Update nihh
Tolong ramaikan yaaa
Aku masih mikirin endinggg
Mau ending seperti apaaa??
Happy Reading!
***
Sudah beberapa hari ini banyak kerjaan yang harus diselesaikan, Anaya merasa tubuhnya pegal-pegal, harus menjalani lembur dan pulang larut malam, sampai di penginapan ia sudah tepar. Ditambah kebodohan akibat menyerahkan dirinya semalam.
Sehabis mandi dan memakai pakaian, Anaya menatap tubuhnya terdapat beberapa bercak merah yang diciptakan pria itu semalam, memohon Anaya untuk tetap tinggal, terus seperti ini bersamanya tapi yang Anaya lakukan hanya bisa mencampakkannya.
Anaya menepis pikiran betapa buruk perlakuannya, selesai memakai outfit, Anaya mengambil ponsel yang dimatikannya semalam untuk mengecek pesan yang masuk. Tepat di weekend ini, Anaya menyudahkan pekerjaan proyeknya, semua barang sudah Anaya bereskan, Anaya perlu menjalani kencan buta, menunggu seseorang menjemputnya dan membawanya pulang kembali ke Sevielle.
Sebenarnya beberapa hari orang kantor membicarakan perihal kencan buta ini, beberapa pria lajang proyek vila terapung turut mengikuti kencan mengetahuinya ikut, tapi peluangnya mungkin nol besar, Miller sudah mengirim pria yang akan kencan dengannya. Anaya berharap semoga penolongnya bisa membantunya keluar dari masalah ini.
Raka Davendra
Nay, gue masih di jalan
Anaya Levanya
Oke, hati-hati
Raka Davendra
See you!
Kata-kata itu mengingatkannya pada pesan yang dikirimkan Andra padanya, ah untuk apa memikirkannya lagi, sekarang yang harus dilakukan Anaya adalah bersiap-siap memakai outfit dress simple yang dipadukan warna hitam putih dengan kerah V diseragamkan dengan tas juga sepatu kets berwarna pink.
Ponselnya yang ditinggalkan di nakas kembali berdering, kali ini telepon dari Rafael, pasti adiknya itu mengkhawatirkan dirinya yang akan pergi kencan buta hari ini.
"Kak, lo yakin mau pergi kencan buta?" Baru mengangkat telepon, pertanyaan yang dilontarkan sudah mengkhawatirkan begini. "Kak, menurut gue—"
"Gue bisa atasinnya, Raf." Anaya berusaha untuk tidak panik menjawab pertanyaan itu, padahal dirinya snediri sudah gelisah tidal tenang. "Aman, tenang aja, ya?" Sebelum telepon di tutup Anaya kembali mengatakan. "Gue berusaha untuk balik secepatnya ke sana setelah kencannya selesai."
Rafael menghela napasnya, lalu memberi pesan. "Jaga diri lo, Kak. Kabarin Clara kalo butuh apa-apa."
Anaya mengiyakan semua nasihat yang diberikan Rafael, waktu sudah mau menunjukkan pukul 10 pagi, ada beberapa pesan yang masih belum Anaya balas mulai dari pesan Clara, grup kantor, Rafael lagi dan pesan dari Andra yang sengaja Anaya abaikan.
Clara Hanindita - H&M Group
Nay, kamu jadi kencan buta hari ini?
Rafael minta aku temenin kamu
Proyek Vila Terapung
Tiara-H&M Group: Mbak Anaya semangat kencannya✨
Rafael Miller
Kak, Clara mantau ikut lo yaa
Gue khawatir lo sendirian
Raka Devandra
Jalan agak macet, tapi gue usahain datang tepat waktu ya!
Pak Marcel - Artha Corp
Nay, bekas lipstiknya nggak ilang di kemeja gue
Layar ponsel yang semula terang kini redup, Anaya pergi menggamit shoulderbag miliknya, sebelum pergi menuju sebuah kafe yang jaraknya tidak cukup jauh dari hotel, Anaya pergi menemui Clara.
KAMU SEDANG MEMBACA
GALANDRA - (COMPLETED)
Romance(Sevielle Series #1) Menjadi mahasiswa unggulan dan idaman para gadis tidak membuat Andra menjadi sosok playboy di kampusnya, bahkan dari ribuan mahasiswi Sevielle ia malah lebih baik mengencani Gaby, sahabatnya sendiri. Liburan semester genap yang...
