Waktu Haikal bilang hari ini mau rapat di luar basecamp, Laskar tidak pernah terfikir akan berdiri di depan warung seblak yang isinya mayoritas siswi SMA Negeri ini.
Mahen yang sudah kepalang ikut naik motor bersama Haikal juga jadi tidak punya pilihan lain selain termenung di depan warung seblak.
"... Ini serius, nyet?" Nalendra sampai terperangah, masih duduk di motornya kalau kalau Haikal berubah pikiran.
"Ini seblak prasmanan terenak se-Jakarta. Lu semua harus coba." ucap Haikal sebelum masuk dan menyapa teteh penjual seblak seolah pelanggan tetap di sini.
Alhasil keempat laki-laki mengekorinya, meskipun raut wajah bingung dan malu mengikuti.
"Teh, nu VIP aya keneh teu?" Tanya Haikal yang membuat Laskar melotot
"LU SEJAK KAPAN BISA BAHASA SUNDA?"
Haikal menoleh, kemudian nyengir "Gue belajar tiap ke sini"
Untuk yang satu itu, Laskar harus mengakui kecerdasan Haikal. Memang anak ini cepat sekali belajar.
"Sok weh ka luhur" Ucap si teteh dengan hijab peach itu
"Nuhun teh" Haikal kemudian membawa teman-temannya ini ke arah prasmanan "Ini lu pada ambil yang kalian mau, terus tulis di sini mau kuahnya pedes apa engga. Terus kasih ke tetehnya."
Menurut Laskar, Haikal udah cocok banget buka warung seblak sendiri.
Sudah Haikal duga, semua teman-temannya itu bingung ingin mengambil apa. Jadilah Haikal duluan yang memberikan contoh. Kemudian diikuti oleh keempatnya, mereka berbaris seperti di kondangan.
Pertanyaan "ini apa?" dijawab oleh Haikal dengan sangat ramah meskipun entah berapa kali pertanyaan itu muncul
Sudah cukup jadi tontonan ukhtea ukhtea cantik di sini, Haikal segera mengajak teman-temannya untuk naik ke lantai atas. Tempat VIP yang memang orangnya lebih sedikit. Dulu tempat ini selalu dikunjungi oleh Haikal dan Galilea, makanya Haikal khatam sekali.
"Jadi kita mau rapat apa?" Tanya Mahen ketika mereka sudah duduk semuanya.
Laskar ikut penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh Haikal hari ini.
"Sebenernya ga ada yang mau dibahas sih" Haikal menggaruk belakang lehernya "Hari ini tuh ulang tahun cewek gue"
"Terus kenapa ga pergi sama cewek lo?" Nalendra mengerutkan dahinya, kebingungan.
"Soalnya Galilea udah meninggal." Ucap Haikal yang membuat empat temannya diam, Laskar bahkan tidak tau hal ini.
Oh tentu saja Laskar tau siapa Galilea, pacar Haikal dari SMP kelas satu. Ia sedikit banyak tau soal gadis itu, ia memang gadis terpintar dan tercantik seangkatan. Haikal yang dulu juga tidak kalah pintar membuat mereka disebut sebut sebagai pasangan paling serasi pada zaman itu.
Ya... Anak SMP sih ikutan hore hore aja. Laskar masih nol soal cinta dan cewek soalnya. Tapi siapa sangka Galilea dan Haikal pacaran sangat lama, hingga tiba-tiba gadis itu masuk rumah sakit dan tidak masuk kelas padahal saat itu tengah ujian nasional.
Usut punya usut, gadis itu sakit. Tetapi Haikal tidak pernah menceritakan apa sakitnya. Laskar pikir mereka putus, karena ayah Galilea pun galaknya level 100. Setelah dilarang pacaran pun Haikal masih tetap setia pada gadis itu.
Sampai dua tahun gadis itu di rumah sakit, Haikal selalu bolak-balik hanya untuk melihatnya di balik kaca. Tapi akhirnya, mereka putus karena Tuhan yang mengambilnya.
"Tapi gue yakin dia udah ada di tempat yang jauh lebih baik daripada di sini. Yang penting dia juga udah ga sakit lagi. Dia ga punya banyak temen, makanya setiap ulang tahun cuma gue yang nemenin. Nah... Hari ini... Kalian mau kan ikut ngerayain ulangtahunnya Lea?" Tanya Haikal yang membuat keempat lelaki itu menatapnya dengan sorot mata yang sulit digambarkan
KAMU SEDANG MEMBACA
#2 From : Laskar
FanfictionApakah kalian percaya dengan cinta pandangan pertama? Kalau menurut Laskar sih itu bullshit, tapi setelah bertemu dengan Salsa semua pandangannya berubah drastis! Masa transisi dari anak kecil bunda menjadi remaja yang punya rasa penasaran tinggi me...
