31: Rudy

371 28 12
                                        

YOU POV

Setelah melakukan kesepakatan dengan Jungwon, aku hubungi kembali teman lamaku bernama Rudy untuk membuat janji temu esok hari. Kami berencana menghabiskan waktu seharian penuh bersama karena Rudy ternyata hanya berlibur selama empat hari di Korea.

Sementara esok hari merupakan hari ketiga ia berada di negara ini. Beruntungnya Rudy berkunjung tak seorang diri, ia membawa seorang temannya bernama Drew Starkey yang merupakan teman dekat lelaki itu sedari kecil. Aku juga mengenal Drew karena beberapa kali, Rudy mengajakku hangout bersamanya selama tinggal di Amerika Serikat.

Hingga tibalah hari yang aku tunggu tiba. Aku kenakan pakaian sebagus dan senyaman mungkin untuk menghabiskan hari bersama Rudy, tak lupa dengan membawa beberapa keperluanku seperti pembalut ganti, make up, parfum dan tak lupa handphone milikku.

Setelah aku keluar dari kamar tidurku, aku turun menuju lantai utama ruman ini yang ternyata sudah dalam kondisi ramai. Semua anggota Harium telah bangun dari tidurnya, bahkan mereka juga telah siap menggunakan pakaian jalan mereka masing-masing. Aku yang bingung pun bertanya, "Wah, pada mau kemana ini?" sekedar berbasa-basi karena setahuku hanya Jay Park yang akan menemaniku menemui Rudy hari ini.

"Memantaumu dari kejauhan nuna. Kami akan ikut di setiap kegiatanmu bersama teman amerikamu itu!" ucap Jungwon sukses membuatku terkejut sampai tertawa saking tak menyangkanya akan kegilaan yang mereka lakukan, "Tak perlu berlebihan seperti itu, kan ada Jay Park yang menemaniku. Kalian sibukkan diri dengan kegiatan masing-masing aja, tak perlu memantauku dari kejauhan seperti itu!" ucapku sambil berjalan menghampiri Jay Park yang ikut berkacak pinggang melihat teman-temannya.

"Tak bisa, aku tak bisa tenang membiarkan aset utama kita berkeliaran bersama lelaki yang dia sukai. Sudah cukup sabar kami atas interaksimu bersama Sunoo. Kali ini, jika kau tak menuruti perintah kami. Akan kami jadikan hukuman di kemudian hari!" Itu Jake Sim yang berkata demikian sambil menghisap rokok elektrik di tangannya dan duduk bersandar di sofa ruang tengah rumah Harium.

Jika sudah Jake Sim yang bebicara, aku tak berani sekedar menjawab apalagi sampai menolak ucapannya. Aku hanya bisa menghembuskan napas kasar sambil menoleh ke arah Sunoo yang duduk masih menggunakan pakaian tidur di tubuhnya.

"Sayangku, Sunoo, tak ikut?" tanyaku berniat menghampiri Sunoo yang masih mengantuk sebelum Jay Park tahan tubuhku dengan melingkarkan tangannya di pingganku.

"Ingat, tak ada interaksi dengan Sunoo sebelum jadwalnya. Dia tak akan ikut, dia yang akan menjadi kunci untuk mempertahankanmu, nuna!" jawab Jungwon begitu tegas. Aku sempat bertujar tatapan sedih bersama Sunoo sebelum lelaki itu kembali menundukkan kepalanya.

"Ingat, tak ada pelukan, ciuman, pegangan tangan, ungkapan cinta, dan skinship berlebihan. Jika nuna masih tak mendengarkan perintah kami, akan kami hitung jumlah pelanggaran nuna yang akan menjadi hukuman nuna setelah selesai datang bulan!" ucap Jungwon yang hanya ku jawab dengan anggukan kepala lemas.

Aku hembuskan napas berat sebelum Jay Park bawa tubuhku menghadap dirinya. Lelaki itu tangkup wajahku menggunakan kedua tangannya sebelum berkata, "Aku tak akan bersikap agresif, tapi diam-diam aku akan menghitung jumlah perlanggaranmu nanti nuna. Tanamkan lah dalam hati dan pikiranmu kalau aku adalah kekasih yang harus kau jaga perasaannya, jika tidak kau harus siap menerima hukuman berat dari kami." ucap lelaki itu dengan nada yang lembut dan diakhiri kecupan basah di bibirku. Sangat berbanding terbalik dengan inti ucapannya yang seolah mengancam diriku.

Setelah mengenakan airpods HARIUM, memasang kamera tersembunyi di bajuku agar dapat menangkap pemandangan yang aku lihat, dan memastikan chip dalam tubuhku berfungsi dengan baik. Barulah kami meninggalkan rumah Harium untuk pertama kalinya sejak terjebak dalam lingkungan ini

HARIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang