Hai...
Gimana perasaannya setelah ending?
Hahaha I know kenapa endingnya harus begitu? Aku rasa Anaya selalu sakit dari awal, makanya aku kasih ending yang mungkin memuaskan kalian.
Ada yang mau kalo aku spill masa lalu Anaya? Kisahnya 5 tahun ke belakang?
Oke sekarang baca dulu extra part ini
Hope u like it!
Happy Reading!
***
Malam itu, Coffee & Bakery milik Gaby di rooftop telah disulap menjadi taman langit kecil—berhiaskan lampu gantung mungil yang berkelap-kelip seperti bintang, bunga pastel yang menjuntai dari langit-langit, dan balon emas membentuk kata 'Bride to Be'. Aroma manis vanilla dan lavender menyelimuti udara, bercampur dengan suara tawa yang tidak kunjung habis.
Gaby duduk di tengah ruangan dengan dress putih satin yang jatuh anggun di tubuhnya. Rambutnya dikuncir rendah, dihiasi pita kecil, dan selendang bertuliskan "Soon to be Mrs. Witama" melingkar manis di tubuhnya.
Dia bukan hanya Gaby yang ceria dan cerewet seperti biasa. Di mata Anaya, dia Gaby yang akhirnya tiba di tempat yang selama ini dia cari—tempat di mana dirinya akhirnya menemukan cinta dan jati dirinya sebagai seorang calon istri.
Anaya menatap Gaby dengan perasaan senang, haru, campur aduk. Mereka berdua memang bertemu disituasi yang tidak baik. Pernah saling menyakiti secara tidak langsung, pernah berada disisi orang yang sama, Andra. Tapi malam itu, semua suka, duka, dan luka sudah berlalu dengan tawa tulus di antara mereka.
Tidak ada lagi rasa canggung dan rasa bersaing memperebutkan sesuatu. Mereka sudah saling menerima, satu sama lain, karena mereka akan jadi satu keluarga.
"Gue masih nggak nyangka kalian semua kompak bikin kejutan kayak gini," kata Gaby sambil menutup mulutnya yang tak bisa berhenti tertawa. Pipinya memerah, matanya berbinar.
"Kita mau bikin malem ini jadi malem yang spesial buat lo, Gab," ujar Lalita lembut.
Olivia menambahkan dengan gaya ceria. "Karna ini pesta perpisahan lo ngubah status jomblo, Kak, besok pagi, lo akhirnya jadi istri seorang 'Kulkas Empat Pintu', Neo Hugo Witama!" Serunya heboh sendiri. "Coba jelasin gimana perasaannya malem ini?"
Gaby tertawa mendengar julukan itu, matanya sedikit berkaca. "Rasanya campur aduk... tapi yang jelas, gue seneng dan bahagia ... banget!"
Anaya tersenyum mendengar itu. Dia tahu, perjalanan Gaby sampai ke titik ini bukan tanpa air mata. Dan mungkin justru karena itulah kebahagiaan ini terasa begitu nyata. Dia juga tahu, bahwa malam ini bukan hanya tentang perayaan melepas lajang, tapi juga tentang merayakan versi Gaby yang baru—menjadi seorang calon pengatin, istri orang lain.
Di tengah permainan tanya-jawab, Gaby menjawab semua pertanyaan dengan jujur dan terbuka. Tentang Andra, tentang Neo, tentang kesalahannya sendiri, bahkan tentang harapannya untuk memiliki anak.
Tidak ada obrolan yang disembunyikan, Gaby hanya bercerita terus terang dari dirinya kecil hingga dewasa sekarang sudah memiliki cita-cita menjadi seorang dokter ataupun istri dokter, ucapannya ini bukan untuk menghibur para bridesmaid-nya, tapi karena dia benar-benar tidak menyangka doanya terkabul dan terwujud pada akhirnya.
Sesi tanya-jawab baru saja selesai dan musik lembut masih mengalun mengisi keheningan. Olivia memberikan sebuket bunga mawar yang dihiasi baby breath, Anaya memakaikan mahkota di kepala Gaby, dan Lalita memberikan kue mini bertuliskan 'To be Mrs. Witama'.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALANDRA - (COMPLETED)
Romansa(Sevielle Series #1) Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri. Liburan semester genap yang...
