Ting!
Queen menoleh ke arah ponselnya, kemudian ia menjumpai sebuah pesan dari nomor yang sudah ia nanti-nantikan.
Laskar Jelek
Mau nonton No Way Home ga
Queen
Kapan?
Laskar Jelek
Ntar malem
Queen
Dadakan amat
Laskar Jelek
Kalo lo ga bisa, gua ajak Jevano
Queen
SAMA GUE AJA [deleted]
Gue bisa [deleted]
Sebenernya gua sibuk sih, cuma kayaknya butuh refreshing
Laskar Jelek
Kalo ga bisa gapapa cil
Queen
Bisa.
Laskar Jelek
Oke
Nanti pesen grabcar di rumah lo aja
Queen
Iya
Laskar Jelek
Oke
Jam 7 ya cil
Queen
Iya
Queen menaruh ponselnya, sebuah kerutan panjang terbentuk di dahinya. Laskar kerasukan apa?
Cklek!
Pintu kamarnya terbuka tiba-tiba, sang pelaku muncul dengan rambut setengah basah.
"Ketok dulu kek pintunya!" Queen berseru geram "Kalo gue lagi ganti baju gimana?!"
Haikal tertawa "Iya iyaa maaff, urgent ni"
"Mau apa lo?" Queen berseru tanpa nada ramah sama sekali
"Gue mau minta tolong" Haikal masuk, menutup pintunya, kemudian duduk di kursi dekat meja belajar Queen. Ia menatap Queen lurus sebelum kembali bersuara "Jadi gue punya temen... Seumuran lo. Nah... Dia lagi ada masalah gitu di rumah—MISAL NIH YA... Misal... Dia nginep di sini boleh ga?"
Queen mengerutkan dahi "Ya terserah, kan temen lo? Urusannya sama gue apa?"
Haikal nyengir "Cewek dek."
Queen terdiam sejenak, memikirkan dua kemungkinan. Entah perempuan ini akan tidur bersama Haikal, tetapi Queen langsung menepis itu karena ia tau Haikal bukan tipikal lelaki yang berani melakukan itu. Meskipun mesum, Haikal cuma mesum di pikiran saja. Nah... Kemungkinan kedua—
"Kalo dia tidur sama lo gimana?" Ucapnya
Sudah Queen duga. Penggunaan kata 'dek' tadi sudah sangat menggambarkan segalanya. Sudah yakin 100% ia akan direpotkan.
"Ga." Queen menolak tanpa berpikir
"Kok langsung ditolak sih??? Lo ga kasian apa—"
Queen mengangkat jari telunjuknya "Satu, gue ga kenal dia." Kemudian disusul jari tengahnya "Dua, kamar gue, suka-suka gue." Terakhir ia mengangkat jari manisnya "Dan ketiga, lo tau kan empati gue ga sebesar itu? Peduli amat anjir???"
Haikal menggeleng "Astaga Queen... Sebagai sesama manusia—ADUH!" Hasil dari lemparan bantal Queen membuahkan teriakan merdu dari Haikal.
"Gue bilang ga mauu! Suruh dia nginep di hotel kek, duit lo kan banyak!" Queen merotasikan bola matanya
"Ketimbang gue nyewain dia kamar, mending duitnya gue kasih ke lo gimana? Kalo dia boleh nginep di sini, lo gue kasih 100 ribu." Haikal menawarkan
"500" Ucap Queen
KAMU SEDANG MEMBACA
#2 From : Laskar
FanfictionApakah kalian percaya dengan cinta pandangan pertama? Kalau menurut Laskar sih itu bullshit, tapi setelah bertemu dengan Salsa semua pandangannya berubah drastis! Masa transisi dari anak kecil bunda menjadi remaja yang punya rasa penasaran tinggi me...
