65| Monitoring

397 9 0
                                        

Hi its me mel!
Balik lagi dengan 2,4K kata🔥

Happy Reading!

***

Mobil hitam doff Andra membawa Anaya pergi menuju pusat tempat makan yang letaknya di tepi pantai. Andra sengaja membawa Anaya kesini karena beberapa waktu lalu semenjak kerja lapangan di sini ia baru menemukan tempat makanan yang enak dan Andra mau Anaya pun mencicipinya.

"Kita makan disini?" tanya Anaya.

"Kenapa?" Andra menarik kunci remnya berusaha memarkirkan mobilnya dengan rapih. "Nggak suk—"

"Suka kok, bagus pemandangannya." Anaya selalu menghargai sesuatu yang sederhana, meskipun tempat makan yang dituju Andra terkesan biasa saja, tapi pemandangan yang disuguhkan begitu mahal dan tidak semua tempat makan akan punya.

"Jangan turun dulu." Setelah mobil terparkir, Andra segera menahan Anaya yang hendak keluar dengan mengambil sesuatu dari belakang joknya. "Ganti sepatu lo," ujarnya menyodorkan sebuah sendal.

"Punya siapa?" Anaya to the point bertanya.

"Punya g-gue." Andra melirik Anaya yang sedikit menahan tawa melihat sendalnya yakni sendal berbentuk hiu. "Bukan gue yang beli, tapi Chris," sanggahnya.

Anaya keluar mobil memakai sendalnya. "O-oke gue percaya kok," katanya seraya memerhatikan sendal tersebut, "ini kegedean soalnya."

"Kalo mau ketawa-ketawa aja, nggak usah ditahan." Andra menuturi Anaya yang sedari menahan sesuatu, lalu akhirnya tawanya pecah juga saat keluar mobil karena memakai sendal hiu kebesaran itu

Tak merasa risih sama sekali karena gelak tawa Anaya, keduanya berjalan memasuki tempat makan lalu memilih meja yang pas agar bisa sekalian melihat pemandangan.

Salah satu seorang pelayan pun tanpa dipanggil segera datang mengantarkan buku menu untuk dipesan. Andra dan Anaya langsung segera memesan makanan.

"Lo mau pesen apa?" Andra menyodorkan buku menu di tengah meja agar keduanya bisa melihat bersamaan. Ia kemudian menunjuk menu makanan dan minuman yang ingin dipesannya.

Anaya terlihat menimang-nimang, cukup lama tapi jawaban akhirnya malah ucapan wanita sejuta umat. "Samain aja."

Pelayan segera mencatat dan meminta keduanya menunggu 20 menit, lama waktu makanan mereka akan tiba.

Belum sempat mengobrol lagi, Anaya mendadak dikejutkan dengan suara ponselnya yang berdering.

"Rafael nelpon,"ucap Anaya memberitahu dan segera bangun, namun Andra menyuruhnya duduk kembali.

Saat mengangkat telepon, Anaya mendadak menjauhkan sedikit ponselnya karena suara Rafael yang akan terdengar kencang. Anaya lupa mematikan fitur loud speakernya.

"Lo dimana, Kak?" ucap Rafael lagi dari panggilan telepon. "Kata Clara lo masih di lapangan tadi, ayo lunch bareng!"

Anaya mematikan fitur loud speakernya karena ia merasa tidak enak jika hal ini terdengar oleh Andra, apalagi Rafael sempat memanggilnya dengan sebutan 'Kak' yang memperjelas kalau mereka adalah keluarga.

"Gue..." Pandangan matanya yang melirik ke arah lalu melirik ke arah Andra yang fokus pada ponselnya. "Lagi mau lunch ini."

"Sama siapa, sendiri?"

"Sama—"

Tatapan Andra yang fokus pada ponsel, kini tertuju pada Anaya dan mengulurkan tangannya meminta ponsel wanita itu, dengan takut-takut akhirnya Anaya memberikannya.

GALANDRA - (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang