6. Hurt

1.4K 49 7
                                        

-Semua alur maupun tokoh yang ada di cerita ini, sama sekali tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan para cast di dunia nyata-

‼️BE A SMART READER‼️

[VOTE SEBELUM LANJUT]

🌑🌑🌑

"LO baik-baik aja kan?"

Aelin menatap laki-laki dihadapannya. Ia tak mengenal betul laki-laki itu, tapi ia kenal dia adalah Radeva si ketua Osis SMA Lentera Buana.

"M-makasih udah bukain," kata Aelin dengan terbata-bata.

"Kenapa bisa disini?" tanya nya lagi.

"Tadi lagi ambil barang, tapi tiba-tiba pintunya ketutup dan kekunci dari luar," jawab Aelin.

"Ngga mungkin ke kunci. Tadi di depan kunci nya masih nyangkut dan ada kayu buat halangin nya, pasti itu sengaja," balas Radeva lagi.

Radeva menatap gadis dihadapan nya yang terdiam sebelum ia menghela nafas.

"Ya udah ngga usah di pikirin, biar nanti gue yang cari pelaku nya, karena ini udah termasuk tindak bullying."

"I-iya. Kalau gitu, aku pulang duluan. Terimakasih sekali lagi." Aelin hendak pergi dari sana, namun Radeva menahan tangan nya.

"Nama lo siapa?"

"Aelin."

"Oh oke—eh tangan lo luka. Ayo gue bantu diobatin dulu di UKS."

Aelin menatap telapak tangan dan juga siku yang ternyata terluka. Mungkin karena tadi ia sempat jatuh saat ingin memanjat untuk keluar dari jendela yang posisi nya cukup tinggi.

"Aku ngga papa, kok, bisa diobatin di rumah."

"Tapi kalo kelamaan bisa infeksi. Ayo di obatin dulu di UKS."

Aelin menghela nafas sebelum mengangguk. Ia langsung mengekori Radeva yang sudah berjalan lebih dulu menuju UKS.

Mereka sampai di UKS. Radeva langsung mengambil obat-obatan yang diperlukan. Aelin memperhatikan Radeva yang tampak telaten membersihkan luka di telapak tangan nya dengan kapas dan juga cairan alkohol.

Saat Aelin masih larut dalam lamunan nya dan juga Radeva yang masih fokus dengan tangan Aelin yang sedang ia obati, suara seorang laki-laki mengalihkan fokus mereka.

Aelin terpaku melihat Marko yang berdiri menjulang di pintu UKS dengan tatapan datar nya yang sialnya membuat Aelin ketakutan di tempat nya.

Marko langsung menarik tangan Aelin sedikit kasar untuk turun dari brankar yang ada di UKS.

"Lo bisa ngga kasar sama dia ngga?" tanya Radeva begitu melihat Marko menarik kasar tangan Aelin.

"Diem. Lo ngga ada hak apa-apa, sialan! Dia cewe gua," kata Marko.

Marko langsung menarik tangan Aelin kasar menuju keluar UKS. Aelin berusaha menyeimbangkan langkah besar Marko.

Radeva mengikuti mereka. Ia berpikir ada yang tidak beres dengan Marko dan juga Aelin. Marko yang begitu kasar dan wajah Aelin yang menampilkan raut ketakutan.

"Tunggu." Radeva berhasil menggapai satu tangan Aelin yang terbebas dari Marko.

Marko berbalik menatap Radeva. Emosi nya memuncak begitu melihat tangan gadisnya berada di genggaman Radeva. Semua yang ada pada Aelin itu milik nya. Tak ada yang berhak menyentuhnya selain dia.

Bugh!

"Jangan sentuh cewe gua, anjing!" Marko beberapa kali meninju Radeva yang tersungkur dan juga belum siap dengan serangan yang Marko berikan secara tiba-tiba.

MARKO [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang