HAIIIIIII! Lejaa lama banget nggak up, berapa minggu ya? hampir satu bulan ya? hehehe, maaf ya🥰 Seperti biasa lejaa lupa kalau punya tanggungan disini🗿 Tapi‼️ sekarang lejaa updateeee!! huraaa🥳
EITSSS‼️ sebelum baca, jangan lupa VoTe‼️ jangan ketinggalan okehhh‼️ btw, lejaa juga punya cerita baru nih, jangan lupa mampir yaa🥰🥰
HAPPY READING
Beberapa minggu terlewati. Hari-hari demi hari terus berjalan, waktu kini menunjukkan pukul 9 malam tepat. Juna menatap langit-langit malam. Awan hitam itu mengepung kota. Kilat putih muncul dari gumpalan awan hitam itu. Sepertinya hujan akan turun segera. "Selamat ulang tahun, Ra.." Gumamnya menatap awan hitam pekat itu.
"Siapa yang ulang tahun?" Suara husky itu membuat Juna membalikkan tubuhnya. Sosok gadis bergaun merah itu tengah berdiri diambang pintu seraya tersenyum kepadanya. "ngapain lo disini?!" Tanya Juna dengan nada sedikit dinaikkan.
Clara, gadis itu tertawa kecil lalu berjalan menghampiri Juna. "Sayang, kenapa kamu marah gitu? harusnya kan kamu seneng aku datang ke sini." Ucapnya seraya meraba dada Juna.
"Bangsat! Lo ngapain anjink!" Juna mengibaskan tangan Clara dengan kasar.
"Kenapa sih, Jun? Oh! hari ini ulang tahun cewek itu kan? Pasti lo sedih ya, karena nggak bisa ketemu dia?" Clara tersenyum miring.
"Bisa nggak lo stop datang kesini?! Kalau Dika tau lo sering kesini, apa yang Dika nanti pikirin tentang gue!?"
"Yaudah sih, gue kesini kan mau ketemu calon suami aku."
"Najis!" Juna memalingkan wajahnya seakan muak dengan Clara.
"Apa sih Jun? sebentar lagi kita akan bersatu. iyakan?" Sudut bibir Clara kini tersenyum, tangannya dengan lembut membelai rambut Juna.
"Lo apa-apaan sih!!!" Sarkas Juna yang langsung menepis tangan Clara. Clara mendesis pelan lalu mulai duduk di sofa.
Juna merasa muak dengan kata-kata Clara. Ia tidak bisa memahami mengapa Clara bisa berbicara dengan santai tentang hal seperti itu.
"Lebih baik lo pergi dari sini! Gue udah muak lihat wajah lo itu." kata Juna dengan nada yang tegas. "Sabar Juna, permainan aku belum dimulai sepenuhnya. Kenapa buru-buru banget sih? Santai aja kenapa"
Clara tersenyum lagi, tapi kali ini terdengar lebih mengejek. "Oh iya, mungkin hari akan jadi hari terakhir lo bisa ketemu anggota Inti? Jadi, sebelum semuanya berjalan lancar, tolong bersantai sedikit lama."
"Maksud lo apa!?" tanya Juna dengan nada yang lebih keras.
Clara hanya tersenyum lagi dan tidak menjawab pertanyaan Juna. Ia berpaling dan berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan Juna dengan perasaan yang tidak enak.
"Rencana apa lagi yang ada di otak lo itu, Ra." Gumam Juna yang merasa frustasi dengan Clara.
***
"JUNA!! KELUAR LO SEKARANG!!" Suara yang tidak asing ditelinga nya itu membuat Juna terkaget pelan. Pintu yang semula tertutup kini terbuka keras oleh sosok laki-laki yang tengah menatap nya penuh amarah di ambang pintu. Nafasnya memburu, wajahnya memerah bukan karena malu, tetapi karena marah.
Ia berjalan menghampiri Juna yang tengah terduduk seraya menatap laki-laki itu sedikit bingung. "BRENGSEK!!"
Satu pukulan itu melayang tepat di pipi Juna. Laki-laki yang tidak sempat menghindar itu menerima pukulan keras dari orang itu. "LO APA-APAAN DIK!!?" Ucap Juna dengan nada meninggi karena tidak terima dengan perilaku Dika.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 KEHIDUPAN [END]
Teen Fiction⚠️ BIASAKAN VOTE AND KOMEN⚠️ Menceritakan tentang 7 pemuda yang memiliki ikatan lebih dari sekedar persahabatan. Kisah ini mengajarkan kita untuk saling percaya dan saling memaafkan satu sama lain.
![7 KEHIDUPAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/369526581-64-k388479.jpg)