30: Pacar

341 30 4
                                        

YOU POV

"Jadi tolong kembalikan handphoneku, Jungwon!" pintaku setelah menceritakan secara detail mengenai alasan Rudy di penjara berkat membela diriku pada seluruh anggota HARIUM. Sukses membuat semua orang terdiam, termasuk Sunoo dan Jake yang telah selesai dengan kegiatannya dan ikut berdiskusi bersama kami di ruang tengah rumah ini.

Hening, tak ada satu orang pun yang berbicara. Mereka hanya saling pandang sebelum aku beranikan diri menghampiri Jungwon yang sedang duduk di sofa ruang tengah bersama Heeseung dan Niki di kedua sisinya.

Aku kuatkan diri untuk duduk dalam posisi bersimpuh di antara kedua kaki Jungwon lalu mengatakan, "Please Jungwon, kembalikan handphone-ku dan izinkan aku menemui teman lamaku. Dia sudah jauh-jauh datang ke Korea demi aku, tak mungkin aku menelantarkannya begitu saja." pintaku dengan sangat sambil menatap mata Jungwon yang mulai merubah posisi duduknya. Ia semakin lebarkan kedua kakinya untuk memberiku tempat agar semakin mendekat ke arahnya. Tak lupa Jungwon dekatkan pula wajahnya dengan senyuman menang yang terukir di wajahnya.

Aku tak peduli, walau ekspresiku saat ini terlihat seperti menahan rasa sakit. Aku sudah berjanji pada Rudy, maka harus aku tepati janji itu menggunakan berbagai cara, termasuk memohon seperti ini pada Jungwon. Bukankah lelaki sepertinya menyukai saat wanita memberikan sikap seperti ini, alih-alih menunjukkan sikap tegas dan keras padanya?

Aku telah membuang seluruh kewarasanku untuk memohon sampai berlutut di hadapan Jungwon seperti ini, namun tetap saja ia menolak dengan ucapan, "Tidak! Aku tak akan memberikanmu celah kabur dari lingkungan ini, nuna! Kau bisa saja kabur ke Amerika bersamanya-" ucapan Jungwon itu sukses membuatku tertawa paksa. Rasanya, aku begitu muak dengan keadaan ini. Aku sudah merendahkan diri demi memohon pada anak itu, tetap saja ia tak memberikan izin padaku bertemu dengan Rudy!

Dengan tubuh yang bergetar menahan sakit, aku pun bangkit guna berjalan menghampiri Sunoo yang duduk di sofa lain bersama Jake Sim.

"Harus berapa kali aku katakan padamu? Aku tak akan meninggalkan lingkungan ini tanpa Sunoo, Jungwon. Aku bertahan juga karena dirinya, jadi kenapa kau begitu takut aku kabur selama Sunoo masih bergabung dalam lingkungan ini?" tanyaku sambil menatap mata Sunoo yang menyiratkan banyak sekali arti mendalam. Lelaki itu raih kedua tanganku yang telah berdiri di depannya, kemudian Sunoo tuntun tubuhku untuk duduk di atas pangkuannya dalam posisi menyamping.

Tak lupa aku elus wajah tampan anak ini sebelum mencium bibirnya di depan semua orang, termasuk Jake Sim yang telah mencampakkan diriku setelah berhasil mengukir semua rasa sakit di tubuhku. Sial! Aku masih mengingat perlakuannya barusan saat tamu bulananku datang yang membuatku tak bisa lagi melayani nafsunya.

"Tetap saja, aku tak akan membiarkanmu keluar tanpa kami semua, apalagi bersama teman yang jelas-jelas menyukaimu, nuna!" ucap Jungwon bersikeras. Sementara diriku sempat saling bertukar tatapan dengan Jake di dekatku sebelum aku nekat menangkup wajah Sunoo lagi untuk mengatakan, "Love you, Sunoo". Begitu pelan namun berhasil membuat Jake Sim marah besar sampai bangkit dari sofa ini lalu menendang meja yang berada di tengah kami.

Sunoo sempat terlonjat kaget sebelum balik menatapku sambil mengeratkan pelukannya di tubuhku, "Love you more, nuna". Sukses mengembangkan senyuman di wajahku, rasanya aku begitu bangga setelah Sunoo berhasil memberanikan diri menunjukkan kemesraan kami di depan seluruh temannya. Hingga Sunoo satukan kembali bibir kami kembali dalam ciuman penuh kasih sayang.

Tiba-tiba, berdiri seorang laki-laki yang terlihat muak atas interaksi mesra kami di depan mereka semua. Ya, interaksi intim antara diriku ternyata tak hanya membuat Jake Sim panas.

"Bagaimana jika kita berikan kesempatan pada Nuna membuktikan ucapannya? Tapi dalam pengawasan kita juga, kau tunjuk satu orang untuk menemaninya bertemu dengan orang Amerika itu lalu nuna harus mengaku sebagai kekasihnya. Bagaimana?" saran Sunghoon yang ternyata berdiri sambil menatap tak suka ke arah diriku dan Sunoo.

Membuatku tertawa sebelum mendudukkan diri di sofa samping Sunoo. "Terserah saja, yang penting kau kembalikan dulu handphoneku lalu izinkan aku bertemu dengan Rudy!". Langsung aku setujui saran Sunghoon tersebut sambil menatap ke arah Jungwon yang mulai kehilangan senyum di wajahnya.

"Jangan Sunoo, dia harus tetap di rumah ini sebagai jaminan jika nuna kabur bersama temannya itu!" Heeseung selaku lelaki yang paling tua diantara mereka bukannya menenangkan para adik-adiknya malah menambahkan saran yang merugikan diriku. Aku maunya pergi bersama Sunoo kok, aku tak ingin mengenalkan anggota lain sebagai kekasihku selain bersama Sunoo!

"Jangan pernah biarkan mereka pergi berduaan saja, hyung! Mereka pasti telah merencanakan kabur dari lingkungan ini!" ucap Niki bagai bensin yang memperkeruh suasana di antara kami. Membuat Jungwon semakin sulit mengambil keputusan, namun dari sorot matanya terlihat kalau keteguhannya mulai melunak setelah mendengar saran-saran dari temannya.

"Baiklah, aku izinkan kau bertemu dengan Rudy. Tapi ada banyak syarat yang harus kamu penuhi nuna. Pertama, interaksi antara dirimu dan Sunoo harus kami batasi agar ta-" belum selesai Jungwon berbicara. Aku langsung memeluk tubuh Sunoo erat, sama halnya dengan Sunoo yang balik memelukku erat agar tak ada yang dapat memisahkan kami berdua. Dalam pelukan lelaki ini aku terpikirkan sebuah pertanyaan yang aku yakin malah semakin membangkitkan rasa cemburu anggota lain pada kami.

"Syarat itu sangat berat, Jungwon. Lebih baik aku telepon saja Rudy dan mengabarkan tak bisa bertemu dengannya ketimbang aku tak boleh berinteraksi dengan Sunoo." ucapku dalam pelukan Sunoo bahkan tanpa menatap anggota manapun kecuali lelaki berwajah manis ini. Aku tak benar-benar ingin membatalkannya, hanya ingin melihat reaksi dari mereka. Rasanya begitu berat jika interaksi kami harus dibatasi seperti itu, aku ingin sekali menghabiskan banyak waktu bersama Sunoo!

"Walaupun kau tak jadi bertemu dengan Rudy. Interaksi kalian harus tetap kami batasi nuna karena kalian sudah terang-terangan menunjukkan ketertarikan lebih yang mengarah ke perasaan cinta!" ucap Jungwon yang langsung aku jawab dengan gelengan kepala. Sementara Sunoo malah mencium puncak kepalaku lembut sambil mengelus belakang kepalaku penuh kasih sayang.

"Syarat yang kedua, kau harus mengajak salah satu diantara kami untuk kamu kenalkan pada Rudy sebagai kekasihmu!" ucap Jungwon kembali meneruskan pembahasan sebelumnya sementara aku hanya terus menenggelamkan wajahku pada dada Sunoo.

"Yang ketiga, kau harus mengenakan airpods yang tersambung pada kami. Tak ada pelukan, seks, ciuman bahkan sentuhan berlebihan dengan Rudy. Jika kau tak bisa menjaga dirimu sendiri, maka anggota lain yang akan mengambil sikap tegas dengan memberikan hukuman padamu. Setelah kau selesai datang bulan tentunya!" ucap Jungwon peelahan bangkit dari duduknya lalu mengambil sebuah botol alkohol yang hampir habis di meja makan rumah ini.

Kemudian, ia panggil juga Jake di dalam kamarnya melalui pengeras suara. Sambil menunggu Jake datang, Jungwon habiskan alkohol yang tersisa dalam botol tersebut lalu meletakkannya di atas meja antara sofa ruang tengah yang kami duduki.

"Kita akan menentukan siapa yang akan menjadi kekasih nuna untuk dikenalkan pada Rudy. Siapapun yang terpilih harus mengawasi nuna secara full dan bersikap seolah menjadi kekasih nuna yang asli! Kalian mengerti?" tanya Jungwon pada teman-temannya. Jake yang telah tiba pun hanya berdiri sambil melipat tangan di depaj dadanya. Sebelum memulai putaran, Jungwon sempatkan mengatur posisi anggota yang lain untuk mengelilingin meja tersebut.

Setelah itu, barulah botol memutar dan berhenti tepat menghadap,

"JAY PARK! Kebetulan sekali, kau sempat tinggal di Amerika Serikat kan hyung? Berarti kau dapat dengan mudah membaur dalam obrolan mereka. Manfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin dan jangan lengah untuk terus mengawasi mereka. Kau berhak memberikan hukuman apapun pada nuna jika kamu rasa interaksi mereka berlebihan." ucap Jungwon langsung memberikan arahan pada Jay Park selaku lelaki yang teepilih untuk menjadi kekasihku.

Sementara Sunghoon yang merasa tak terima tiba-tiba menyenggol meja tersebut untuk pergi dari ruangan ini. "Kalian harus terima keputusannya karen-" belum selesai Jungwon berucap, Jake langsung menyela dengan umpatan, "Keparat! Tak usah banyak omong, lebih baik kau batasi interaksi mereka sekarang sebelum aku hancurkan wajahmu, Jungwon!" ancam Jake pada Jungwon sambil menunjuk ke arah diriku dengan Sunoo. Sukses membuat pelukan kami terlepas dan rasa takut kembali menyelimutiku.

Untunglah bukan Jake Sim, jika tidak bisa habis aku dimanfaatkan dan digunakan oleh anak itu. Sialan!

TBC

HARIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang