Apakah kalian percaya dengan cinta pandangan pertama?
Kalau menurut Laskar sih itu bullshit, tapi setelah bertemu dengan Salsa semua pandangannya berubah drastis!
Masa transisi dari anak kecil bunda menjadi remaja yang punya rasa penasaran tinggi me...
Laskar menaruh bokongnya di kursi belajar. Ia menatap laptop yang sudah menampakkan wajah cantik milik kekasihnya.
Seulas senyum secara otomatis muncul di bibir Laskar. Entah berapa kali ia harus bilang, ia memang merindukan gadis ini.
"Jogja-Jakarta berapa jam?"
Laskar berpikir sejenak "Tergantung. Kalau naik kereta paling 8 jam."
"Berarti lo bisa pulang tiap Jumat sore dong? Terus balik ke sana Minggu pagi?"
Karenanya Laskar langsung tertawa "Lo mau gue dimarahin bunda kah? Habis tuh kayaknya uang gue dipake bolak-balik Jakarta-Jogja"
Queen cemberut "Terus kalo gue kangen gimana..."
"Ya ditahan duluu... Kan ga nyampe 6 bulan gue ke sana lagi?" Ucap Laskar, menopang dagunya dengan telapak tangan "Sekarang lagi kangen pasti?"
"Banget... Pengen pelukan..."
Laskar mengusap kepala Queen secara virtual "Kasian cewek gue...."
"Lo di sana baik-baik ya. Jangan kecantol cewek gatel"
"Iya, sayang. Gue mana doyan cewek gatel?"
"Terus doyannya apa?"
"Cewek gue"
Queen mendengus "awas aja pokoknya, kalo gue denger dari siapapun lo lagi deket sama cewek lain, gue samperin ke Jogja!"
Laskar malah tersenyum jahil "Samperin dongg"
Queen tidak tertawa, ia malah cemberut dan uring-uringan.
"Tenang aja ya... Lo kan pegang Instagram gue semuanya, di sana juga foto lo banyak banget. Cuma orang gila yang mau deketin gue" Laskar berusaha menenangkan
"Beneran ya... Jaga kepercayaan gue pokoknya"
"Iya, sayang" Laskar tersenyum tipis
Di layar, Queen kelihatan sedang menggulir layar ponselnya. Kelihatan sangat serius, kemudian ia menatap Laskar lagi.
"Itu yang nge dm lo di Instagram siapa? Kok dia ngetag lo di postingannya? Eh... Kalian foto bareng?" Queen mengerutkan dahinya
Laskar membuka ponselnya, kemudian melihat postingan yang dimaksud Queen.
"Ohh.. ini temen Maba gue, emang disuruh buat foto bareng. Itu kita foto berlima kok." Ucap Laskar
"Apa sih... Sok asik banget pake emot kayak gitu" Queen menggerutu, tangannya masih sibuk scroll media sosial milik Laskar
Sementara lelaki itu cuma bisa meringis di tempat.
"Kayaknya itu biasa aja deh... Cuma emot nangis doang..." Gumam Laskar yang membuat Queen langsung menoleh ke arahnya
"Jadi lo menormalisasi hal kayak gini? Awalnya bisa aja cuma emot, terus lama-lama pap, abistu call. Ketebak."
Laskar menggaruk lehernya yang tak gatal "Kayaknya lo berlebihan deh barusan—"
"Berlebihan?" Queen mengangkat satu alisnya "Gue udah sering liat cewek-cewek gatel modelan kayak gini. Pokoknya kalo chattan sama dia harus DM, ga boleh WhatsApp."
"Gue kan lebih fast respon di WhatsApp. Kalau penting gimana?"
"Penting banget kah bales chat dia? Sampe harus fast respon gitu? Lo aja kadang bales chat gue berjam-jam!"
Laskar tidak habis pikir. Dosanya dari masa lalu pun ikut dibahas. Sebenarnya Queen kenapa sih?
"Astaga, Queenaya... Ga akan ada apa-apa... Lo percaya aja sama gue." Ucap Laskar
Queen mendengus "Ya gue percaya sama lo. Tapi kan kita ga pernah tau namanya masa depan. Siapa tau karna jarang ketemu lo jadi ga sayang gue lagi?"
Laskar menggeleng samar "Emang gue pernah ga sayang sama lo? Sejauh ingatan gue, ga pernah sehari pun gue ga sayang sama lo. Even lo lagi di Korea aja gue malah sadar kalau gue jatuh cinta sama lo...?"
"But still... we never know. Better safe than sorry." Ucap Queen yang membuat Laskar tidak bisa berdebat
"Ya udah sayang... Terserah lo ajaa... Gue ikut kata lo aja" Ucap Laskar dengan senyum tipis "Gue mau cari makan dulu sama Jevano."
"Iya. Hati-hati ya"
"Iya sayang." Laskar kemudian melambaikan tangannya "Bye bye"
"Byee~"
Tut... Tut... Tut...
Laskar menutup laptopnya, kemudian menghela nafasnya ketika melihat dm Instagramnya yang sudah dibalas bukan olehnya. Sepertinya Queen benar-benar tidak akan membiarkan dirinya berinteraksi dengan lawan jenis di sini.
The End
Terima kasih atas support dan juga semua hal yang sudah kalian berikan buat aku. I'm so glad that I can finish this story and I'm so happy to see you every week.
Setelah ini adalah ceritanya Jevano, bersiaplah untuk petualangan laki-laki kaku yang jatuh cinta dengan gadis sehangat mentari.
Big thanks to:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Terima kasih karena sudah menjadi penggerak inspirasi di kepala penulis selama 25 chapter ke belakang. I'll support them, and their groups as well. Menjadi seorang Nctzen dan My, adalah salah satu ketidaksengajaan yang membahagiakan di hidupku.
Dan terima kasih untuk kalian semua yang masih mau memberikan dukungan berupa vote dan comment di cerita ini. It means a lot for me, karena tanpa kalian sadari kalian lah yang bikin aku bertahan nulis.