"Kakak", panggil jungwon, Sunghoon yang merasa terpanggil pun langsung mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara, di sana sudah ada jungwon yang merentangkan tangan nya dengan pipi merah dah bibir yang bergetar karena kedinginan, "kak peluk adek cepet, adek kedinginan", pintanya, segera Sunghoon membawa adik nya itu kedalam dekapan hangat nya.
"Dingin banget ya dek?", tanya Sunghoon khawatir, jungwon yang mendengar itu hanya mengangguk perlahan sembari mencari posisi yang nyaman di dekapan Sunghoon.
"Hoon lu punya byebye fever gak, adek gua pada demam", tanya heeseung yang tiba-tiba sudah berdiri di depan tenda Sunghoon.
"Oh ada kak, lo cari aja di tas gua", jawab Sunghoon sembari menunjuk ke arah tas di sudut tenda.
"Ga papa nih gua buka tas lu?".
"Ga papa buka aja, gua lagi gak bisa nih si jungwon gak bisa di lepas".
Setelah beberapa saat mencari akhirnya heeseung menemukan byebye fever yang ia mau, "makasih ya, nanti gua ganti", ujar heeseung dan langsung meninggalkan tenda Sunghoon, sungguh ia sangat khawatir dengan kedua adik nya yang tiba-tiba saja mengeluh pusing saat bangun tidur tadi, dan benar saja setelah heeseung cek kedua adik nya itu terserang demam.
saat sudah sampai ditenda heeseung langsung saja memasang byebye fever di jidat kedua adik nya itu, sekarang mereka sudah tertidur karena pengaruh obat yang tadi jay kasih, untung saja mereka mempunyai banyak persediaan obat-obatan.
"Jay lo udah nelfon papah belum?", tanya heeseung.
"Udah tapi katanya papah gak bisa dateng soalnya lagi banyak urusan jadi ayah nya Sunghoon yang dateng sekalian mau nge cek kondisi Sunoo sama riki".
"Oke, gua mau nge cek kondisi di luar dulu ya, lo tunggu di sini aja jagain adek-adek", tanpa menunggu Jay membalas heeseung langsung saja pergi untuk mengcek kondisi peserta kemping yang lain, karena kondisi sudah tidak terlalu kondusif sekarang.
~~~
hari sudah cukup siang bahkan matahari pagi sudah sangat bersinar sekarang, tapi ketiga anak ayam itu masih saja merasakan kedinginan, bahkan sekarang jungwon masih saja berada di pelukan kakak nya, ia benar-benar tidak mau melepas pelukan nya barang sedetik pun.
"Dek lepas dulu ya, kamu harus sarapan terus minum obat", ucap Sunghoon lembut, jungwon yang mendengar itu langsung saja menggeleng kan kepala nya kuat, "gak mau, dingin kakak, adek gak kuat".
Sunghoon menghela napasnya, sebenernya ia bisa saja menyuruh jake untuk membuatkan sarapan hanya saja anak itu sekarang sedang sangat sibuk, karena sekarang yang bisa diandalkan oleh heeseung untuk membantunya hanyalah jake.
Untungnya tidak lama dari itu ayah nya datang, sebenernya Sunghoon cukup terkejut karena ia belum memberikan kabar apapun kepada ayah nya, "kak adek nya ga papa kan?", tanya nya khawatir, "adek kedinginan banget yah, daritadi pagi gak mau lepas dari kakak".
"Yaudah adek nanti pulang sama ayah aja, ayah mau ke tempat Sunoo sama riki dulu buat meriksa keadaan nya", ujar Seokjin tidak lupa ia mengusap puncak kepala kedua anak nya.
~~~
"Jay gimana kondisi nya sekarang, gak ada perubahan ya?", tanya Seokjin yang tiba-tiba saja muncul, Jay yang mendengar itu hanya bisa mengelus dada nya, sungguh ia sangat terkejut melihat Seokjin yang tiba-tiba datang seperti hantu yang tidak diundang.
"Om sumpah kaget banget, salam dulu ke om, bikin saya jantungan aja", jawab jay kesal, kalau ini jungwon mungkin anak itu sudah bengek.
"Hehe maaf Jay, om khawatir soalnya, jadi gimana keadaan adek kamu, masih gak ada perubahan ya?", tanya Seokjin lagi sembari mengeluarkan alat kematian nya di dalam tas yang ia bawa, kalau kata jungwon itu tas neraka.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADEK
Fiksi Remajabagaimana keseharian sunoo, Jungwon dan juga Riki yang sangat rusuh. Ft heeseung, Jay, Jake, sunghoon.
