Killing

179 18 8
                                        

🍹My Young Slut🍹

°°°

Mata Jina perlahan terbuka, kesadarannya perlahan kembali setelah melewati tidur siang sampai menjelang sore begini bersama Jimin karena pria itu menahannya untuk tidak pulang.

Tepat di depan matanya, dada bidang yang terlihat kokoh menjadi pemandangan pertama untuk Jina.

Pelan Jina menarik diri untuk naik ke atas bantal, menyamakan tinggi kepalanya dengan pria yang masih tertidur pulas. Lengannya bahkan masih melingkari pinggangnya erat.

Sesaat, Jina terdiam memperhatikan wajah pria itu, tanpa berniat membangunkannya, ia kemudian mendekatkan wajahnya lalu menempelkan ciuman lembut ke bibir pria itu. Kecupan singkat, namun penuh akan perasaan. 

Jina yang kembali ke tempat semula mulai mengangkat tangannya lagi, jari-jarinya bergerak hati-hati menyusuri garis rahang pria itu dengan lembut. Menatap wajah di depannya itu penuh sayang dan sakit secara bersamaan.

Sakit karena Jina sadar bahwa kehadirannya di dalam rumah tangga Doona dan Jimin tidaklah benar. Meskipun ia sendiri tidak pernah sama sekali berniat untuk menjadi orang ketiga, tapi tetap saja rasanya ia merasa begitu bersalah.

Namun, semuanya sudah terlanjur berantakan. Sekarang, Jina sendiri pun rasanya tidak sanggup untuk pergi dari hidup Jimin. Sudah ia coba, bukan hanya sekali, melainkan puluhan bahkan ratusan kali. Nihil, mau sejauh apapun niat Jina menjauh, hatinya tetap ingin kembali.

Bahkan, dengan adanya Jihwan di dalam hidupnya pun Jina masih tidak mampu menghilangkan perasaannya terhadap Han Jimin. Di tambah lagi dengan Jina yang saat ini berbadan dua, anak dari pria yang entah mengapa selalu membuat Jina luluh.

Ketenangan yang Jina rasakan sedari tadi seketika sirna saat mendengar bel apartemen yang berdenting tiba-tiba. Mau tidak mau Jina akhirnya menjauhkan lengan yang melingkar di pinggangnya, lalu bangkit dari kasur sembari menata kembali rambutnya yang sedikit agak berantakan.

Suara bel yang ditekan dari luar masih berbunyi. Jina tidak langsung membuka pintu, melainkan ia lebih dulu melihat ke layar video intercom yang terpasang di samping pintu.

Dari tangkapan kamera, Jina yakin yang berdiri di luar pintu sekarang adalah seorang wanita. Terlihat dari perawakannya yang mengenakan pakaian serba hitam itu meski wajahnya tidak terlalu jelas berdiri di sana.

Apa itu memang tamu Jimin? Entahlah.

Sejenak, Jina ragu untuk membukakan pintu. Namun, entah naluri dari mana, Jina justru melangkah mendekati pintu dengan tangan kanannya yang sudah siap menarik gagangnya.

Ketika pintu terbuka, sontak Jina dibuat membeku di tempatnya berdiri saat sebuah laras pistol mengarah tepat ke kepalanya. Napas Jina memburu, jantungnya berdetak liar, memukul-mukul tulang rusuknya tanpa kendali.

“Uu-Unie?” lirih Jina tidak percaya dengan yang ia lihat sekarang.

Kaki Jina perlahan ikut melangkah mundur seiring dengan kaki Doona yang terus mendorong untuk masuk. Masih menodongkan pistol ke kening Jina, rahang Doona tampak kian mengeras saat mengetahui jika yang membukakan pintu apartemen yang di tempati suaminya adalah wanita itu.

Wanita yang begitu Doona benci.

Doona menyungging senyum miris. Ia sudah cukup muak melihat fakta di depan matanya jika sampai detik ini suaminya dan Jina masih sering bertemu. Walaupun sekarang Jina sendiri sudah memiliki suami.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

My Young SlutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang