19. Mencoba.

293 64 15
                                        

Kembali kepada Gito, Gito duduk gelisah, jemarinya mengetuk-ngetuk meja tanpa pola. Pikirannya masih kusut karena pertengkaran dengan pacarnya terus bergema di kepalanya. Namun, di tengah ketegangan yang menyesakkan dada, ada satu hal yang tanpa sadar membuatnya tersenyum kecil.

Chika.

Gaya jamet-nya yang apa adanya, celetukannya yang asal tapi jujur, entah bagaimana berhasil mencairkan sedikit kebekuan dalam dirinya. Mereka memang hanya mengerjakan tugas, tapi kehadirannya membawa semacam distraksi yang Gito tak tahu apakah harus disyukuri atau justru diwaspadai.

Begitu tugas selesai, Gito segera berpamitan. Ia melangkah cepat meninggalkan tempat itu, menuju warkop langganannya, tempat di mana biasanya ia bisa tertawa lepas bersama teman-temannya. Tapi malam ini, langkahnya terasa lebih berat. Entah karena pertengkaran yang masih menggantung, atau karena senyum kecil yang sempat muncul tadi, meski ia tak ingin mengakuinya.

"Nah dateng tuh si tolol" Ucap Dheo saat Gito turun dari motornya dan mendapati teman-temannya telah berkumpul lebih dahulu, ia pun mengangkat alisnya, kebingungan apa maksud teman nya.

Daniel pun mendapati Gito yang kebingungan segera menjelaskan "Gua ceritain ke mereka soal kelakuan lu yang gaada akhlak nya itu"

Gito pun duduk, Lucas hanya tertawa melihat kelakuan teman-teman nya yang memojokkan Gito. Gito pun segera membuka mulutnya untuk berargumen, 

"Coba deh, gini," suara Gito terdengar tenang, tapi ada bara yang masih membara di balik nada bicaranya. "Bayangin, Indah sibuk banget. Ke lu itu cuman bisa nyempetin 1-3 jam sehari, itu juga di chat. Kalau pun anter jemput, dia sering ketiduran karena capek. Eh, tiba-tiba lu liat dia duduk berdua, ketawa-ketawa sama cowok lain. Gimana rasanya?"

Ia menyandarkan punggungnya, matanya menatap tajam ke arah teman-temannya, menunggu respons. Hatinya masih menggebu, tapi ia berusaha tetap terlihat tenang. Namun, genggaman tangannya di atas meja yang semakin erat mungkin sudah cukup jadi bukti bahwa sebenarnya, ia jauh dari kata tenang.

Dheo mendengus, menatap Gito dengan ekspresi malas. "Bro, lu tuh... Gua sampe speechles deh menurut gua ini berlebihan banget, hal simple begitu, cemburu? oke ga perlu sampai segitunya."

Daniel ikut menimpali sambil menyilangkan tangan. "Serius deh, lu tuh kayak bocah. Shani lagi persiapan UTBK, otaknya udah mau meledak sama soal-soal itu, terus lu malah ributin hal gak penting?"

Gito menyipitkan mata, tapi sebelum dia sempat menyela, Lucas yang dari tadi diam akhirnya buka suara.

"Terus lu ribut karena dia ketawa-ketawa sama Vino?" Lucas menggeleng, terkekeh pelan. "Bro, itu mentor dia. Mentor. Bukan gebetan, bukan cowok yang ngedeketin dia. Lagian, emang harusnya belajar tuh tegang mulu?"

Gito mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba meredam kekesalan yang masih mengganjal di dadanya. "Gua bukannya gak percaya sama Shani." Suaranya terdengar lebih dalam dari biasanya, ada ketegangan yang tak bisa disembunyikan. "Tapi gua bisa lihat, Vino itu jelas-jelas naksir sama dia."

Lucas mengangkat alis, tertarik. "Cenayang lu? Sok tau banget lu."

Gito mendengus, mencondongkan tubuhnya ke meja. "Cara dia ngomong ke Shani, body language dia, cara dia natap Shani, terus selalu ada waktu buat dia walau sibuk? Itu udah jelas banget."

Daniel tertawa pendek. "Jadi kalo cowok baik sama cewek, berarti otomatis naksir? Gila lu."

"Enggak semua, tapi lu bisa ngebedain mana yang tulus, mana yang ada maunya." Gito menggeleng, ekspresinya serius. "Dan gua liat itu di Vino."

Dheo menyeringai sinis. "Dan karena itu, lu ngomong ke Shani seolah-olah dia cewek murahan?"

"Bukan begitu maksud gua, lu harusnya paham bahwa gua sama Shani gaada fase pdkt, kan lu yang bikin gua jadian sama dia lewat event sekolah waktu itu, wajar ga kalo gua takut dia suka sama orang lain yang actually ada untuk dia, lebih tua, lebih mapan, lebih pinter... Gua cuman berusaha ngomong yang sejujur-jujurnya" Bela Gito untuk diri nya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 06, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Masa Sekolah Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang