YOU POV
Tiga tahun yang lalu..
Ini tahun pertamaku menjalani kehidupan baru tanpa hadirnya mantan kekasihku bernama Minho. Proses penyembuhan dari trauma yang Minho sebabkan sebenarnya tak berlangsung mudah. Di awal perkuliahan, aku harus menghadapi banyak sekali kesulitan, mulai dari tindakan rasis yang aku terima hingga menjurus ke pembuly-an, adaptasi kurikulum dan cara mengajar yang berbeda antara Amerika dan negara asalku, hingga masalah financial yang terus hadir dalam kehidupanku.
Awal-awal perkuliahan, bagai melalui badai kehidupan yang muncul setelah badai lain yang menghancurkan hidupku. Tanpa aku sadari, aku begitu terhanyut dalam kebingungan dan kesusahan yang tercipta oleh keadaan hingga hadirlah seorang lelaki blonde keturunan Amerika asli yang mampu menarik tanganku keluar dari pusaran badai itu. Dia adalah Rudy Pankow, teman satu kerjaan dan seumuran denganku.
Awalnya aku memandang anak ini sebagai pribadi yang ceroboh dan impulsif, sangat berbanding terbalik dengan sifatku dahulu yang sangat pasif dan pendiam. Rudy penuh dengan energi yang mampu membangkitkan semangat untuk orang di sekitarnya. Itulah yang aku rasakan saat lelaki itu memaksa masuk dalam hidupku yang sepi.
Rudy hadir setelah dua bulan aku sampai di negara adidaya tersebut, dia terus berusaha dekat denganku sebagai teman dan rekan kerja yang perhatian. Hingga perlahan sifat dinginku ini luluh padanya. Rudy ajak aku menikmati kehidupan ini dengan cara yang berbeda, tentu tanpa melupakan kewajibanku sebagai mahasiswa pascasarjana yang menerima beasiswa full dari pemerintah.
Hari-hari yang semula terasa sangat berat untuk aku lalui perlahan terasa menyenangkan setelah kehadiran Rudy dalam hidupku. Pagi, aku hadir di dalam kelas untuk menuntut ilmu. Siang hingga sore harinya aku bekerja di restoran yang sama dengan Rudy. Disaat malam tiba, Rudy pantau diriku yang berusaha menurunkan berat badanku, namun tak jarang Rudy juga mengajakku menikmati waktu bersama, hanya berdua melakukan berbagai kegiatan yang tak pernah aku lakukan selama di Korea.
Entah berkeliling kota dengan menggunakan motor besarnya hingga bersenang-senang di sebuah bar atau menghadiri pesta di rumah teman-temannya.
Hingga kami merasa hubungan di antara kami terasa semakin intim, kami hampir kelepasan menikmati tubuh satu sama lain, namun momen indah tersebut berhasil aku hentikan berkat trauma yang kembali hadir dalam hidupku.
Padahal, aku merasa telah berbulan-bulan melupakannya berkat kehadiran Rudy dalam hidupku. Namun, malam itu ingatan buruk kembali hadir yang membuatku akhirnya berani menceritakan segalanya pada Rudy.
Lelaki itu memang terlihat seperti memahami kondisiku, tapi aku tahu benar Rudy begitu marah setelah mendengar masa laluku yang kelam. Aku tak tahu pasti, ia marah karena aku menolak berhubungan badan dengannya atau karena kenyataan menyakitkan itu. Tapi sikap dan perlakuan Rudy tak berubah sedikitpun padaku, bahkan ia malah semakin perhatian dan tak ingin kehilangan kabar dariku barang satu jam saja.
Sangat berbanding terbalik ketika bertemu dengan orang lain atau lelaki lain yang berusaha dekat denganku, barulah sikap agresif dan impulsif Rudy hadir sebagai dorongan ingin melindungi ku seutuhnya. Padahal, sikap itu juga tak muncul setelah dekat denganku beberapa bulan terakhir. Kenyataan dari masa laluku yang kelam seolah dapat membangkitkan mode bertahan hidup yang keras bagi lelaki itu.
Sikap dan kemarahan itu juga yang membawa Rudy mendekam di balik jeruji besi.
Tepat setelah satu tahun aku mengenal Rudy, kami menghabiskan waktu libur seharian penuh bersama, hingga malam harinya aku diajak Rudy menghadiri sebuah balapan liar antar berandal kaya di kota tempat aku menimba ilmu. Tak aku duga, Rudy menaruhkan seluruh gaji yang baru saja ia dapatkan dari restoran tempat kami bekerja sebagai hadiahnya.
Dia yakin akan memenangkan pertandingan tersebut. Walau dicurangi menggunakan berbagai cara, Rudy memang berhasil memenangkan pertandingannya dan memenangkan semua hadiah yang dipertaruhkan sejumlah 5.000 usd.
Angka yang luar biasa untuk kami dapatkan dalam satu malam. Namun, suasana bahagia kami berhasil di hancurkan oleh seorang pria bersurai blonde dan terkenal tajir di daerah ini. Pria itu tak terima dan berusaha menuduh Rudy melalukan berbagai kecurangan. Aku yang tak terima atas tuduhannya pun berusaha membela Rudy sambil berusaha menahan agar lelaki itu tak tersulut emosinya. Benar saja, Rudy mau menuruti permintaanku yang tak perlu mendengarkan ucapan pria itu hingga ujaran kebencian dari pria itu mulai tertuju padaku!
"Terimalah kekalahanmu, agar aku bisa merasakan kekasih asiamu itu juga! Bukankah uang yang kau taruhkan itu tak sebanding dari kekasihmu tersebut?!!" Aku masih mengingat jelas kalimatnya walau telah tiga tahun berlalu.
Detik itu juga, Rudy tersenyum remeh lalu berbalik badan dan memukul secara membabi buta pria bersurai blonde tersebut. Memaksaku teringat akan kelakukan Minho yang memukulku secara brutal juga dahulu. Bukankah semua lelaki sangat mengerikan? Walau aku sadar benar yang Rudy lakukan semua demi membela diriku.
Walau kami telah berusaha, tetap tak bisa menghentikan Rudy yang mengamuki pria itu. Hingga keduanya berhasil di lerai oleh beberapa penonton balapan, tapi Rudy yang terpancing emosinya pun mengambil sebuah kayu yang entah bagaimana bisa berada di arena balapan dan memukulkan kayu tersebut secara berulang kali ke sekujur tubuh pria blonde itu.
Pria itu memang tak mati, tapi ia mengalami patah tulang lengan, jari hingga paha, bahkan ada tulang rusuknya yang retak juga berkat amukan Rudy. Sialnya, orang tua dari pria bersurai blonde itu merupakan seorang jaksa terkemuka di daerah ini. Pada akhirnya uang yang Rudy dapatkan dari balapan, ia gunakan untuk meringankan hukuman berkat sifat impulsif yang ia turuti. Dari yang semula dua tahun menjadi satu tahun tahanan penjara.
Lima bulan setelah Rudy ditahan, aku begitu rajin mengunjungi lelaki itu setiap minggunya, hingga polisi memberitahu kalau Rudy ditempatkan pada sel tahanan khusus setelah membuat keributan dan perkelahian antar sesama tahanan. Keadaannya tak memungkinkan Rudy bertemu dengan orang luar lain lagi sampai masa tahanan lelaki itu berakhir, termasuk diriku
Pada akhirnya semua orang juga akan meninggalkan aku seorang diri, ditambah lagi kejadian pemukulan secara brutal yang Rudy lakukan semakin membuatku merasa trauma pada lelaki dominan yang cenderung kasar. Aku sempat terpikirkan ingin menyukai wanita saja, namun setelah membayangkan para lelaki berwajah tampan atau cantik tunduk padaku, terasa lebih menyenangkan ketimbang menjilat milik sesama wanita.
Rasa takut atas sikap kasar dan brutal yang Rudy lakukan kemarin, tetap tak bisa membuatku membenci lelaki itu. Aku malah merasa sangat bersalah padanya, itulah sebabnya aku berusaha menulis banyak sekali surat untuk Rudy yang aku kirimkan melalui sipir penjara hingga akhirnya aku berhasil lulus dari perkuliahanku.
Tak ada alasan lagi untukku menetap di Amerika Serikat, tapi aku berjanji akan bertemu dengan Rudy lagi suatu saat nanti. Walau kehadiran Rudy malah menambah rasa trauma dan tak percaya yang aku rasakan pada lelaki dominan maskulin seperti dirinya. Hanya saja, Rudy berbeda. Ia tak pernah memaksa bahkan menyakitiku, ia brutal pada orang lain yang mengusik ketentraman hidupnya dan orang-orang yang dia cintai, termasuk diriku.
Itulah sebabnya aku juga harus melakukan pembelaan yang berbeda walau rasa takut atas perilaku brutal dan impulsif darinya kembali menghantui diriku. Tetapi, bukankah lebih banyak keunggulan yang Rudy miliki dari kebanyakan lelaki di lingkungan ini? Sampai kapanpun tak akan ada yang bisa menggantikan posisi Rudy dalam hidupku atau bahkan membuatku lupa atas berbagai momen yang kami lalui bersama. Termasuk Jungwon!
"Jadi tolong kembalikan handphoneku, Jungwon!" pintaku setelah menceritakan secara detail mengenai alasan Rudy di penjara berkat membela diriku pada seluruh anggota HARIUM.
TBC
KOMEN DONG🤏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
HARIUM
Romance[🔞] HARIUM adalah lingkungan buatan manusia yang memiliki anggota bernama Heeseung, Jay, Sunghoon, Jake, Sunoo, Riki dan dirimu. Seluruh kegiatan, hubungan antar manusia hingga percintaan akan sepenuhnya diatur oleh seseorang yang menyebut dirinya...
