Extra chapter 2

6.8K 164 6
                                        

"Kalian tau? Di saat dirinya hamil, Deliza sudah akan mengatakan padaku jika ia hamil anak ku, namun di saat ia akan mengatakan hal tersebut, Liliana hamil dan keluarganya mendatangi kami untuk meminta pertanggungjawaban. Rahasia yang coba aku tutup rapat dari Deliza akhirnya ia ketahui hari itu" lirihnya di sertai Tangisan lirih.

Keempat sahabatnya menatap prihatin pada Robert, menjadi Robert benar-benar sulit. Dan Zio merasa bersalah pada apa yang menimpa Robert.

Karna bagaimanapun tujuan yang di targetkan sejak awal adalah dirinya, namun pada akhirnya justru menerpa sahabatnya tersebut. Di satu sisi ia merasa bersyukur karena bukan dirinya yang terjebak saat itu.

Namun rasanya tidak pantas bukan ia merasa bersyukur sedangkan sahabatnya lah yang mendapatkan musibah tersebut.

Sekali lagi, Zio menyayangkan dirinya yang tak menyingkirkan wanita itu dari awal. Seandainya wanita itu tidak ada, maka tidak akan ada tragedi seperti ini dalam hidup mereka.

Aleena tidak akan sakit dan terpuruk karna hilangnya Putri mereka, putrinya tidak harus menjalani kehidupan penuh kesulitan di jalanan, dan Robert tidak harus berpisah dengan kekasih dan putrinya.

Namun, jika takdir ini tidak berjalan seperti ini maka Aziel tidak akan hadir di tengah-tengah mereka. dan jiwa Ziana mungkin tidak akan ada di kehidupan mereka. Sekali lagi, Zio memikirkan jalan takdir yang memang sudah terjadi.

Menghembuskan nafasnya, Zio menuangkan segelas wine untuk sahabatnya tersebut dan di terima oleh Robert.

"Setelah tau kenyataan jika Sherina adalah putriku, aku tanpa pikir panjang mengajak Deliza dan Sherina untuk pulang bersamaku ke Itali. Awalnya Deliza menolak, ia tak ingin masuk kedalam permasalahan keluargaku"

"Dirinya tak tau pada apa yang terjadi di sini, hingga pada akhirnya aku menjelaskan jika aku telah bercerai dengan Liliana dan menceritakan apa yang terjadi pada Aziel"

"Pada akhirnya Deliza mau ikut kembali bersamaku. Karna kami juga memikirkan masa depan Sherina" jelasnya panjang.

"Tapi kau tidak memikirkan Aziel!" Tajam Damian.

"Kau tidak memikirkan bagaimana tanggapan Aziel saat melihat mu membawa seorang wanita dan anak seusia dengannya!"

"Kau tidak memikirkan bagaimana rasanya berada di posisi Aziel. Atau kau memang tak menganggap Aziel ada dan hanya memikirkan putrimu bersama kekasihmu!" Ucap telak Damian mengenai ulu hati Robert.

Ini nomor WhatsAppnya : 083865330588

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Ini nomor WhatsAppnya : 083865330588

Pembayaran via Dana

Ziana Second Life (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang