67| Disappointed

310 8 0
                                        


Akhirnya bisa update lagiii
2,5k kata buat kalian
Semoga part ini feelsnya kerasa 🥺❤️

Happy Reading!

***

"Mbak, bangun, kok tidur di sini?"

Anaya yang terlelap kini membukakan matanya, melihat seorang wanita menatap aneh. Anaya yang baru tersadar sepenuhnya terheran melihat dirinya bisa di depan kamar hotel, ada apa sebenarnya? Perasaan semalam ketika megejar Andra keluar kamar ia segera kembali meringkuk di kasur.

"Mbak baik-baik aja?" Wanita itu membantu Anaya berdiri, sepertinya tampak sebagai petugas kebersihan, setelah membantunya ia memegang kembali troli yang berisi peralatan kebersihan. "Kok mbak bisa tidur di luar?" tanyanya lagi.

"Mungkin saya pingsan, kepala saya masih agak pusing."

"Yasudah kembali istirahat di kamar, Mbak," pesannya kemudian berpamitan untuk izin kembali bekerja.

Anaya pergi masuk ke kamarnya, dilihat jam masih menunjukkan pukul 6, sebaiknya Anaya bersiap-siap karena harus menemui Andra dahulu sebelum berangkat bekerja.

Setelah bersiap, Anaya terus memantau dari balik pintu, terdengar samar-samar suara Chris dan Lalita yang mengetuk pintu kamar Andra, tak lama pria itu keluar. Anaya mendadak bimbang, bagaimana caranya menemui Andra agar mereka bekerja seolah tidak terjadi permasalahan apa-apa jika di sisinya saja ada Lalita.

"Eh Dra, semalem gue denger ada orang yang ngeringis keenakan di sebelah."

Lalita menepuk bahu Chris "Yang bener lo?"

"Gue lagi videocall sama nenek gue anjir langsung gue buru-buru matiin tapi suaranya langsung ilang."

"Kok gue nggak denger, ya?" tanya Lalita.

"Artinya telinga lo masih suci, cuma otak lo udah kotor duluan," sahut Chris.

"Setan lo!" Wanita itu langsung marah berjalan lebih dulu memasuki lift, disusul Andra dan Chris.

Andra hanya bisa mendengarkan kedua manusia tersebut ribut di pagi hari ini, sampai memasuki lift Andra menyuruh keduanya untuk diam karena moodnya sedang tidak baik ketika melihat pintu lift hampir tertutup seseorang berusaha mencoba masuk tapi tidak berhasil, orang itu adalah Anaya.

Andra masih tidak terima dengan penjelasannya semalam, apa maksudnya, menghilang karna hamil? Selama berhubungan dengan Anaya 5 tahun yang lalu Anaya juga berhubungan dengan Galvin begitu? Andra mencoba berpikir jernih, menjaga kewarasannya untuk tidak marah menjelang jam kerja yang melibatkan harus bertemu dengan tim marketing di lapangan.

"Lo kenapa sih, Dra? Diem mulu, sakit gigi lo?" Chris mencoba menebak isi pikiran sahabatnya itu.

Bukannya menjawab, Andra hanya memijat pelipisnya hingag membuat Lalita di sampingnya tersadar. "Lo pusing lagi, Dra?" Matanya tak sengaja melihat sebuah perban di jari manis Andra. "Eh tangan lo kenapa, kok diperban?"

"Lo kenapa lagi, Dra?" Chris ikutan panik melihatnya.

"Kejepit pintu."

"Kok bisa, lo mainan pintu apa gimana?" Pertanyaan Chris sungguh di luar dugaan.

"Heh, emang dia bocah mainan pintu?!" tanya Lalita sewot.

"Ya siapa tau anjir!"

Pintu lift terbuka, baik Chris dan Lalita keduanya masih ribut dengan argumennya masing-masing di belakang langkah Andra hingga ia memutuskan untuk balik badan. "Lo berdua bisa diem, nggak? Kelarin kerjaan hari ini dan balik ke Head Office." Andra marah, tak seperti biasanya, suasana hatinya sedang buruk sampai detik itu juga nada bicaranya kembali berubah ke semula. "Gue baik-baik aja, untuk hari ini jangan tanya apapun selain kerjaan ke gue, oke?"

GALANDRA - (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang