⚠️ BIASAKAN VOTE AND KOMEN⚠️
Menceritakan tentang 7 pemuda yang memiliki ikatan lebih dari sekedar persahabatan. Kisah ini mengajarkan kita untuk saling percaya dan saling memaafkan satu sama lain.
"BANG CEPETAN!" Teriak San yang heboh seraya membantai Dika habis-habisan. "Cok...! Lepasin!" Pekik Dika yang tertindih tubuh besar San. Satrio yang duduk disebelah mereka hanya memasang wajah datar. Sedikit pun dia tidak bereaksi pada mereka berdua. Padahal keadaannya saat ini dia, tengah dihimpit empat orang aneh. Disebelah kirinya sendiri ada Jefry yang tengah adu bantai bersama Raka. "Emang gue paling normal" ujarnya.
"Lepasin nyet!" Pekik Jefry kala lehernya dicekek Raka. "Balas dendam gue ini, lo kan suka tiba-tiba nyekek gue" ujar Raka yang tertawa terbahak-bahak. Satrio menarik nafas dalam-dalam. Cowok itu melihat arah jarum jam. Pukul 8 tepat.
"Berisik lo semua" ujar Juna yang mulai keluar dari kamarnya. Keempat cowok itu mulai mengentikan perkelahian mereka. "Jun, gue pergi dulu" sarkas Satrio yang langsung pergi keluar. "Sat mau kemana?" Tanya Dika. Namun seperti cowok itu tidak mendengarkan perkataan nya. "Maklum bang, cowok paling sibuk" ujar Raka
"Bang Hesyam masih diatas?" Tanya Juna. "Hooh, kayaknya lagi ritual" balas San yang mulai bermain ponselnya. Juna naik keatas mengecek Hesyam.
Juna mengetuk pintu lalu masuk kedalam. "Bang...?" Gumam Juna yang tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini. Semuanya berantakan. Banyak pakaian yang berserakan dimana-mana. Bungkus makanan juga dibuang sembarang tempat. "Lo apain kamar gue anjirrr??!!" Juna menggeleng frustasi. Kamar yang semula ia tinggal bersih kini penuh dengan sampah. "Nanti gue bersihin" ucap Hesyam dengan santai. Juna menghela nafas berat. "Cepetan turun. Semuanya udah nungguin." Titah Juna yang kembali turun kebawah.
"Tanggung jawab gue gede banget. Gue nih anggota paling tua ke enam, kenapa gue yang kayak paling tua?"
"Sabar aja lah.."
*******
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membaca isi pesan tersebut Juna mengangguk pelan. Seperti dia tau alasannya kenapa tidak bisa datang.
Juna mengambil kunci motor miliknya. Seluruh anggota inti sedang menunggu diluar dengan ekspresi wajah sedikit lesu karena tahun ini tidak bisa menggunakan formasi tujuh sama seperti tahun kemarin. Juna menghela nafas berat. "Gapapa, kalau pun ada salah satu yang gak ikut kita tetap inti tujuh." Ucapnya dengan senyum menenangkan diwajahnya.