HELOOOWWWW LEJAA BACKKKK
Selamat malam readers tercintaaaa🥰Hari ini lejaa bakal kasih double chapterrrrrr🥳 Seperti biasa guys, jangan lupa vote tinggalkan komentar kaliann🥰🥰
HAPPY READING 🤍 🤍
....
Setelah beberapa menit menunggu, ambulans akhirnya tiba dan Dika dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis. Anggota Inti mengikuti ambulans ke rumah sakit, mereka semua merasa cemas dan khawatir tentang kondisi Dika.
Saat tiba di rumah sakit, Dika langsung dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Anggota Inti menunggu di luar ruang ICU. Mereka menatap ruangan itu dengan penuh harapan Dika akan bisa selamat.
"Bang, apa kita kasih tau bang Juna?" Bisik Raka pada San. Cowok itu diam sejenak, ia mempertimbangkan kembali untuk memberi tahu Juna atau tidak, karena kondisi Juna yang belum sepenuhnya pulih. Tapi, Juna berhak mengetahui tentang salah satu kondisi anggotanya. "Biar gue yang kasih tau, lo di sini jagain anggota lainnya." Jawab San yang diangguki Raka.
Cowok itu pergi keluar sebentar untuk menghubungi Juna. Sementara itu, Hesyam yang sedikit terpukul itu hanya bisa menatap sendu ruangan ICU. Pikirannya kacau balau, terlebih lagi dengan Jefry. Dia adalah anggota paling dekat dengan Dika, mengetahui kondisi Dika yang seperti ini mungkin ia akan mencari tahu penyebab hal ini sampai terjadi.
"Jangan khawatir, Dika orang yang kuat. Gue yakin, dia pasti bisa melewati masa kritis ini. " kata Satrio dengan suara lembut, mencoba menenangkan Hesyam.
"Iya bang. Bang Dika orang yang keras kepala, mungkin aja dia bisa negoisasi sama tuhan biar cepet sembuh." Sahut Raka
"Menurut lo lucu?" Sarkas Jefry
"Maaf Bang, gue cuman pengen kalian tenang sedikit." Ujar Raka yang menundukkan kepalanya.
"Cukup, Dika pasti bisa lewati semuanya. Kita fokus aja dengan keadaannya." Ucap Hesyam seraya mengusap air matanya kasar.
Anggota Inti lainnya mengangguk setuju, mereka semua berdoa agar Dika bisa segera pulih dan kembali ke kondisi normal.
Sementara itu, Juna dan Claudia masih menunggu kabar dari anggota Inti lainnya di rumah. Mereka semua belum tahu apa yang terjadi dengan Dika dan semakin cemas menunggu kabar. "Jangan khawatir, pasti Inti bawa Dika dengan selamat." Ucap Claudia dengan suara lembut.
Juna menatap Claudia seraya tersenyum tipis. Tak lama ponsel Juna berdering, dan ia melihat bahwa San yang sedang meneleponnya. Juna menjawab panggilan itu dengan sedikit khawatir.
"Gimana? Dika udah ketemu?" Tanya Juna dengan nada khawatir
"Jun, gue kasih tau sesuatu tentang Dika," kata San dengan suara yang serius.
Juna langsung merasa cemas, ia tidak tahu apa yang terjadi dengan Dika.
"Dika kenapa?" tanya Juna dengan suara yang cepat.
"Dika... dia ada dirumah sakit Jun. Dan, sekarang dia lagi dirawat di ICU," jawab San dengan suara terdengar serak
Juna langsung terdiam, matanya mulai berkaca-kaca mendengar ucapan San. Tubuhnya seketika melemah dan hampir terjatuh, untung saja ada Claudia yang sigap memengang tangan Juna.
"Lo gapapa?" Tanya Claudia yang cemas.
Juna menatap mata Claudia, air matanya lolos seketika. "Jun..." Panggil Claudia dengan nada samar
"Jun? Lo gapapa? Juna?" Panggil San dari seberang ponsel.
Melihat Juna yang sedikit shock itu, Claudia mengambil ponsel Juna menggantikan cowok itu berbicara.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 KEHIDUPAN [END]
Ficção Adolescente⚠️ BIASAKAN VOTE AND KOMEN⚠️ Menceritakan tentang 7 pemuda yang memiliki ikatan lebih dari sekedar persahabatan. Kisah ini mengajarkan kita untuk saling percaya dan saling memaafkan satu sama lain.
![7 KEHIDUPAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/369526581-64-k388479.jpg)