"Haloo semuaa", teriak jungwon setelah memasuki pintu ruang inap sunoo dan riki, Seokjin yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas nya sabar padahal sebelum memasuki ruangan jungwon sudah diberi wejangan tapi tetap saja anak itu tidak mau mengerti, untung nya sunoo dan riki sudah bangun tadi, jadi setidaknya jungwon tidak terlalu mengganggu.
"Won berisik deh", dumel riki, sungguh mood nya sedang tidak baik sekarang, bayangkan saja bangun-bangun dirinya sudah berada di tempat keramat ini.
"Jangan lebay deh rik", balas jungwon nyolot, ia mendekati brankar riki, sunoo dan duduk di antar kedua teman nya itu.
"Ko lo bisa masih ada di sini won? Apa jangan-jangan lo kabur kaya kemaren", tanya riki bingung, jungwon yang mendapatkan pertanyaan seperti itu hanya bisa menaikan alis nya kesal, "heh kalo ngomong tuh di jaga, di sini cuma gue yang gak tumbang", ucap nya bangga.
"Boong kan lo, jujur aja sama gue, kan biasanya lo yang pertama tumbang".
"Di atas aku masih ada sunoo ya, lagian di sana ada ayah mana bisa aku kabur", balas nya tidak terima, sebenernya yang dikatakan riki ada benar nya juga hanya saja itu tidak seratus persen benar, ada kala nya sunoo duluan lah yang tumbang.
"Iya dah gue percaya, dasar bocil gitu aja ngambek", ucap riki sembari tertawa kecil, "kalo aku bocil kamu apa hah, tuyul?", kesal jungwon dan memilih untuk pergi dan mendekati brankar sunoo, disana sang empu hanya menutup matanya karena tiba-tiba saja pusing menjalar dikepalanya.
"Sakita ya nu?", tanya jungwon khawatir, sunoo yang mendengar itu hanya bisa membuka matanya sedikit dan mengangguk pelan, "mimom kapan sampe ya hiks", gumam sunoo sembari memegang kepala nya yang terasa sangat berat itu.
"Sabar ya, tadi ayah Seokjin udah kabarin mimom kamu ko, dikit lagi mereka sampai, sekarang unu mau apa?nanti uwon bawain".
"Mau mimom", balas sunoo dengan bibir yang sudah melengkung dengan sempurna dan jangan lupakan mata nya yang sudah membendung air mata yang sudah bisa dipastikan bendungan itu akan runtuh sesaat lagi.
"Iya sabar ya, unu masu susu? Atau mau yupi? Uwon punya banyak, walaupun uwon gak mau kalau yupi uwon dikasih orang tapi khusus untuk kamu aku kasih semua, biar kamu cepet sembuh", ujar jungwon sembari mengeluarkan sebungkus besar yupi dari dalam jaketnya, ia suka sekali memakan yupi.
"Dek siapa suruh makan yupi sebanyak itu, sini kasih ayah", Seokjin yang sedari tadi menelfon sembari melihat interaksi ketiga anak ayam itu sedikit terkejut melihat sebungkus besar yupi keluar dari dalam jaket jungwon.
"Gak mau, uwon butuh usaha untuk dapet ini".
"Cepet kasih ke ayah, nanti setiap hari ayah kasih sedikit-sedikit, kamu nih kalau gak kaya gini pasti semua yupi itu habis dalam sehari, nanti ngeluh gigi sakit lagi".
"Gak adek abisin sendiri kok, kan uwon bagi-bagi nih sama unu".
"Sunoo gak boleh makan yupi, sini kasih ke ayah sebelum ayah marah".
"Ish iya nih ambil aja semua, makin tua malah nambah ngeselin", gumam jungwon dengan menatap Seokjin kesal, sang empu yang ditatap seperti itu hanya menaikan bahu nya dengan bibir yang membentuk senyuman kemenangan.
setelah selesai dengan urusan jungwon, Seokjin kembali menatap sunoo yang kembali menutup mata nya, "apa yang sakit hmm, kasih tau om", tanya Seokjin sembari mengusap rambut sunoo secara perlahan.
"Pusing om, agak sesak juga", jawab sunoo jujur, sebenernya ia tidak mau sejujur ini hanya saja sekarang ia sudah berada di rumah sakit, mau sekecil apapun kebohongannya pasti akan ketahuan juga.
"Kamu makan dulu aja ya, abis itu minum obat biar pusing nya ilang", ucap Seokjin sembari memasang selang oksigen di antara hidung dan mulut sunoo.
"Gak mau makan om, mual", tolak sunoo, Seokjin menghela nafas nya sabar begini lah kalau mengurus tiga anak ayam ini pasti bawaan nya rewel terus.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADEK
Teen Fictionbagaimana keseharian sunoo, Jungwon dan juga Riki yang sangat rusuh. Ft heeseung, Jay, Jake, sunghoon.
