koneksi

154 20 20
                                        

Masa ujian telah usai, kini datanglah masa-masa yang paling Laskar benci seumur hidupnya. Iya. Classmeet.

Laskar tidak paham kenapa harus ada Classmeet, padahal bisa saja siswa siswi diliburkan dan mereka berlibur dengan cara mereka sendiri ketimbang datang ke sekolah dan bertanding. Harapannya sih supaya makin akur, tapi fakta lapangan, banyak kelas yang akhirnya jadi musuh bebuyutan setelah pertandingan usai.

Biasanya Laskar akan sendirian di kelas, tetapi karena sekarang ia punya teman yang sama malasnya jika disuruh ke lapangan, ia jadi tidak sendirian lagi.

"Lo liburan ini rencana mau kemana, No?" Tanya Laskar

Jevano menatap lelaki itu untuk sepersekian detik, kelihatannya berpikir "Tergantung diajak kemana. Sejauh ini belum ada rencana"

"Kita ga mau liburan gitu? Berlima" Ucap Laskar

"Gue sih bebas" Ucap Jevano sambil mengerdikkan bahunya "Kalau Nalendra ikut, gue ikut"

Laskar mengangguk samar "Bisa nih kalo kita bilang ke Haikal, dia pasti seneng"

"Kalau misal mau, gue ada villa di puncak. Kemungkinan sih bisa dipake." ucap Jevano sambil mengerdikkan bahunya

"Nanti kita omongin lagi aja di basecamp" Laskar berseru sebelum seseorang yang memasuki kelas mengalihkan pandangan mereka berdua

"Nooo, temenin yukk" Ucap Kinara sambil menghampiri Jevano yang sudah duduk tegap sekarang

"Kemana...?"

"Gue pengen ke stand makanan... Katanya ada Shihlin" Ucap Kinara sambil cemberut, ia meraih tangan Jevano dan mengguncangnya pelan

Laskar sih sudah menebak, Jevano akan luluh dalam hitungan detik

"Kenapa harus sama gue??" Tanya Jevano sambil meringis, sejujurnya ia menahan gemas

"Kannn temen gue cuma looo... Ayoo lahhh... Ya ya ya?? Nanti lo boleh minta dehh" Kinara terus berusaha agar Jevano setuju

"Ya udah iya... Ayo" Ucapnya sambil berdiri "Mau nitip ga, Kar?"

Laskar menggeleng "Ayam doang goban."

"Ya udah, pergi dulu ya" Ucap Jevano sebelum keluar dari kelas bersama Kinara

Sekarang Laskar duduk seorang diri, is memutuskan untuk mengambil sketch booknya, kemudian membuka lembar baru dan membiarkan pikirannya menggores lukisan di sana.

Garis demi garis Laskar buat, dari yang bentuknya abstrak sampai akhirnya membentuk wujud manusia. Laskar tidak tau ia sedang menggambar siapa, gadis itu tidak menampakkan wajah, hanya sedikit sisi wajahnya yang terlihat dengan rambut yang terurai panjang.

Perlahan Laskar berhenti. Ia menatap gambar tersebut lamat-lamat, kemudian ia menyadari bahwa meskipun tidak ada wajahnya ia sedang menggambar sosok Queen.

Laskar menghela nafas, kemudian merobek kertas tersebut hingga lepas dari bukunya. Kemudian ia memandangi hasil karyanya.

Laskar rindu Queen.

"Laskar~~"

Lelaki itu menoleh, kemudian langsung memasukan kertasnya ke dalam tas. Agar tidak mencurigakan, ia sekalian mengambil bekalnya dari dalam sana.

"Haii! Ga nonton basket?" Tanya Laskar

Salsa menggeleng "Baru selesai, kelasku kalah sama IPS 3."

Laskar tertawa pelan "Wajar, Haikal jago banget olahraga"

Salsa mengangguk lesu, kemudian ia mengambil kursi dan menariknya ke samping meja Laskar. Gadis itu menaruh kepalanya di atas meja

"Kenapaa??" Tanya Laskar sambil menyingkirkan rambut yang ada di sisi wajah Salsa

#2 From : LaskarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang