-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-
‼️BE A SMART READER‼️
[VOTE SEBELUM LANJUT]
🌑🌑🌑
HARI Minggu begini, Marko mengajak Aelin untuk menghabiskan akhir Minggu nya untuk mengikuti Car Free Day yang ada. Katanya, supaya hidup Aelin lebih produktif.
Padahal yang diajak pun ogah-ogahan untuk mengiyakan. Aelin lebih memilih untuk tidur atau setidaknya rebahan saat hari libur begini. Namun, dengan seenak jidatnya Marko mengajak nya untuk ikut Car Free Day tanpa mau dibantah sama sekali. Catat. Tidak mau dibantah sama sekali.
Seharusnya Aelin sudah biasa dengan sikap otoriter Marko. Namun tetap saja. Aelin tetap kesal dengan sikap Marko. Tapi, menolak pun tak akan membuahkan hasil sama sekali. Jadinya, ya seperti ini. Aelin tetap mengikuti keinginan Marko, tapi ia sama sekali tak mengeluarkan kata-kata karena suasana hati nya yang tak baik akibat pemaksaan yang Marko lakukan tadi.
"Lo ngga punya mulut ya? Daritadi gua ajak lo ngomong, Aelin."
Aelin menghembuskan nafas nya kesal. Marko sungguh menyebalkan. Lantas ia langsung mempercepat langkah nya dua kali lebih cepat. Membuat Marko tertinggal beberapa langkah di belakangnya.
"Astaga lo kenapa, sih?" Marko mengejar ketertinggalannya dengan mudah. Tangan besar nya dengan cepat menggenggam tangan mungil Aelin.
"Lo marah?"
Sekali lagi Aelin masih diam. Marko menghela nafas pelan. Aelin sekarang benar-benar menguji kesabarannya. Memang semua cewe sama saja, batin Marko.
"Ck! Jangan marah dong. Gini aja deh. Lo bebas boleh jajan apa aja disini."
Yang semulanya Aelin menatap lurus kedepan, kini ia mulai menoleh ke arah Marko. Walaupun masih dengan wajah bete, setidaknya ada alasan positif untuk Aelin menatap wajah menyebalkan itu.
"Bener?"
"Iya bener. Tapi senyum dulu."
"Ya udah mana?" Aelin menyodorkan satu telapak tangan nya. Membuat Marko langsung mengernyit dahi.
"Apa?"
"Duit lah! Kamu kira aku bayar jajanan nya pake senyuman?"
Oke. Lebih baik kamu diam Marko. Kamu memang menyebalkan, tapi Aelin yang sekarang bisa jauh lebih menyebalkan daripada kamu. Dan terbukti sekarang kamu hanya pasrah mengeluarkan dompet mu itu.
🌑🌑🌑
Jika tadi Aelin yang kesal, sekarang roda berputar secepat membalikan telapak tangan. Marko menampilkan raut bete melebihi raut bete Aelin tadi.
Bagaimana tidak bete? Rencana yang ia susun malah buyar begitu saja karena ia tak bisa menolak keinginan seorang Aelin.
Marko menyusun rencana untuk mengajak Aelin jogging di Car Free Day ini. Lalu ia akan membayangkan Aelin yang lelah dan akan mengadu manja kepada nya untuk menggendong dirinya. Terdengar alay memang. Tapi entah mengapa, Marko menyukai sisi manja Aelin yang sialnya justru jarang diperlihatkan oleh sang empunya.
Namun, Marko harus menelan pil pahit lagi. Pelaku utama yang membuat nya kesal justru tengah memakan beberapa jajanan yang telah ia beli dengan lahap. Ada cilok, kue cubit, telur gulung dan masih banyak jajanan lainnya yang Aelin beli.
KAMU SEDANG MEMBACA
MARKO [On Going]
Fanfiction[FOLLOW SEBELUM BACA] Ini hanya tentang Marko dan obsesi gila nya pada gadis yang menjadi tawanan nya, Aelin. Entah apa yang ada dipikiran Marko hingga ia menginginkan Aelin yang notabene nya adalah kekasih dari sang musuh untuk menjadi hadiah dalam...
![MARKO [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/375793089-64-k789941.jpg)