Akhirnya update lagii
Part kali ini agak panjang dan bikin senyam senyum sendiri🤭😍
Jangan lupa ramein part ini dengan vote komen🙌🏻
***
"Sumpah ya, Pak Miller ternyata sehumble itu, to the point lagi pake nanya 'Kamu abis pelukan sama siapa? Pacar kamu? Ninggalin jejak, mainnya nggak rapih banget'."
Chris tidak bisa menahan tawa selama di perjalanan pulang menuju hotel padahal di sampingnya Andra tengah sesekali menatapnya tajam sembari mengemudikan mobil.
"Udah selesai ngomongnya?" Gelak tawa Chris masih tidak bisa ditoleransi, ia sampai memegang perutnya sakit. Andra dengan sengaja tancap rem mendadak di tepi jalan hingga menbuat tubuh Chris terhuyung ke depan dan mengeluarkan umpatan. "Sekarang lo yang diem dengerin gue, atau gue turunin di pinggir jalan?"
"Jahat banget sih lo!" gerutu Chris kesal, lalu terdiam sejenak. "Iya-iya gue diem."
Andra kembali menarik rem, dan menjalankan mobilnya. Pria itu mengusap wajahnya. "Gue mau cerita." Matanya melirik ke arah spion kanan untuk memutar balik mobilnya ke arah kawasan menuju hotel. "Semalem gue liat Anaya sleep walking di selasar hotel."
"Serius lo?" Chris terkejut bahkan hampir tidak percaya. "Eh bahaya banget kalo nggak ada yang mantau, Dra."
"Ya makanya." Andra menceritakan kejadian semalam dan pagi hari dimana ia tidak sadar ketiduran depan kamar hotel dan petugas kebersihan membangunkannya.
"Tapi dia tau soal sleep walking?"
"Dulu Anaya pernah kejadian hal itu, sampe gue numpang tidur di kamarnya, tapi cuma berlangsung dua kali aja."
"Hah dulu?" Chris berteriak syok. "Dua kali numpang tidur di kamar Anaya?" Chris tidak bisa menahan diri melihat perilaku Andra di luar dugaannya.
"Chris...." Andra menutup kuping sebelah kirinya karena merasa pengang dengan ucapan Chris. "Dengerin gue dulu!"
"Lo sama Gaby nggak pernah kontak fisik melewati itu anjir!" gerutu Chris kesal, ia sudah selayak orang tua yang suka membandingkan terutama dalam hal pasangan.
"Gue nggak macem-macem, yang pertama gue tidur di sana karena Anaya emang sleep walking, takutnya dia kenapa-kenapa karena tangga di rumah gue emang rawan, bibi di rumah juga kan pernah jatuh—"
"Anaya juga," tambah Chris menyela.
"Trus yang kedua gue lagi kesel sama kehadiran Galvin diterima di rumah lagi sama Ayah, gue butuh ditenangin dan Anaya satu-satunya yang bisa nolongin."
"Lo tidur sebelahan, di kasur—maksud gue nggak kokopan terus paginya tau-tau cuddle, kan?"
"Gue—mana inget udah kejadian 5 tahun yang lalu," sanggah Andra membuang wajah.
"Jangan ngelak deh lo, ngaku nggak?!" selidik Chris. "Sebelum kejadian itu pernah, kan? Trus pas kejadian itu kapan terjadi?"
"Gue—"
"Dra?" Chris tahu Andra mulai gugup dengan pertanyaan demi pertanyaan yang Chris tanyakan, tapi semua ini demi kebaikan Andra. "Lo mau gue bantuin nggak cari kebenaran soal anaknya Anaya?" tawarnya.
Mobil Andea akhirnya tiba di hotel dan masuk ke dalam parkiran basement hingga terparkir rapih. Andra terdiam sejenak setelah parkir, mesin mobilnya masih menyala karena butuh suhu untuk mendinginkan kepalanya. "Oke, gue ngaku, awalnya gue cuma kontrak pacaran sama Anaya gara-gara Anaya waktu itu cium gue duluan dan bikin Ayah salah paham, terus gue ikutin permainan dia tapi—lama kelamaan gue kebawa suasana, gue tembak dia, gue cium dia—bahkan depan ayah, gue tidur di kamar dia, dan puncaknya setelah acara BBQ di rooftop kost bujang, Anaya mabuk dan gue nggak bisa kendaliin diri, akhirnya terjadilah itu dimana kata Gaby gue balik jam 3 pagi setelah nganter Anaya pulang ke rumahnya. Besok harinya gue di tangkap polisi, kan? Gue sempet marah tapi Anaya nggak mungkin ngelakuin itu, kita udah sama-sama...."
KAMU SEDANG MEMBACA
GALANDRA - (COMPLETED)
Romance(Sevielle Series #1) Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri. Liburan semester genap yang...
