Niatnya mau up sebelum lebaran tapi belum kelar, jadi aku up hari ini🔥
Btw Minal Aidzin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin ya selama ini suka lama update🥹❤️
Semoga kedepannya bisa menghasilka banyak karya dan dilirik penerbit🙏🏻
Happy Reading🙌🏻
***
Lalita meninggalkan Chris yang berniat mengajaknya makan siang bersama. Lalita sangat tidak mood untuk makan, kekesalannya makin bertambah ketika mengikuti kemana mobil Andra membawa Anaya pergi makan.
Rupanya di sini, Lalita ikut memesan makanan, ia terus memantau gelagat keduanya dari jauh secara diam-diam. Mulai dari keduanya tak saling bertukar bicara, ada panggilan masuk di ponsel Anaya yang kemudian Andra membantu mengangkatnya, hingga dimana Andra memotret Anaya secara diam-diam.
Ini tidak bisa dibiarkan, Lalita harus mencari cara supaya membuat mereka kembali menjauh. Namun hal yang tidak diduga-duga setelah selesai makan, ada kejadian dimana Anaya marah pada seseorang yang membantunya mengambil sesuatu yang jatuh di lantai dan memukuli orang tersebut.
Lalita yang tengah memegang ponsel tak mau melewatkan kejadian tersebut dan merekamnya, Lalita tak menyangka bahwa Andra juga turut marah dan berakhir menyodorkan uang pada pria tersebut.
Rekaman tersebut Lalita putar ulang untuk dilihat, dipikir-pikir video ini bisa dijadikan rencana busuknya membuat viral perilaku Anaya agar merusak reputasi perusahan dan dipecat sia-sia. Tanpa pikir ulang, Lalita menguploadnya dengan akun samaran.
Kedua orang yang Lalita pantau tadi kini memasuki mobil hendak pergi, Lalita bergegas bayar dan turut pergi memesan taksi, mengikuti kemana mereka pergi, yang ternyata pulang menuju hotel.
Lalita bergegas menuju lantai kamar hotel mereka, namun yang Lalita temukan hanya Anaya seorang yang datang. Sepertinya Andra kembali pergi bekerja, ini bisa jadi kesempatan Lalita untuk memberitahu Anaya supaya menjauh dari Andra.
Di depan kamar itu, Lalita menekan bel hingga beberapa saat Anaya membukakan pintu.
Senyuman tipis Anaya berubah pias ketika yang mendatanginya adalah orang lain. "Lalita?"
"Gue dateng ke sini karna gue mau jelasin alasan gue benci banget sama lo." Lalita terdiam sejenak. "Boleh gue masuk?"
Tanpa pikir panjang, Anaya setuju mengangguk. Lalita berjalan masuk, mendekati jendela dan menyibakkan gorden agar bisa melihat kontruksi pembangunan vila dari sini.
"Lo bisa tebak nggak, Nay, gue sebenci itu sama lo gara-gara apa?"
"Gue nggak tau." Tatapan Anaya seolah berpikir mencari seberapa banyak kesalahannya pada orang lain.
"Lo bingung kan, karna kesalahan lo sebanyak apa?" Pandangan Lalita kini tertuju pada Anaya, dan mendekatinya. "Biar gue bantu ingetin," ujarnya menyuruh Anaya untuk duduk.
"Gue sebenernya benci lo karna lo mulai nargetin Andra kalo dia pelaku yang bunuh adik tiri lo dengan lo masukin Andra ke penjara, meskipun dia nggak lama ditahan karna ga bersalah lo tau nggak impactnya apa? Andra jadi bahan omongan di kampus, dia susah cari kerja, bahkan kalo bukan bantuan bokap gue dia nggak akan bisa kerja di perusahaan dan sekarang bisa bangun Artha Construction."
Lalita mengatur napasnya untuk kembali meluapkan emosinya selama ini pada Anaya. "Impact dia setelah keluar dari penjara juga dia kehilangan lo, dia kehilangan arah dimana dia biasanya ceritain semuanya ke lo, dia sampe berubah 360 derajat jadi orang yang pendiem, semuanya dia pendem, bahkan kalo lo mau tau lagi, dia juga diem-diem minum dan berujung berantem sama orang-orang di bar, lo nggak tau kan dia punya masalah di otak karna dipukulin sampe dia hampir sekarat itu karna dia marah sama perkataan Galvin di penjara yang bilang lo udah HS sama dia?"
KAMU SEDANG MEMBACA
GALANDRA - (COMPLETED)
Romance(Sevielle Series #1) Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri. Liburan semester genap yang...
