana.

"Anak sialan!!"kesel phuwin lalu menelaan ludah nya sendiri mengambil barang barang lain nya di dalam kotak belanjaan.

"Shia! Memang gila nih bocah. Baju macam apa ini?, sangat tembus pandang. Fungsi tali ini apa? Percuman sekali baju nya jika bertali kalo ini sudah tembus pandang!"ucap phuwin lalu memasukan baju itu kembali ke dalam lalu membawa semua nya di dalam kamar takut para pelayan yang lain melihat baju tidak jelas yang di berikan dunk.

perjodohan PondphuwinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang