[🔞] HARIUM adalah lingkungan buatan manusia yang memiliki anggota bernama Heeseung, Jay, Sunghoon, Jake, Sunoo, Riki dan dirimu. Seluruh kegiatan, hubungan antar manusia hingga percintaan akan sepenuhnya diatur oleh seseorang yang menyebut dirinya...
Sekujur tubuhku terasa begitu sakit, terutama pada bagian perut hingga kaki yang membuatku terbangun dalam kondisi meringis kesakitan saat berusaha melepaskan diri dari pelukan Sunghoon. Saat aku membuka mata, ekor mataku seperti menangkap keberadaan seseorang yang berdiri menatapku di samping kasur ini. Tepat di samping tubuh Sunghoon yang masih terlelap dalam posisi menghadap diriku.
Aku pun beranikan diri menoleh ke arah lelaki itu, ternyata dia adalah Jake Sim yang menatapku penuh amarah sampai membuat tubuhnya bergetar tak karuan. Ekspresi Jake persis seperti yang lelaki itu berikan padaku tadi malam saat ia lampiaskan seluruh amarahnya. Membuat keringat dingin perlahan keluar membasahi tubuhku, jantungku berdegup sangat kencang bahkan tubuhku refleks bangkit dari posisi berbaring demi meredakan amarah yang Jake rasakan.
Benar saja, Jake perlahan mendekat ke arahku dan membuat gerakan tak terduga dengan menggendong tubuhku keluar dari kamar tanpa menciptakan suara gaduh. Beruntungnya cuaca buruk diluar dapat menutupi suara langkah kaki dan suara pintu yang Jake buka secara perlahan.
Aku tahu benar kekuatan tangan lelaki ini, sangat luar biasa jika dibandingkan dengan tubuhnya yang tak terlalu besar. Itulah sebabnya Jake terlihat tak kesusahan saat membawaku naik menuju kamar miliknya. Satu per satu anak tangga ia naiki sambil tak henti memperhatikan wajahku saat aku tumpu tubuhku dengan melingkarkan tangan pada leher Jake.
Kejadian ini terjadi begitu cepat dan tubuhku tergerak untuk terus menuruti semua keinginan Jake walau lelaki itu belum mengutarakan niatnya. Seolah aku dapat memahami arti dari tatapan Jake yang penuh dengan amarah, aku hanya tak ingin menjadi pelampiasan lagi atas amarah yang ia rasakan. Sekujur tubuhku rasanya sudah tak sanggup menerima rasa sakit yang lebih dahsyat lagi. Aku menyerah dan memilih mengalah atas segalanya.
Jake letakkan tubuhku secara perlahan di atas kasur miliknya. Setelah itu, lelaki itu dudukkan dirinya di pinggiran kasur ini. "Kenapa pindah?" tanya Jake begitu singkat tapi aku yakin berkat kejadian itulah amarah lelaki itu bangkit kembali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku tundukkan kepalaku lalu menjawab, "Semalam, tubuh nuna sakit sekali sampai tak bisa tidur. Nuna berusaha bangkit untuk mengambil handphone nuna, tapi kaki nuna begitu lemas sampai terjatuh ke lantai. Nuna sudah berusaha membangunkanmu, Jake. Tapi kamu tidur begitu lelap, tak lama Jay Park datang dan membawa nuna kembali ke kamar nuna. Dia berikan nuna obat pereda nyeri dan Sunghoon-" ucapanku Jake sela dengan ucapan penuh kekecewaan.
"Kau tak menuruti perkataanku, nuna." sesal lelaki itu, sontak membuatku menaikkan wajahku agar tatapan kami bertemu. "Nuna sudah berusaha membangunkan mu Jake, maafkan nuna." penuh penyesalan. Bahkan, aku tak segan menampilkan sisi lemah ku pada lelaki ini agar ia mau memaafkan diriku dan meredakan amarah yang dia rasakan.
Aku bahkan sampai menggenggam kedua tangan Jake setelah sadar lelaki ini membuang pandangannya dariku. "Kenapa tak berteriak saja, pasti aku akan bangun!" ucap Jake yang langsung ku jawab dengan anggukan kepala. "Maafkan nuna, Jake. Maaf, nuna janji tak akan mengulanginya lagi." Tanpa sadar, aku terus meminta maaf karena takut Jake gelap mata saking merasa marahnya padaku.