⚠️ BIASAKAN VOTE AND KOMEN⚠️
Menceritakan tentang 7 pemuda yang memiliki ikatan lebih dari sekedar persahabatan. Kisah ini mengajarkan kita untuk saling percaya dan saling memaafkan satu sama lain.
Hai haiii‼️ Lejaa kembali membawa berita bahagiaaaa🥳 Siapa yang kangen 7 KEHIDUPAN??? aku aku☝️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lejaa bakal buat cerita versi Raka. Jadi di sini menceritakan kehidupan Raka yang dulu hingga sekarang. Dan nggak lupa, kehidupannya dengan Inti tentunya. Intinya kalian tunggu ajaa✨ Lejaa akan up segera✨🥳🥰 Tapi! ini masih coming soon ya guysss, jadi masih lama. Kemungkinan lejaa up bulan juli nantii✨ Ditunggu aja yaa🥰
WAIT‼️ ADA SPOILER GUYS‼️
Suara tangis isak seseorang terdengar menggema di seluruh ruangan. Dinding abu-abu rumah sakit itu, menjadi saksi kematian dua orang kesayangannya. Raka Buming. Cowok 13 tahun itu harus menerima kenyataan pahit ini. Dia kehilangan orang tuanya tepat diulang tahunnya yang ke-13.
"Bun...ayo pulang..." Rengek nya tak ingin meninggalkan jenazah sang ibunda. Tamara Putri. "Yah, ayah juga..." Raka melirik jenazah sang ayah yang ada disamping kanannya. Omar Ali Zaenal. Kedua tangannya memegangi tangan kedua orang tuanya.
"K-kalau, kalian pergi..yang jaga aka siapa...?" Raka mengusap tangan Tamara. "A-aka, gak mau sendirian. Ayah, ayo bangun..!"
"Bunda..!"
"Raka, disini ada bibi. Raka, ikhlasin ayah bunda ya?"
Hesi Antasari_32 tahun
Wanita itu berusaha melepaskan genggaman Raka yang kuat. Raka terus memberontak karena tidak ingin meninggalkan kedua orang tuanya itu. Hesi menghela nafas berat. Wanita itu berjongkok menyetarakan tinggi badannya. "Raka anak baik kan?" Raka menatap sayu wajah Hesi. "Raka nggak pengen ayah bunda masuk surga?" Raka terdiam sejenak lalu menggeleng pelan. "Mau kan, jadi Raka harus ikhlas ya,? Kalau Raka bisa ikhlasin ayah bunda, pasti mereka masuk surga dengan tenang."
"Aka, harus ikhlas?" Nada polos terdengar di telinga Hesi. "Raka, ikhlas kan?" Senyum menenangkan terukir di wajah wanita itu. Raka terdiam sebentar. Matanya melihat kearah kedua jenazah orangtuanya. "Iya, Raka, ikhlas.."