Ujian semester 1 sudah lewat. Hari ini saatnya anak-anak menerima rapor sebagai hasil evaluasi mereka selama satu semester. Meskipun aku tidak menjadi guru di sekolah, tetap saja aku merasa was-was tiap kali ada kegiatan penerimaan rapor. Aku merasa baik-buruknya nilai murid-muridku adalah tanggung jawabku juga karena orang tua mereka telah menitipkan mereka untuk belajar denganku meski untungnya sejauh ini belum pernah ada orang tua murid yang menyalahkanku jika ada nilai anak-anak mereka yang jeblok.
Aku mulai sibuk memperhatikan status WhatsApp orang tua murid satu persatu. Biasanya di masa penerimaan rapor seperti sekarang para ibu akan membuat status tentang rapor anak mereka sehingga tanpa aku harus repot-repot bertanya pun aku tahu siapa mendapat peringkat berapa. Namun, beberapa di antaranya aku sudah bisa menduga akan mendapat peringkat terbaik karena aku sudah bisa melihat kemampuannya yang lebih dari anak-anak lain.
Assalamualaikum, Bu Mira. Alhamdulillah, Bu Mira, nilai Izul naik. Meski belum dapet ranking tapi nilainya jauh lebih baik dari nilai-nilainya sebelumnya. Makasih ya, Bu Mira. Jangan bosen berbagi ilmu sama anak-anak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebuah pesan datang dari ibu Izul. Begitu membaca pesan itu tanpa sadar bibirku melengkung membentuk senyuman.
Lengkungan itu makin lebar ketika mendapat pesan berikutnya. Kali ini dari ibu Dila.
Alhamdulillah, Bu Mira, masih masuk 10 besar. Terima kasih.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tak cukup sampai di situ. Ibu Ainun pun ikut mengirim pesan yang isinya kurang lebih sama dan membuatku makin terharu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.