hari apes

147 22 0
                                        

Hari itu kantin ramai seperti biasanya. Queen juga tidak bisa banyak memilih makanan karena enggan mengantre. Netranya mengitari kantin, mencoba mencari sang pujaan hati.

Sepertinya Laskar makan bekal buatan bunda lagi hari ini. Memang sangat jarang ia bisa bertemu dengan Laskar di kantin, terlebih lagi karena status pacaran mereka yang masih backstreet dari orang-orang. Bertemu di sekolah bukanlah ide yang baik.

"Flo, lo ada niatan jadi ketua OSIS kan tahun depan?" Tanya Selena tiba-tiba

Flo mendongak, kemudian nampak berpikir "... Mungkin?"

"Nah! Adain Janji Jiwa dong di sini... Nanti gue jadi tim sukses deh" Ucap Selena dengan tatapan memohon

Ucapannya tidak hanya membuat Flo tertawa, tetapi Rossi dan Queen juga. Memang, Selena sangat kelihatan belum bisa beradaptasi dari sekolah internasional ke sekolah swasta.

"Itu mustahil diizinin." Ucap Flo yakin "Ga ada tujuannya buat prestasi siswa, ada atau enggaknya Janji Jiwa kantin udah serame ini. Ngeliat uang jajan anak-anak sekolah kita, ga banyak yang bakal beli Janji Jiwa. Paling cuma tahan setahun, abis itu stop."

"Duh, kok lo debat sekarang sih? Gue pengen jadi timses lo bukan jadi paslon lawan!!!" Selena menggerutu

"Lo aja yang jadi ketos, Sel. Adain Janji Jiwa, sociolla, sekalian aja bangun mall." Ucap Rossi sambil menyumpal mulut Selena dengan bakpao coklatnya

Selena mengunyah dengan setengah hati. Cita-citanya benar-benar harus pupus kah?

Sreet

Keempatnya menoleh bersamaan ketika kursi kosong di meja mereka tiba-tiba ditarik oleh seseorang.

Meskipun wajahnya tidak terpengaruh sama sekali, jantung Queen agak berdetak lebih cepat dari biasanya.

"Halo adik-adik" sapa gadis dengan cardigan pink, dan pita putih di rambutnya yang diikat setengah

Queen menaruh sumpit mi ayamnya, kemudian menenggak air cepat-cepat. Ia tau akan ada sesuatu yang datang setelah ini.

"Sorry ya ganggu, gue cuma mau liat icon kelas 10 yang jadi inceran kating" Ucap Salsa dengan senyum manisnya

Queen mengangkat satu alisnya, menatap Salsa tanpa gentar.

"... Maksudnya siapa ya kak?" Tanya Flo

Salsa menoleh ke arah Queen, kemudian melempar senyum paling "cantik" sedunia.

"Oh ini... Cewek barunya Laskar..." Ucap Salsa dengan tatapan merendahkan "Gue ga nyangka sih... Gue kira dulu Laskar sukanya cewek yang elegan kayak gue..."

Kemudian Salsa menopang dagunya, dan tertawa kecil "Ternyata dia malah suka sama cewek yang nyodorin diri duluan?"

Meski tidak berekspresi apapun, kata-kata Salsa itu sudah menyakiti harga dirinya.

Flo memegang tangan Queen di bawah meja, berusaha agar gadis itu tidak terpancing emosi. Sementara Selena dan Rossi saling bertatapan, merasa ada yang tidak beres.

"Maksudnya nyodorin diri gimana ya?" Selena berseru tak terima

Salsa beralih menatapnya, kemudian kembali tersenyum manis "Oh? Lo ga tau ya? Temen lo ini udah deketin cowok gue pas kita masih pacaran. Emang dasar kegatelan."

"Mulut lo jaga, gila!" Selena hampir berdiri kalau Queen tidak lebih dulu bangkit dari duduknya.

Ia menatap Salsa tajam, gadis itu menatap balik. Dari mata keduanya seolah ada sengatan listrik yang sama-sama tidak mau kalah.

#2 From : LaskarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang