(Sevielle Series #1)
Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri.
Liburan semester genap yang...
Dan keknya aku mesti selipin satu part ini karena nggak bisa dilewatin🥰
Jangan lupa mampir, aku up vt terbaru tentang Andra dan Anaya🔥
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading!
***
Pria serius memang tidak pernah main-main dengan kata-katanya. Sesampainya di rest area, Andra benar-benar turun untuk mencuci muka dan menyikat gigi seperti yang sebelumnya ia bilang.
Dari luar, ia menyandarkan tangan kirinya di bingkai jendela, sementara kepalanya sedikit masuk ke dalam mobil. Tangan kanannya mengusap lembut puncak kepala Anaya.
"Kamu nggak mau turun, yang?"tanyanya. "Nitip makan apa, sekalian?"
Anaya berpikir sebentar. "Hmm... aku mau chicken wings sama minumnya float, ya."
Andra menatapnya sambil tersenyum menggoda. "Ini sarapan, loh. Pagi-pagi udah minum float? Susu aja gimana?" Pandangannya sekilas mengarah ke arah lain. "Oh—udah punya, ya?"
"Andra!!!" Anaya langsung merengut kesal. "Suka banget sih nyebelin! Aku bawa kabur nih mobilnya, tinggalin kamu di sini. Biarin ditinggal, mana belum mandi pula—ih, bau!"
Andra tertawa, lalu pura-pura mengancam. "Heh, awas ya! Aku balik udah wangi, jangan nyosor-nyosor!" katanya sambil menjauh masuk ke rest area.
Anaya terkekeh, lalu menutup jendela dan mengunci pintu mobil dari dalam. Ia memutuskan untuk tidak ikut turun, ingin menghemat waktu dan makan di perjalanan saja—hari sudah menjelang siang, dan mereka harus tiba di Sevielle sore nanti.
Untuk mengisi waktu, Anaya membuka ponsel dan menyalakan data. Beberapa pesan langsung masuk. Ia membuka aplikasi pesan dan mulai membalas satu per satu.
Clara Hanindita – H&M Group Kata Chris kamu pulang sama Pak Marcel. Beneran, Nay? Nay, kabarin aku ya. Rafael nyariin.
Anaya Levanya Iya, aku lagi di rest area, sarapan dulu. Clar, jangan kaget dan bilang Rafael dulu, ya? Aku beneran balikan sama Andra.
Raka Devandra Jaga diri lo ya, Nay. Kalo Andra macem-macem, sunat aja perkututnya
Anaya tak bisa menahan tawa kecilnya membaca pesan itu. Jemarinya langsung bergerak cepat di atas layar ponsel
Anaya Levanya Ahahahaha Iya, siap Ka!
Saat menggulir layar, pandangan Anaya tertumbuk pada pesan dari Bi Dewi—sosok yang sudah seperti keluarga sendiri, yang telah merawatnya sejak kecil hingga kini ia menjadi seorang ibu.