Hello guys!!
Kangen gaaa? Semoga mengobati rasa rindu sama cerita ini, terimakasi yang sudah bertahan dan baca sampai part ini, hope u like it!🌷
Happy Reading!
***
Andra terbangun dari tidurnya sembari memegang kepala yang terasa masih pusing dan berat. Ia melirik ponsel dinakas, jam menunjukkan hampir pukul 7 pagi.
Pria itu merenung sejenak, mengingat kejadian yang semalam terjadi. Yang ia hanya ingat itu acara makan malam yang ditutup dengan minum-minum bersama, Andra bahkan ikut minum karena memikirkan seseorang yang tidak hadir disana, padahal Chris dan Lalita sudah melarangnya.
Anaya, Andra menginggatnya. Andra bertanya soal Anaya pada Rafael. Wanita itu diinfus di kamarnya. Andra bergegas bangun dan keluar kamar, secara kebetulan Anaya keluar dari kamar sana.
"Lo nggak apa-apa?" Tatapan Andra sangat khawatir memegang bahu Anaya serta menggenggam kedua tangannya yang katanya sakit dan diinfus semalam.
"Gue nggak apa-apa." Anaya segera melepaskan pegangan tangan Andra takut ada orang lain yang melihat keduanya.
"Rafael bilang lo sakit?"
"Ng-nggak," jawab Anaya agak meragukan.
"Terus kenapa lo nggak keliatan lagi seharian kemarin, lo nggak dateng acara semalam?" ucap Andra dengan penuh rasa penasaran.
"Lo bau alkohol."
"Lo kemana?"
"Lo bau alkohol, Andra."
"Jawab gue dulu, lo kemana kemarin?"
"Gue sibuk."
"Sibuk? Bohong, lo pergi kemana Anaya?"
"Gue banyak urusan."
"Gue mau lo jujur, Anaya," tepis Andra, ia hanya mau jawaban jujur dari mulut Anaya.
"Andra, please... lo nggak berhak tau ataupun ikut campur, gue mau kemana atau lagi dimana."
"Gue berhak tau Aleya, gue takut lo kenapa-napa."
Anaya tadinya masih bersabar dengan apa yang ia ucapkan barusan, namun Andra kembali menepis dengan kata-kata posesif karena butuh tahu keberadaan Aleya yang membuatnya khawatir, sehingga mau tidak mau Aleya berucap dengan kata yang menohok.
"Dra, kita cuma baikan bukan balikan!"Andra hanya terpaku bisu mendengar jawabannya tersebut hingga suaranya menginterupsi lagi. "Lebih baik lo pergi mandi sarapan deh, udah jam 7, setengah 8 kita kerja."
Andra hanya tersenyum simpul, lebih tepatnya miris. "Sorry, kalo kehadiran gue bikin lo ngerasa ikut campur ataupun risih, Nay." Andra segera berbalik badan, namun sebelum melangkah pergi ia mengatakan kata-kata yang bikin Anaya balik membisu. "Thanks udah bikin gue sadar akan posisi."
Anaya tertegun dengan ucapannya berdampak balasan seperti ini dari Andra.
"Dra, ini obat lo ketemu di mob-bil..." Chris datang dengan waktu yang tidak tepat, ia tersenyum puas melihat ada Anaya disana. "Eh Nay, apa kabar?" sapanya basa-basi.
Dahi Anaya berkerut. "Obat apa?" tanya Anaya lagi dengan nada bingung.
Andra hanya diam mengambil obat dari tangan Chris lalu pergi memasuki kamarnya dan menutup pintu dengan kencang.
"Kak, itu obat apa?" tanya Anaya.
"G-gue nggak tau, sorry Nay, gue nggak tau apa-apa mending lo tanya langsung ke Andra," jawabnya kemudian menyelonong pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALANDRA - (COMPLETED)
Romance(Sevielle Series #1) Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri. Liburan semester genap yang...
