-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-
‼️BE A SMART READER‼️
[VOTE SEBELUM LANJUT]
🌑🌑🌑
SETELAH kepulangan Disha dan Dipta, kini hanya tersisa Aelin dan Marko yang masih berada di satu atap yang sama. Jam dinding menunjukkan pukul 8 malam, namun Marko sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda kepulangan.
Ya memang, sih, ini apartemen Marko. Tapi, apa dengan begitu Marko akan menginap? Tidur di satu ranjang yang sama dengan Aelin?
Aelin menghembuskan nafas kasar. Membuat Marko langsung menoleh ke arah Aelin dengan tatapan datar seperti biasa?
"Kenapa? Udah bosen ada gua disini?" tanya Marko membuat Aelin memusatkan tatapan nya ke laki-laki disamping nya.
"IYA BOSEN BANGET! PULANG DONG AKU MAU TIDUR!"
Tapi, dibanding menyuarakan isi hatinya, Aelin lebih memilih hidup dengan tenang tanpa menerima amarah Marko yang suka berlebihan.
"Ngga, siapa bilang?" tanya Aelin balik.
Marko mengedikkan bahu nya acuh. Ia tak pernah peduli. Mau Aelin, mau Aelin tidak suka. Semua keputusan harus ada di tangannya. Ya memang Marko manusia egois tiada dua nya.
Diam-diam Aelin juga merutuki Marko dalam hati. Iya, cuma dalam hati karena keberanian nya mengambang di awan. Padahal baru beberapa jam tadi Marko menjelma menjadi pangeran baik hati yang seperti tak ada hati untuk menyakiti nya. Namun sekarang, kembali menjadi manusia menyebalkan. Manusia angkuh seperti biasanya.
"Gua pesenin makan malam dulu. Nanti abis makan, gua pulang. Muka lo ngga usah bete gitu."
Sepertinya Marko yang sekarang lebih banyak berbicara dibandingkan Marko yang ia temui pertama kali di arena balap. Tapi, sepertinya Aelin lebih menyukai Marko yang diam. Karena Marko yang banyak omong jauh lebih menyebalkan baginya.
Kini, kekesalan Aelin bertambah berkali-kali lipat. Marko pembohong. Laki-laki itu bilang, setelah makan malam, ia akan pulang. Namun apa? Nafas nya malah teratur dengan mata memejam diatas sofa ruang tamu apartemen Aelin setelah makan malam mereka habis masuk kedalam perut.
Ya tapi lagi-lagi Aelin tak bisa berbuat apa-apa selain membereskan kotak makan malam mereka ke dalam tempat sampah. Membangunkan Marko dari tidur sama seperti membangunkan singa betina yang sedang PMS. Iya. Begitu menyeramkan hingga Aelin menyamakan Marko tidur dengan singa betina, sedang PMS pula.
"Dasar kaya babi! Abis makan tidur!" Aelin mencak-mencak sendiri ditempatnya. Ini kan dia yang sakit, kenapa jadi ia yang seperti harus merawat Marko?
"Gua denger!"
Ups
Aelin terciduk. Ternyata Marko belum benar-benar tertidur. Mata Marko juga perlahan terbuka. Langsung menghunus mata Aelin dengan tatapan tajam nya.
"Gua mau nginep."
"Ngga!"
"Kenapa? Ini apartemen gua."
"Y-ya tapi kan—"
"Ngga usah banyak mikir. Ayo!" Marko menarik pelan tangan Aelin menuju kamar gadis itu. Kamar satu-satunya yang ada di apartemen ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARKO [On Going]
Fanfiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini hanya tentang Marko dan obsesi gila nya pada gadis yang menjadi tawanan nya, Aelin. Entah apa yang ada dipikiran Marko hingga ia menginginkan Aelin yang notabene nya adalah kekasih dari sang musuh untuk menjadi hadiah dalam...
![MARKO [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/375793089-64-k789941.jpg)