Laskar menggenggam amplop di tangannya, menapaki anak tangga yang membawanya menuju rooftop. Jevano selangkah lebih dulu, dari langkahnya terlihat tidak ada gentar sama sekali.
"Kayaknya... Gue mau buka sendiri aja deh" Ucap Laskar ketika mereka hampir masuk ke basecamp, tetapi malah berhenti di depan pintu
Jevano berbalik "Kenapa?"
"... Gue takut" Ucap Laskar
Karenanya Jevano membuka pintu basecamp dan menyeret Laskar masuk. Di sana sudah ada Nalendra, Haikal, dan Mahen. Beserta tiga amplop yang ditaruh rapi di atas meja.
"Sampe juga akhirnya... Cepetan kita udah penasaran!" Mahen berseru dari tempatnya, padahal hanya dia yang penasaran di sini
Jevano dan Laskar mengambil duduk di tempat yang kosong, kemudian mereka membuka amplopnya masing-masing. Meskipun jarang berdoa, Laskar merapalkan segala macam doa di mulutnya sebelum membuka amplop keramat itu.
"Puji Tuhan..." Ucap Mahen dengan senyum lega, pasalnya nilainya tidak ada yang di bawah KKM, hanya Bahasa Indonesia yang nyaris zonk karena selisih satu poin dari KKM.
Sisanya tidak banyak berekspresi. Haikal juga cuma mengerdikkan bahunya, seolah tidak kaget dengan hasil yang ia terima.
"Gimana hasilnya? Ada yang dibawah KKM ga?" Tanya Mahen
Haikal mengapit rokok di antara bibirnya, kemudian menyalakannya hingga mengepulkan asap.
"Ga ada"
"Sumpah?" Nalendra langsung menarik rapor bayangan Haikal "Si anjing sosiologi sama ekonomi 100?!"
Haikal menghembuskan asap ke udara, kemudian menarik satu sudut bibirnya "Gue ga pernah tercatat sebagai orang yang tolol sih"
Nalendra menyumpahi Haikal terang-terangan dengan semua umpatan yang ia tau. Pasalnya hasil ujian Nalendra sudah seperti nomor sepatu. Di atas KKM hanya Olahraga dan Bahasa Inggris.
"Jevano aman?" Tanya Mahen, melihat Jevano hanya diam menatap hasil UTS nya.
Karena tidak ada jawaban, Haikal mengambil paksa kertas tersebut dari tangan Jevano dan membacanya sendiri.
"Lo meratapi nilai lo yang sebagus ini, nyet?" Tanya Haikal, melihat jejeran angka 100 yang berbaris rapi
"Iya... Tapi... Fisika gue 89, sialan." Jevano merutuk untuk kali pertama, semua orang sampai menoleh.
"...89 kan bagus—"
"Sepanjang hidup gue ga pernah nilai sains nyentuh angka 8. Mentok 90. ITU PUN BIOLOGI!" Ucap Jevano dengan wajah frustasi
"Sombong, anjing!" Nalendra berseru sambil memukul kepala Jevano dengan kertas hasil ujiannya
Di tengah kerusuhan itu, suara isakan terdengar. Tadinya Haikal sudah mau ancang-ancang doa Bapa Kami, karena ia dengar di rooftop ini memang ada hantunya.
Tetapi semuanya mendadak diam ketika tau siapa yang menangis.
"... Kar, are you okay?" Ucap Mahen pelan
Laskar menutup wajahnya, ia menangis sampai terisak-isak. Melihatnya membuat keempatnya bingung harus apa.
Haikal walaupun sudah lama berteman dengan Laskar, ia ingat terakhir kali lelaki itu menangis di depan umum ketika kelas 4 SD. Itu pun karena imunisasi.
"Lo nangisin nilai kah?" Tanya Haikal pelan
Laskar mengangguk, masih dengan wajah yang tenggelam di lengannya.
Nalendra mengambil kertas dari tangan Laskar, kemudian membacanya dalam diam.
"Ini masalah anak IPA apa gimana sih... Nilai lu bagus semua ah? Ga ada yang dibawah KKM...?" Nalendra benar-benar bingung dibuatnya
KAMU SEDANG MEMBACA
#2 From : Laskar
FanfictionApakah kalian percaya dengan cinta pandangan pertama? Kalau menurut Laskar sih itu bullshit, tapi setelah bertemu dengan Salsa semua pandangannya berubah drastis! Masa transisi dari anak kecil bunda menjadi remaja yang punya rasa penasaran tinggi me...
