hellowww lejaa uppp
jangan lupa vote and coment❤️🔥
papayyyy💋
HAPPY READING
.....
"Jun, maafin kesalahan gue dulu ya? Gue terlalu gegabah nggak bisa biarin lo jelasin semuanya." Ucap Dika yang terus menundukkan kepalanya dalam-dalam. Juna tersenyum tipis, merangkul pundak Dika lalu sesekali menepuknya pelan.
"Maafin gue juga, karena nggak kasih tau kebenarannya lebih awal." Kata Juna yang membuat Dika menangis pelan.
Juna memeluk erat tubuh Dika membiarkan cowok itu menangis dalam pelukannya yang hangat. Sementara itu di sudut yang berbeda, Satrio dan Claudia tengah menatap mereka dari ambang pintu. Seutas senyuman manis itu muncul di sudut bibir Claudia, ia merasa sedikit terharu dengan persahabatan mereka berdua.
"Makasih lo udah mau bujuk Juna ke sini." Ucap Satrio
"Sama-sama,"
Flashback
"Gue mau minta batuan lo."
"Bantuan apa?"
"Tolong bujuk Juna, suruh dia datang ke cafe ini. Gue mau selesain masalah diantara Juna dan Inti." Satrio menatap Claudia dengan harapan penuh.
Gadis itu terdiam sejenak memikirkan sesuatu, lalu ia menganggukkan kepalanya setuju. "Gue bakal bantu, gue akan bujuk Juna buat kesini." Ucapnya seraya tersenyum lalu di balas senyuman Satrio.
Setelah menyetujui permintaan Satrio, Claudia pergi kerumah Juna untuk berbicara dengan nya. Sesampainya disana, ia melihat Juna duduk termenung sendirian seraya bermain ayunan. Gadis itu tersenyum tipis lalu berjalan menghampiri Juna.
Juna yang sedikit terkejut dengan kehadiran Claudia itu menatapnya lama. "Kenapa? lagi lihat bidadari ya?" Ujar Claudia terkekeh pelan.
Juna diam menatap sinis gadis itu. "Yang ada gue lihat setan. Lo ngapain disini?"
"Nggak ngapa-ngapain, cuman pengen ngajak lo pergi aja." Claudia tersenyum lalu duduk di samping Juna dengan kaki berayun-ayun kecil.
"Pergi kemana?"
"Ke suatu tempat yang akan buat lo bahagia."
Juna mengerutkan alisnya bingung. Karena melihat reaksi Juna yang sedikit lucu itu, Claudia tertawa kecil. "Jun, lo gapapa kan kalau ketemu Inti?" Ujarnya yang membuat Juna sedikit tidak nyaman dengan ucapan gadis itu.
"Lo nggak mau jelasin semua kesalahpahaman itu? Lo nggak pengen kembali lagi ke dalam pelukan Inti?" Ucapan Claudia itu berhasil membuat Juna terdiam lama.
"Jun.." Panggilnya dengan suara sedikit serak
"Inti butuh lo. Mereka bener-bener butuh sosok ketua, mereka butuh panutan, Jun. Lo mau ya, temui Inti? Lo harus jelasin semua kesalahpahaman itu." Ucapnya menatap dalam mata Juna.
"Kalau gue jelasin semuanya, Inti bakal percaya..?"
Pertanyaan itu berhasil membuat Claudia berpikir keras. "Percaya. Gue yakin mereka akan percaya. Gue percaya dengan kekeluargaan kalian, gue percaya dengan persahabatan kalian. Gue yakin, inti akan paham semuanya. Kalaupun mereka nggak percaya, seenggaknya lo kasih tau kebenarannya agar diri lo itu, nggak terlalu tenggelam dalam penyesalan."
Ucapan Claudia berhasil membuat Juna terdiam seribu bahasa. Kepalanya tertunduk ke dalam, matanya mulai berkaca-kaca. "Mau ya? Walau gue nggak tau masalah kalian, tapi, gue mau lo selesain masalah diantara kalian." Lanjut nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
7 KEHIDUPAN [END]
Roman pour Adolescents⚠️ BIASAKAN VOTE AND KOMEN⚠️ Menceritakan tentang 7 pemuda yang memiliki ikatan lebih dari sekedar persahabatan. Kisah ini mengajarkan kita untuk saling percaya dan saling memaafkan satu sama lain.
![7 KEHIDUPAN [END]](https://img.wattpad.com/cover/369526581-64-k388479.jpg)