Masalah? Setiap orang pasti mempunyai masalah. Begitupun dengan Trio R, tiga saudara kembar yang ingin memperjuangkan cinta nya masing-masing.
Rezvan Edgar Erlangga
Ravindra Edgar Erlangga
Radyta Edgar Erlangga
Ikuti kisah mereka bertiga bagaimana c...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Radyta." Panggil Zoe saat ia melihat Radyta berjalan keluar dari kelas.
Radyta menoleh pada Zoe yang berjalan menghampirinya. "Mau kemana lo?" Tanya Zoe.
"Ada urusan," sahut Radyta.
"Urusan, urusan apa? Itu sodara sama temen lo masih di dalem kelas."
"Ada pokoknya."
Zoe mana menatap Radyta curiga, sepertinya sahabatnya ini tengah menyembuyikan sesuatu darinya. Zoe mendekap tangan nya di dada. "Ada yang lo sembuyiin dari gue?"
Radyta menatap Zoe malas. "Urusan ini ga terlalu penting buat lo tau."
"Tapi gue pengen tau."
Menghela nafasnya pelan Radyta mencoba memberitahu Zoe, ia tau jika Radyta tidak menjelaskan Zoe akan terus mendesaknya. Bukan nya Radyta tidak ingin memberitahu Zoe, tapi menurutnya ini bukan urusan penting yang Zoe harus tau.
"Gue mau nemuin orang yang tadi pagi gak sengaja gue rusakin botol minumnya." Beritahu Radyta pada Zoe.
Zoe mengangguk-ngangguk, memang benar urusan itu tidak terlalu penting bagi Zoe. "Yaudah bagus harus tanggung jawab," ujar Zoe. "Dah ah gue mau kesana dulu."
"Kemana?" Kini Radyta yang bertanya kemana Zoe akan pergi.
"Biasa. Ketemu Nathan." sahut Zoe santai. Radyta akan kembali bersuara tapi dengan cepat Zoe menutup kedua kuping nya dan menjauh dari Radyta "GUE GAMAU DENGER CERAMAH LO." Teriak Zoe dan berlari meninggalkan Radyta.
Radyta hanya manggelengkan kepala, tidak heran lagi baginya melihat sikap Zoe yang seperti itu.
Radyta pun kembali dengan tujuan utamanya ia berjalan dengan santai dengan kedua tangan di masuki ke saku celana.
Pandangan Radyta menemukan perempuan yang baru saja keluar dari kelas bersama dengan teman nya. Dengan langkah sedikit di percepat Radyta menghampirinya.
"Hey." Radyta menyentuh pundak perempuan itu dari belakang hingga membuat sang empu sedikit terperanjat.
Melisa dengan cepat menoleh kebelakang, betapa terkejutnya ia melihat Radyta kakak kelas yang selalu jadi pusat perhatian ciwi-ciwi menghampirinya.
"Eh iya, ada apa ya kak." ujar Melisa dengan nada gugup.
"Soal botol minum lo yang rusak, mau gue ganti."
Melisa menggeleng cepat. "Gak usah kak, gapapa."
Radyta tersenyum tipis nyaris tidak terlihat. Betapa lucunya perempuan di hadapan nya ini, dengan mimik yang gugup tidak berani menatap Radyta.
"Liat gue." ujar Radyta.
Melisa dengan perlahan memberanikan untuk menatap kakak kelas di hadapan nya ini. Kedua pandangan mereka bertemu, jujur saja Radyta sedikit terpesona dengan bola mata indah yang dimiliki gadis ini.