19. Melespas kesalahpahaman

198 28 6
                                        

Hallowwww lejaa back!! yuhuuu🥳
kalian udah lihat performanya enhy?? GILAKKKKK KERENNNN BANGETT ANJIRRR 😭 WAHHH NGGAK NYANGKA ENHYPEN SEKERENNN ITUUU😭😭



HAPPY READING

....

Beberapa hari berlalu, Satrio tengah duduk sendirian di sebuah cafe seraya menunggu seseorang. Ia melihat ke arah jam dinding sesekali mengecek pintu masuk. Satrio menghela napas, menunggu orang yang ia janjikan untuk bertemu. Ia memesan secangkir kopi hitam dan menunggu sambil memandang ke luar jendela. Cafe itu tidak terlalu ramai, hanya beberapa orang yang duduk di sudut-sudut, menikmati minuman mereka.

Satrio melihat ke arah jam dinding lagi, mengecek waktu. Ia sudah menunggu selama 15 menit, dan orang yang ia tunggu belum juga datang. Ia mulai merasa sedikit khawatir, apakah orang itu akan datang atau tidak.

Tiba-tiba, pintu masuk cafe terbuka, dan Satrio melihat seorang gadis berambut cokelat panjang masuk ke dalam. Gadis itu melihat ke sekeliling, mencari seseorang. Satrio tersenyum, mengenali gadis itu. "Claudia," katanya, bangkit dari duduknya.

Gadis itu tersenyum manis lalu berjalan menghampiri Satrio. "Ada apa? Tumben banget lo hubungi gue." Tanya Claudia yang mulai duduk.

Satrio tersenyum tipis lalu mulai duduk. "Gue mau minta batuan lo." Ucapnya sedikit serius.

"Batuan apa?"

"....."

***

Malam tiba, Satrio kembali ke cafe yang ia datangi tadi pagi. Sama seperti pagi tadi, ia duduk memesan secangkir kopi hitam seraya menunggu seseorang. Wajahnya mulai tegang tidak sabar bertemu orang itu. Ia merasa sangat semangat kali ini.

Satrio menatap ke arah jam dinding, mengecek waktu untuk kesekian kalinya. Ia sudah menunggu selama 20 menit, dan orang yang ia tunggu belum juga datang. Namun, kali ini ia tidak merasa khawatir atau kesal, melainkan semangat dan tidak sabar.

Ia mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri. Ia tahu bahwa orang yang ia tunggu pasti akan datang, dan ia tidak ingin melewatkan momen ini.

Tiba-tiba, pintu masuk cafe terbuka, dan Satrio melihat seorang pria berambut hitam masuk ke dalam. Pria itu melihat ke sekeliling, mencari seseorang, dan mata mereka bertemu.

Satrio tersenyum lebar, bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju pria itu. "Woy bro!" katanya, menyambut pria itu dengan hangat.

Raka, San, Jefry tersenyum melihat Satrio. Ketiga yang menghampiri Satrio yang tengah duduk sendirian.

Satrio tersenyum lebar, menyambut ketiga temannya dengan hangat. "oy bro! Udah lama kita nggak ketemu!" katanya, berjalan menuju mereka.

Raka, San, dan Jefry tersenyum, menyambut Satrio dengan pelukan hangat. "Bang Sat apa kabar?" Tanya Raka, melepaskan pelukan.

"Baik, lo sendiri?"

"Baik juga"

Ketiganya mulai duduk saling bersebelahan. Tak lama setelah mereka duduk, sosok remaja berambut coklat masuk ke dalam cafe. "Bang Hes!" Seru Raka seraya mengangkat tangan kanannya. Hesyam tersenyum tipis dari ambang pintu lalu berjalan menghampiri mereka.

Kelima anggota Inti itu kini berkumpul, mereka saling melepaskan rindu lama. Sembari menunggu yang lainnya, mereka berbincang kecil mengingat kenangan manis dulu.

Setelah 15 menit berbincang, pintu lonceng cafe kembali berbunyi. Kini Dika datang bersama Clara yang menggandeng tangannya.

"Bang, kenapa ada dia sih?" Bisik Raka pada Jefry.

7 KEHIDUPAN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang