26: Hyper

747 34 4
                                        

YOU POV

Setelah mendengar berbagai masukan dari Jay Park untuk mengurangi perseteruan antar para anggota HARIUM. Aku baringkan tubuhku di kasur Jake Sim kembali, sementara Jay Park keluar dari kamar ini untuk melakukan aktifitas lain . Aku hembuskan napas kasar sambil menatap kosong langit kamar berwarna putih tulang tersebut. Aroma tubuh Jake Sim yang sangat harum tercium kuat di kamar, menempel pada bantal, kasur, hingga guling yang aku peluk erat.

Tak berselang lama, Jake Sim kembali dengan wajah yang babak belur dan rambut berantakan, dari ekspresi wajahnya terlihat sangat berantakan yang mewakili isi hatinya juga.

Diikuti Niki yang berjalan di belakang Jake, sadar atas kehadiran Niki dalam kamar ini, Jake berucap dengan ketus, "Dia milikku hari ini, keluarlah! Nanti malam baru ditentukan lagi giliran siapa selanjutnya!" sukses menghentikan langkah Niki untu...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Diikuti Niki yang berjalan di belakang Jake, sadar atas kehadiran Niki dalam kamar ini, Jake berucap dengan ketus, "Dia milikku hari ini, keluarlah! Nanti malam baru ditentukan lagi giliran siapa selanjutnya!" sukses menghentikan langkah Niki untuk sesaat.

Sebelum Niki yang nekat berjalan menghampiriku lalu berjongkok untuk berbicara denganku yang telah mendudukkan diri di pinggiran kasur ini. "Nuna baik-baik saja?" tanya Niki begitu perhatian, bahkan anak itu sampai menggenggam tanganku yang berada di atas pahaku. Memancing senyuman terukir di wajahku, tanganku pun terulur mengelus wajah Niki di hadapanku dengan lembut, "Nuna baik-baik saja, kau tak perlu khawatir, Niki." ucapku berusaha menenangkan anak ini.

Niki anggukkan kepalanya sebelum berkata, "Jika butuh sesuatu, panggil saja namaku dengan keras, okay nuna?" ucap Niki kemudian mencium tanganku yang sebelumnya mengelus wajahnya, lalu bangkit guna mengecup dahiku dengan lembut. "Terima kasih, Niki." ucapku. Entah mengapa sikap manis yang ditunjukkan anak ini sukses membuat jantungku berdegup sangat kencang. Apalagi saat melihat dari dekat wajah tampannya itu.

Niki pun berjalan keluar dari kamar ini sambil melirik ke arah Jake Sim dengan tatapan nanar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Niki pun berjalan keluar dari kamar ini sambil melirik ke arah Jake Sim dengan tatapan nanar. Aku hanya menatap punggung Niki yang menjauh sebelum merasakan Jake yang kembali berbaring di atas kasurnya, tepat di samping kiriku.

Saking sakitnya tubuh dan luka di wajahnya sampai membuat lelaki itu meringis kesakitan. Aku pun bangkit dari kasur ini, berniat mengambil kotak obat di luar kamar Jake dengan langkah yang tertatih, namun tertahan oleh panggilan dari lelaki itu.

HARIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang