25. END

277 23 28
                                        

OMOOOOO UDAH END??? yahhhh😔 Untuk readers lejaaa yang sudah mau support dari awal hingga akhir, terimakasihhhh semuanyaaaaa🥰🥰🥰 Next, kita akan bertemu lagi dengan karya terbaru akuuu🥰🥰🥰 tentunya bersama anak enhy💋 Cung siapa yang mau cerita baru dari lejaa☝️ Komen dibawah yaaa👇

Maaf ya guys tadi sempat di unpublis sebentar, ternyata ada bagian yang belum lejaa hapus😭☺️




HAPPY READING

...

Enam bulan telah berlalu sejak kejadian yang menimpa Dika. Pengadilan akhirnya memutuskan Tama di penjara selama 5 tahun. Clara yang dulu mencoba kabur dari kejaran polisi, akhirnya bisa tertangkap dan ikut di penjara bersama Tama. Pada akhirnya Inti bisa bernafas lega setelah Clara dan Tama mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka.

Pagi yang cerah, Anggota Inti datang mengunjungi Dika di rumah sakit untuk memeriksa keadaannya yang masih sedikit lemah. Memang benar Clara dan Tama telah di tangkap, namun kondisi Dika belum membaik sepenuhnya. Beberapa minggu lalu, Dika sempat membuka kedua matanya. Namun keadaannya kembali memburuk untuk sesaat. Anggota Inti berharap Dika bisa segera pulih dan kembali beraktivitas bersama mereka seperti sedia kala.

"Bang Juna kemana?" Celetuk Raka yang membuka pembicaraan.

"Palingan juga lagi kasmaran." Ujar San yang membuat anggota Inti tertawan kecil.

Semenjak hadirnya Claudia diantara mereka, anggota Inti seperti mendapat sebuah cahaya kecil yang selalu menyinari jalan mereka saat gelap. Entah sejak kapan, Inti mulai membuka hati untuk Claudia.

"Halo semua!" Seru Claudia yang datang bersama dengan Juna. Gadis itu tersenyum riang, "Gue beli makanan buat kalian, ada yang mau?" Tanya Claudia yang di soraki anggota Inti.

Semuanya tertawa bahagia melupakan semua kenangan pahit yang pernah mereka alami dulu. Bagi Inti, kebahagiaan lebih penting dibandingkan rasa sakit yang pernah tumbuh di hati mereka.

"Makasih," Claudia tersenyum manis kala mendapatkan sepotong pizza dari Juna.

"Cie cieee, bau bau kemesraan nihhh" Seru Raka yang membuka suasana menjadi riuh. Juna dan Claudia hanya bisa tersenyum malu menatap satu sama lain.

"Brisik anjing."

Suara yang tidak asing di telinga Inti seketika membuat ruangan yang semula gaduh menjadi senyap. Mereka menatap ke arah Dika "D-dika?" Ujar Jefry yang tak percaya.

Semua anggota Inti terkejut melihat Dika yang akhirnya tersadar dari komanya. "Dika! Lo udah Bangun!" seru Satrio dengan suara yang gembira.

Dika memandang sekeliling, mencoba memahami situasi di sekitarnya. Ia melihat wajah-wajah anggota Inti yang familiar, dan kemudian matanya tertuju pada Juna dan Claudia yang sedang tersenyum.

"Kalau mau pacaran di luar, jangan buat gue iri." Sindir nya disertai senyuman tipis.

Juna terkekeh pelan, "Lo gapapa?" tanya Juna dengan suara yang lembut.

"Menurut lo?" jawab nya dengan nada yang masih sedikit lemah. Inti terkekeh pelan melihat Dika yang masih bisa bercanda.

Anggota Inti langsung membantu Dika untuk duduk dan memberikan dia air minum. Mereka semua bahagia melihat Dika akhirnya tersadar setelah enam bulan koma. Inti yang tidak bisa menahan perasaan bahagia mereka itu, meneteskan air mata. "Lo tau, lo koma selama enam bulan. Bayangin perasaan kita gimana selama enam bulan pelawak Inti tiduran di kasur rumah sakit." Oceh Jefry yang langsung memeluk erat Dika.

Claudia yang melihat mereka itu tersenyum manis melihat persahabatan yang luar biasa.

"Sakit anying." Rintih Dika yang langsung melepas pelukan Jefry.

7 KEHIDUPAN [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang