19. Go Back Home

540 30 1
                                        

-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-

‼️BE A SMART READER‼️

[VOTE SEBELUM LANJUT]

🌑🌑🌑

"AELIN." Tinggal satu angka terakhir untuk Aelin ketuk agar pintu unit apartemen nya terbuka, tapi panggilan yang terdengar familiar membuat nya menoleh.

Aelin sempat terpaku beberapa saat melihat daksa seseorang yang berdiri dengan jarak 2 meter dari posisi nya sekarang. Wajah itu, wajah yang ia rindukan beberapa hari belakangan ini namun sialnya baru menunjukan batang hidung nya sekarang. Namun tak ayal, Aelin tetap senang melihat kehadiran Marko disini.

Aelin langsung melemparkan senyum manis nya untuk menyambut Marko yang semakin mendekat. Parfume dengan wangi Musk langsung masuk ke indra penciuman Aelin. Oh sungguh, Aelin merindukan aroma khas Marko ini.

"Ayo masuk." Marko mengajak Aelin masuk terlebih dahulu sebelum menyapa gadis itu lebih lanjut.

Marko tak bohong. Ia juga merindukan gadis itu. Gadis yang belakangan ini ia hindari agar gadis itu tak terluka. Namun, ia juga lupa bahwa gadis itu bisa terluka dengan cara lain, salah satunya seperti ketiadaan nya untuk menemani gadis itu.

Marko mengikuti Aelin untuk meletakan sepatu yang tadinya ia kenakan ke rak sepatu dekat pintu. Aroma vanila dari pengharum ruangan otomatis yang Aelin pasang langsung menyambut Marko. Padahal ia baru tak berkunjung beberapa hari, namun rindu yang membuncah melambung tinggi seperti tak bersua 2 abad lama nya.

"Kamu mau aku buatin cokelat panas?" ujar Aelin setelah meletakan tas sekolah nya di sofa ruang tamu.

Marko tersenyum kecil dalam diam. Mungkin saking lama nya ia tak berkunjung, Aelin reflek memperlakukan nya seperti tamu yang berkunjung. Marko langsung menggeleng sebagai jawaban. Kaki nya beranjak mendekati lemari pendingin untuk terlihat santai seperti di rumah nya sendiri. Jadi, Aelin juga tak perlu canggung dan tegang untuk mengajak nya berbicara. Oh ayolah mereka ini kan sepasang kekasih. Terlepas bagaimana cara semesta menyatukan mereka, mereka juga sepasang kekasih.

"Gua minum ini aja. Lo ganti baju dulu sana," titah Marko sambil menunjukan sekaleng minuman bersoda yang ia baru ambil dari lemari pendingin.

Ia tak menyangka beberapa makanan dan minuman kesukaan nya di lemari pendingin tak berkurang satupun. Ia kira Aelin akan memakan nya. Namun, saat melihat jumlah nya yang masih sama, Marko yakin gadis itu tak menyentuh nya sama sekali.

"Lo ngga makan cemilan di kulkas?" tanya Marko pada Aelin yang baru keluar dari kamar dengan menggunakan setelan rumahan.

"Ngga lah, itu kan punya kamu," balas Aelin seadanya. Ia memilih duduk diatas karpet dan mengeluarkan buku dari dalam tas untuk mengerjakan tugas.

"Punya gua, punya lo juga artinya." Marko duduk di sofa dekat dengan posisi Aelin yang tengah duduk diatas karpet.

"Ya tetap aja. Aku berani makan atau minum itu kalo lagi sama kamu aja."

Marko menghela nafas pelan. Aelin sekarang jadi pandai membalas ucapan nya.

"Ya udah ini udah ada gua. Ada susu pisang kesukaan lo, ambil sana."

MARKO [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang